Kamis, 19 September 2019

The Incredible ASUS

ASUS rekan kerja yang cerdas untuk blogger


The Incredible  ASUS
Ibarat tentara maka laptop, adalah senjata organic para blogger. Supaya berdaya guna dan berhasil guna, kita tuh  harus mempertimbangkan  babad - bibit -  bobot  laptop itu. Waduhhh  milih laptop udah sama kayak milih jodoh aja yak.

Kalo kamu lagi cari – cari info soal laptop yang pantas mendampingimu sebagai pekerja kreatif,ada info terkini dari ASUS yang penting untuk disimak.

For your Information,  sebagai sebuah company ASUS   sudah berusia 30 tahun.  Dibuat dan diperkenalkan pertama kali di Taiwan, pada tahun 1989  oleh tiga kolega Wayne Hseih, Ted Hsu, MT Liao dan TH Tung.

Yay ASUS  sudah 30 tahun

Sekarang ASUS  adalah perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia. Dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia.

Dalam rangka syukuran ulang tahun ASUS  yang ke 30, diadain  berbagai event  di daerah.  Setelah di  Bandung dan Yogja  ASUS  ngadain juga  gathering, bareng blogger Palembang di  The Excelton Hotel – Palembang  (12/09)

 “Di usia ke-30 tahun kali ini, ASUS mempersembahkan rangkaian laptop terbaru dengan inovasi terdepan, mulai dari lini laptop mainstream, premium, hingga laptop gaming,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director, Southeast Asia. “Kami tidak ingin inovasi ini hanya diketahui oleh sebagian masyarakat Indonesia saja, untuk itulah kami menggelar acara ASUS 30th Anniversary Gathering di berbagai kota termasuk Palembang.

Sambil menunggu  acara dimulai, aku tuh  cheki – cheki dulu produk terbaru ASUS  yang diboyong ke  The Excelton Hotel.

 Aku tuh sampe speakless, ngeliat kecanggihan, produk laptop terbaru ASUS.
Ada laptop VivoBook dan ZenBook , yang hits banget  udah pasti laptop gaming TUF Gaming dan ROG.

Tidak ketinggalan juga rangkaian laptop komersial yaitu ASUSPRO yang turut dihadirkan di acara 30th Anniversary Gathering di Palembang.

Mbak Caroline membuka Asus Gathering Palembang

Pengetahunku tentang laptop itu terbatas banget, untung aja ada Mas Riandanu , Mas Emmet dan Mbak Caroline dari ASUS , menjabarkan dengan lugas dan cerdas apa saja keunggulan laptop – laptop produksi ASUS .

ASUS VivoBook
Untuk segmen laptop pelajar dan profesional muda. VivoBook didesain dengan performa yang mumpuni serta memiliki desain khusus bernuansa muda serta dinamis. Ciri khas tersebut dapat ditemukan di seri VivoBook terbaru yaitu seri VivoBook S dan VivoBook Ultra.

VivoBook S
 Full color disign  yang disukai  para profesional muda yang kreatif serta penuh energi.
VivoBook S  enggak cuma kece tapi sudah dilengkapi dengan berbagai fitur premium yang hanya dimiliki oleh laptop ASUS.VivoBook ini punya beberapa serie, dengan keunggulanya masing – masing.

Laptop paling ringan sedunia

Salah satu fitur premium yang hadir di VivoBook S S430 adalah NanoEdge Display.
Fitur tersebut memungkinkan layar pada VivoBook S S430 tampil dengan bezel yang sangat tipis.

Tidak sampai di situ, tampilan bezel yang tipis ini dihadirkan lewat tiga sisi layar, yaitu bagian atas dan samping, sehingga tampilannya terlihat lebih lega dibandingkan laptop lainnya.

ASUS juga menghadirkan VivoBook S S330 yang mengusung layar lebih kecil yaitu 13 inci, serta memiliki bodi stylish, ringkas, dan ringan sehingga cocok untuk dibawa bepergian.

Teknologi NanoEdge Display yang membalut layar laptop ini memiliki bezel yang sangat tipis membuat pengalaman visual lebih nyata dan tanpa batas.

Mas Riandanu memaparkan spesifikasi Lapto ASUS 

VivoBook Ultra  A412 dan K430
VivoBook Ultra A412  adalah laptop paling ringkas di dunia. Selain memiliki bodi yang sangat ringkas dan ringan ada  empat pilihan warna menarik. Dilengkapi  dengan fitur premium seperti ErgoLift Design dan NanoEdge Display.

 Kombinasi prosesor 8th Gen Intel Core, GPU NVIDIA GeForce, dan M.2 NVMe PCIe SSD menjadikan VivoBook Ultra A412  powerful.

VivoBook Ultra K403
Ultrabook yang dirancang khusus ,untuk mereka yang gemar bepergian atau beraktivitas di luar. Dengan kapasitas baterai, yang besar mampu bertahan hingga 24 jam.
Kalo kamu masih ragu – ragu bawa laptop, karena meda yang berat. Enggak salah lagi VivoBook Ultra K403, adalah pilihan terbaik.

Karena VivoBook Ultra K403 udah mengantongi sertifikas,i ketahanan berstandar militer. Yang artinya siap disegala medan tempur.

Laptop ASUS ringan dan ringkas 

ASUS ZenBook
Selain laptop dengan fitur – fitur standar, ada yang baru dari ASUS . ASUS ZenBook, Laptop Premium Paling Ringkas di Dunia.

Berbeda dengan VivoBook, seri ZenBook merupakan jajaran laptop premium dari ASUS. Laptop ini hadir dengan fitur unggulan, desain eksklusif, serta performa terbaik di kelasnya.

Seri ZenBook terbaru hadir dalam tiga varian:
  • ZenBook 13 UX333 dengan layar 13 inci
  • ZenBook 14 UX433 dengan layar 14 inci
  • ZenBook 15 UX533 dengan layar 15 inci

Ketiganya memiliki desain dan spesifikasi yang serupa, termasuk fitur NumberPad yang mengkombinasikan touchpad dengan numpad.

Kali ini ASUS menghadirkan inovasi yang belum pernah dihadirkan sebelumnya, yaitu ukuran bodi lebih ringkas.

Asus VivoBook  

Tidak tanggung-tanggung, jajaran ZenBook terbaru dinobatkan sebagai laptop terkecil di dunia dengan ukuran varian 13 inci-nya mampu tampil lebih kecil dari kertas A4.

Karena dirancang untuk para profesional kreatif, ASUS ZenBook Pro UX480 merupakan salah satu varian laptop dengan spesifikasi paling powerful di keluarga ZenBook.

Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-8565U (Whisky Lake) yang hadir dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread, yang tidak hanya cocok untuk multitasking tetapi juga powerful ketika menjalankan aplikasi standar industri kreatif.

 Prosesor ini juga memiliki kecepatan pemrosesan hingga 4,6GHz dan ditemani oleh chip grafis kelas gaming dari NVIDIA.

Sesi bagi - bagi hadiah Laptop ASUS untuk pemenang foto contest ASUS Gathering Palembang

Hadirin ASUS  Gathering Palembang, antusias banget mengikuti sesi presentasi yang dilanjutkan dengan tanya jawab bareng team ASUS Aduh pokoknya enggak ada alasan untuk berpaling dari ASUS *** donasaurus Palembang

Selasa, 17 September 2019

Bermain Psikodrama



Psikodrama  

Waktu  dapat undangan dari  Mbak Diana – S.PSI  untuk ikut sesi Psikodrama  I said  I do aja. 

Kebetulan emang udah lama penasaran, dengan metode healing psikologi  yang satu ini.

Metode trapi  psikodrama pertama kali digunakan oleh Jacob Levy Moreno, seorang psikiater Rumania.

Seperti namanya, psikodrama ini dilakukan dengan bermain peran (role playing).


Menyelesaikan masalah dalam diri

Psikodrama merupakan dramatisasi dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan gangguan serius dalam kesehatan mental para partisipan, sehingga tujuannya ialah perombakan dalam struktur kepribadian seseorang.

Enggak sebatas untuk healing, ternyata psikodrma juga diakui sebagai metode strategi pembelajaran juga oleh  Depertemen Pendidikan Nasional.

Psikodrama digolongkan kedalam metode simulasi dan merupakan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplemetasi strategi pembelajaran.

Tuh kan tambah penasaranlah saya, gimana sih sebenarnya psikodrma itu.
Meski agak telat , akhirnya tiba juga di  markas Biro Psikologi Lentera Jiwa Palembang.

Diluar dugaan udah berkumpul banyak temen, yang antusias banget ikut sesi psikodrama. 

Setelah kenal- kenalan, dimulai deh sesi mengekplor diri dalam psikodrama.

Warm Up
Sebelum mulai bermain Mbak Diana S,Psi sutradara sesi psikodrama kami, meminta komitmen peserta  untuk aktif dalam permainan.


 Bermain Psikodrama itu tidak ribet

Cara bermain psikodrama, mirip – mirip  game yang biasa dimainkan waktu outbond gitu.

Peserta  berdiri dalam lingkaran,bersiap mengikuti instruksi sutradara.

Kami memerankan sesuatu dalam situasi yang diarahkan Mbak Diana.

Dalam psikodrama  kita bisa jadi apa saja yang melintas dalam imajinasi saat itu.

Waktu  Mbak Diana bilang situasi di kolam berenang, ada yang jadi air, orang berenang, aku jadi gelombang dan khayalan tingkat tinggi Selvi  membuatnya jadi Flamingo.


Selvy  The Flamingo 
Warming up dengan peran  sesuka hati ini, adalah ice breaker. Peserta jadi akrab, santai, dan terbuka  mengekpresikan diri.

The Action
Setelah bermain peran – perang ringan, Mbak Diana mengajak peserta memasuki sudut – sudut tersembunyi dalam hati.

Peserta bergantian berperan, sebagai sosok – sosok dari masa lalu. Ada yang berperan sebagai pemain utama dan pemain  pembantu yang  memperagakan masalahnya.


Eka  berekspresi dengan kuda- kuda 

Proses healing dimulai, dengan mengingat – ingat  sosok – sosok yang penting dimasa lalu. 

Mengungkapkan perasaan tentang konflik, kemarahan,agresi, perasaan bersalah dan kesedihan.

Aku sampe nangis sesegukan,karena teringat tidak  bisa mendampingi Ibunda, saat beliua menghembuskan nafas terakhir. 

Saudara – saudaraku yang lain bilang,kesedihan  aku itu terlalu lebay. Ibuku meninggal mendadak, tak lebih dari 3 jam setelah mengeluh sesak nafas.

Ibu tidak sakit atau memerlukan perawatan intensif.Jadi wajar saja, kalau aku  tidak berada di sampingnya saat itu.
Tapi perasaanku telah terluka,  aku merasa sedih dan bersalah.

The Sharing
Setelah aksi yang membangkitkan emosi dan menguras air mata, kita sampai pada babak berbagi.

Ini bagian yang paling asik mengomentari peran, dalam konteks masalah yang dihadapi pemeran utama.

Komentar sangat beragam, berdasarka gender,budaya dan pengalaman pribadi para komentator.

Sharing mengomentari peran yang dimainkan
Diskusi penting banget, untuk membuka wawasan dan menilai masalah dari berbagai sudut.

Selama ini  kita merasa  hanya kitalah, satu -satunya korban dari keadaan ini.

Dengan mendengar pendapat orang, kita bisa berempati pada orang yang ternyata juga adalah korban.

Dengan mendramatisasikan konflik-konflik batin, mereka yang bermasalah dapat merasa sedikit lega. 
Mengembangkan pemahaman (insight) baru yang memberinya kesanggupan untuk mengubah perannya dalam kehidupan yang nyata.

Kalau kamu merasa punya masalah yang gak selesai – selesai dengan orangtua, suami atau istri boleh deh ikutan sesi psikodrama di Biro Psikologi Lentera Jiwa.
Selain yang sudah aku ceritain diatas,manfaat terapi psikodrama itu banyak banget antara lain :
  • Manfaat katarsis atau melepaskan emosi.
  • Bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
  • Mendapat pengetahuan tentang  persoalan sosial psikologis
  • Memahami posisi orang lain dan memperdalam pengertian  tentang orang lain.
Bersama Team Konselor Lentera Jiwa Palembang

Tuh kan sekarang kalo punya masalah, gak usah curhat di medsos. 

Buruan deh hubungi Biro Psikologi Lentera Jiwa Palembang.
Dengan bantuan team Konselor lentera Jiwa, kamu bisa menyelesaikan masalahmu dan hidup sebagai pribadi baru yang lebih bijak.

Biro Psikologi Lentera Jiwa
Jl.Suka Bangun 1 – Perum Grand Mansion Palembang

Senin, 16 September 2019

Gadget Vs Anak



kelas Literasi Digital Sister net dan Blogger Crony Community Palembang

Kenal  dong sama  selebgram cilik , yang bernama  Gempi. Anaknya Gading dan Gisel.Tingkah lucunya di media sosial,ditonton ribuan orang setiap hari. Sekarang Gempita Noura Marten lebih ngetop, dari  Mama dan Papanya.

Belum lama  Gempi dikabarkan, mengalami ganguan mata. Gadis kecil  kelahiran 16 Januari 2015 ini, dinyatakan  minus dan sillindris.
Mama Gisel dan Papa Gading buka suara, katanya Gempi  terlalu  dekat menonton dan main gadget.
Gisel dan Gempi saat pemeriksaan mata

U la la diusia yang sebegitu muda Gempi sudah merasakan, dampak langsung dari  hobynya  bermain gadget.

Akutuh  punya  feeling  tahun – tahun kedepan, kasus- kasus begini   bakalan   sering terdengar. Enggak cuma soal ganguan mata tapi juga ganguan fisik dan mental ,disebabkan anak yang terlalu akrab dengan gadget.

Sekarang gadget adalah benda yang paling sering, dijadikan reward orangtua pada anaknya.

Diawali serbuan gadget – gadget murah meriah, diikuti munculnya aplikasi game on line dan media sosial. Sejak itu gadget  seperti  jadi kebutuhan pokok ke - 10.


Mbak Wawa Fajri dan nara sumber Tsurayya Syarif Zain, S.Pd.I., S.Psi., M.A 
Wardah Fajri-Owner Digital Kreativ Hub & Pendiri Bloggercrony Community bilang hidup diera digital begini rasanya gak mungkin deh, melarang anak  punya gadget.

Yang masih mungkin dan harus bisa kita lakukan, adalah meminimalisir  dampak  negatif gadget.

Sebagai ‘guru’ pertama anak peran Ibu sangat vital dan fatal bagi perkembangan fisik dan mental anak. Karena itu perempuan perlu dilengkapi, dengan informasi yang mendukung peran mereka sebagai Ibu.

Senada dengan Mbak Wawa,  Astri Mertiana - Sisternet Partnership Management XL Axiata,menyatakan Sisternet sejak berdiri tahun 2015 sudah berkomitmen untuk menyediakan ruang belajar bagi perempuan.

Astri Mertiana  asik berdiskusi dengan sister -sister blogger Palembang

Kelas literasi digital online dan offline yang diinisiasi Sisternet, diharapkan membuka wawasan perempuan agar siap mendidik  generasi net.

Ngomong – ngomong soal kelas literasi digital, Sisternet dan Blogger Crony Community ngadain Kelas Literasi Digital Parenting  khusus untuk sister – sister di Kota Palembang.

Event digelar Sabtu ( 14/09) di Logo House Fashion Food and Bar – JL. Talang Semut  Palembang.
Logo House Fashion Food and Bar – JL. Talang Semut  Palembang.

Tema kelas  asik banget, yaitu Kapan Anak Boleh Punya Gadget  Sendiri.
Sister – sister yang datang dengan dress code biru dan pink antusias banget,ngikutin event ini.

Gak cuma kita, ternyata Ferdinan Oktavian - Head of Sales XL Axiata  Greater Palembang juga excited banget hadir dievent ini. Sebagai orangtua ia merasa bertanggung  jawab, untuk memastikan gadget memberikan manfaat positif  bagi anaknya.
Peserta Literasi Digital Parenting di Palembang

Beberapa sister bahkan datang jauh – jauh dari Pulau Bangka,untuk mendapat tips dan trik dari narasumber kita Mbak Aya - Tsurayya Syarif Zain, S.Pd.I., S.Psi., M.A - Dosen, Konselor, Praktisi Pendidikan & Parenting.

Mbak Aya membuka kelas, dengan  menjelaskan karakteristik  Generasi  Net. Ada perbedaan karakteristik anak – anak generasi net, dengan generasi sebelumnya.

karakteristik generasi net pic pixabay
  • Cendrung Praktis / Speed
  • Love of freedom
  • Ambisius
  • Suka hal detail
  • Social Media
  • Percaya Diri
  • Recognition
Interaksi dengan gadget  mempengaruhi,  cara belajar dan mengajar anak zaman now. Teknologi  terbukti mampu memicu kreativitas   Generasi  Net. Bermunculan  milayder – milyader muda, yang berinovasi dengan teknologi digital.

Pengarug positif Gadget  docpic Pixabay
  • Media pembelajaran yang efektiv
  • Kesempatan berhubungan dengan komunitas positif
  • Pengayaan Kompetensi dan Kreativitas
Seperti dua sisi mata uang, gadget  juga punya sisi yang harus diwaspadai.
Menurut Mbak Aya selain ganguan mata  beberapa “ganguan lain” juga membayangi  anak yang kecanduan gadget .

  • Perkembangan motorik
Sebel memabaca tulisan anak, yang lebih mirip cakaran ayam ?
Coba deh diinget – inget, kapan pertama kali  ananda dipegangin gadget.
Balita yang  terbiasa memegang  gadget,akan mengalami hambatan dalam perkembangan motorik.

Gadget dengan layar sentuh, tidak memberikan rangsangan pada motork anak.
Tidak terlatih untuk memegang, mencengkram menumpukan tekanan atau mengkordinasikan jari untuk bergerak bersama.
  • Perkembangan kognitif
Perkembang kognitif adalah roses berfikir. Kemampuan individu  untuk menghubungkan, menilai dan atau mempertimbangkan suatu kejadian.
Kecerdasan kognitif berhubungan dengan kecerdasan,yang umumnya didapat dari pengalaman sehari – hari.
Karena sibuk dengan gadget,anak malas untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Ringkasnya anak- anak yang udah terpaku pada gadget, jadi tidak waspada terhadap lingkungan.
  • Perkembangan  Bahasa
Pemberian gadget pada anak dibawah usia 5 tahun, akan mengurangi rangsangan pada interaksi sosial. Berdampak pada  terhambatnya kemampuan  berbicara dan kurangnnya perbendaharaan kata.

For your information  Sisternet,  adalah  program CSR pemberdayaan perempuan dari XL Axiata. Modul pintar yang bermanfaat bisa di unduh di sisternet.co.id
  • Perkembangan Sosio Emosional
Sosio emosional adalah kemampuan  untuk berinteraksi dengan lingkungan dan bagaimana  menyikapi hal yang terjadi di sekitarnya.
Bermain gadget seperti melakukan komunikasi satu arah. Karena itu gadget menghambat perkembangan kecerdasan sosial dan emosional pada anak.
Kecerdasan sosial dan emosional penting untuk menimbulkan rasa empati, berbagi dan mampu mengendalikan diri dan emosi negatif.
  • Kurangnya Minat  Baca 
Gadget yang menyediakan gambar  warna dan dilengkapi suara pastilah lebih menarik dari buku yang  cuma berisi barisan huruf.
Semakin dini anak mengenal gadget, semakin kurang minatnya membaca buku konvensional.
  • Bingung Menentukan Identitas Diri Dan Orientasi  Seksual
Akses  pada tanyangan  yang  terkontaminasi  LGBT,akan mempengaruhi cara mereka mengidentifikasi  diri.
Terbiasa menyaksikan tayangan alay, membuat anak semakin permisif.
  • Resiko Cyber Bullying
Pernah dong baca berita anak dan remaja, yang bunuh diri  gegara gak kuat di bully.
Cyber Bulling  biasa  terjadi  pada anak yang amat aktif  tampil di media sosial.
Beberapa anak menanggapi secara serius, komentar – komentar yang mampir diposting mereka.
  • Sexthing
Sister M menceritakan hal,yang bikin hadirin terperangah. Beberapa hari yang lalu ia menemukan surat, dengan konten sexsthing di dalam tas sekolah anaknya.

Pernah dapet pesan  yang menjurus ke arah  aktivitas sex  atau kiriman foto/video  setengah  telanjang atau bugil beneran?  Itulah Sis yang dinamakan sexthing

Mulanya membuat atau menyebarkan, konten sexthing  buat lucu-lucuan aja. Semua jadi serius kalau kemudian, ada yang merasa dirugikan. Lebih parah lagi mereka akhirnya, kecanduan konten porno.
  • Terpapar Pornografi
Sama seperti  sexthing, konten porno grafi sekarang sudah semakin kreatif saja.
Konten  pornografi bisa tiba – tiba  muncul, sebagai iklan saat  buka situs  market place sempak dan BH.
Semakin sering dilihat, semakin  panasaran dan  akhirnya jadi ingin mencoba.
  • Rentan  Depresi
Puja – puji didunia maya bisa jadi candu. Beberapa selebgram mengaku depresi, saat  follower atau  Engagement  Rate mereka turun. Itu kalau sudah bener- bener jadi selebgram.
Sementara  bagi yang bermimpi jadi selebgram, realita  yang berbeda dengan  pencitraan diri mereka di media sosial bisa bikin stress berat.
  •  Membahayakan Zona Privasi
Anak – anak dan remaja belum  sepenuhnya  ngerti, apa yang wajar diketahui orang dan apa yang tidak.
Keluguan mereka dimanfaatkan untuk mendapat informasi, yang ternyata menjadi bumerang dikemudian hari.

Kelas literasi digital bersama Sister Net dan Blogger Crony Community  semakin seru disesi  tanya jawab. Sister – sister  bergantian mengemukakan masalah, yang mereka hadapi.

Mbak Aya menutup kelas, dengan meminta orang tua siap dengan konsekuensi yang harus dihadapi saat memberi gadget pada anak.

Ada beberapa point yang harus diperhatikan sebelum meminjamkan atau membelikan anak gadget.
Naura dan Mama yang semangat sekali mengikuti kelas digital parenting
  • Selalu Mengupgrade Diri
Orang tua wajib tahu dan mempelajari apa saja, yang sedang trending atau populer dikalangan anak dan remaja.
  • Menjadi Sosok Leader Bagi Anak
Memimpin anak menuju era digital dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
  • Selalu Mawas Diri
No body perfect, kita sebagai orang tua juga gak sempurna. Introspeksi, sadarikesalahan dan segera cari jalan keluar dari masalah tersebut.
  • Sebagai Role Model
Jangan cuma membuat peraturan, tapi berikan contoh apa dan bagaimana bijak mengunakan  gadget pada anak.


Pemberian  gadget  pada anak menuntut tanggung jawab pengawasan dari orang tua
  • Parenting yang efektif  membangun mentalitas dan karakter
Keluarga itu seperti team  sepak bola. Ada serangkaian trial and error, sebelum jadi team yang solid.
Temukan metode yang paling efektif untuk menggatasi persoalan anak VS  gadget dalam keluarga.

Haduh gak terasa waktu berlalu begitu cepat, masih banyak sister yang ingin bertanya. Semoga kelas literasi digital  bersama Sisternet dan Blogger Crony Community  bisa mampir lagi ke Palembang.

Masih banyak yang mau diobrolin bareng Mbak Aya, Mbak Wawa dan Mbak Astri tentang peran perempuan dalam mendidik generasi net.


Peserta kelas digital Palembang yang super antusias
Aku sharing sedikit pengalaman, memberikan gadget pada ananda.Ada beberapa point yang harus diperhatikan sebelum meminjamkan atau membelikan anak gadget.

Kebutuhan
Sesuaikan gadget dengan kebutuhan anak saat itu. Bila hanya diperlukan sebagai alat komunikasi, maka berikan gadget standar saja.

Waktu masuk SMP ananda dibelikan HP Nokia standar, yang cuma bisa sms dan telepon.
Karena kebutuhanya saat itu adalag gadget, sebagai alat komunikasi antar jemput sekolah.

Sanksi
Penting sekali untuk membuat kesepakatan do and don’t sebelum serah terima gadget.
Aku punya  cerita, tentang  sanksi – sanksian ini.

Waktu ananda  naik kelas empat SD, karena nilainya bagus sebagai reward  kami membelikanya  PS 2. 

Kesepakatan yang kami buat adalah :
1. Main PS setelah pulang sekolah, maximal  2 jam saja.
2. Tidak boleh main PS kalau nilai pelajaran hari itu kurang dari 7.

Karena sudah disepakati sejak awal, alhamdulilah tidak ada drama.
Kalau tidak bisa main PS, ananda mengisi sorenya dengan main  atau bersepeda keliling komplek bareng teman – temanya.

Pengawasan
Periksa gadget dan media sosial anak secara berkala. Pastikan semua applikasi yang ada disana masih relefan dengan usia dan pendidikan.



Kemarin aku menang banyak yak. Terpilih sebagai peserta yang datang paling pagi dapet tumbler, menang posting instagram dapet  kartu perdana dan voucer 100k dari XL

Menghindari Kecanduan  Gadget


Selain pengawasan,pembatasan waktu juga penting. Ajak anak melakukan aktivitas, yang lebih menarik dari sekedar memencet gadget.


Tak harus mahal atau pergi  jauh, cukup kegiatan sederhana di dalam rumah  atau halaman.Tentu saja dengan satu syarat, tinggalkan gadget dulu.


Anak - anak ini diasuh gadget, saat  Ibu mereka sibuk menjaga kantin 

Sekedar contoh aku pernah mengajak ananda ( 4), melihat rumput putri malu di  halaman tetangga. 
Saat pertama kali menyentuh daun putri malu, ekspresinya kaget dan girang banget. 

Pengalaman dan pengetahuan baru, ada tumbuhan yang bisa kuncup kalau disentuh.
Ada ribuan hal sederhana,yang kita anggap biasa banget. Ternyata bisa memberikan pengalaman yang lebih asik dari bermain gadget.

Belajar menjadi orang tua itu, tiada habisnya. Ada tantangan di setiap tahap perkembangan anak. Perlu kerelaan meluangkan waktu, untuk memberikan contoh baik pada anak saat mengunakan gadget.


Karena itu kita harus selalu up grade kemampuan sebagai orang tua.
Ada yang ingin berbagi pengalaman tentang anak vs gadget?  
Donasaurus-Palembang


Gawai sudah multi fungsi, sebagai teman dan baby sitter