Jumat, 30 November 2018

Tak Kenal Maka Terjerat Narkoba


sumber: BNN

Kita tuh kan orang baik-baik (sambil sisir-sisir poni) dan sebagai orang baik jangan sampe tau, segala macam barang haram macam narkoba betul gak ?

SALAH.
Sebagai orang yang ngerasa baik-baik, kita tuh perlu banget tahu. Ibarat kata narkoba ini maling, gak bakalan kirim pesan WA atau posting di IG kalau mau ngerampok. Selama ini kita tuh sebodo amat, sampai akhirnya keluarga dekat kita yang kena.Baru deh sibuk, tunjuk sana-sini menyalahkan orang lain.

Kilas balik dulu kita, di Oktober 2016 - Reza Arthamevia  yang melaporkan penasehat sepiritualnya, aak Gatot Brajamusti ke Polisi. Reza merasa sudah ditipu, dan gak tahu kalau aspat yang selama ini dicekokan padanya adalah narkoba. 


Foto pribadi bersama Reza . Waktu FFI di Palembang tahun 2014, sudah keliatan agak beda dari tampilanya dulu di TV.

Dari laman seleb.tempo.com, pengacara Ramdan Alamsyah, menerangkan  kliennya mengkonsumsi obat yang disebut aspat.
Menurut Ramdan,aspat adalah obat dari Gatot, yang dikonsumsi Reza ketika kurang enak badan.Singkat cerita, Reza tahunya aspat itu obat biasa yang dijual bebas bukan obat terlarang.

Ini Reza Arthamevia yang kita  bicarakan, perempuan dewasa yang well educated. Pergaulanya luas, temennya dari artis sampe presiden.
 Diriku sampe bengong,  are you kidding me  ...really – really  gak tau!
Mosok sih gak tau ........itu  obat  apa narkoba ?
 Tapi mungkin beneran awalnya Reza gak sadar,kalau dia dicekokin narkoba.

Heroin dulunya  diresepkan sebagai obat batuk
sumber:male.com

Disebut penyalah gunaan, karena emang awalnya (dan sampai sekarang masih) beberapa jenis narkoba itu digunakan dalam pengobatan. Eike baru tahu juga bro, heroin itu  hasil salah kejadian di laboratorium farmasi.

Sejarahnya tahun 1897 Felix Hoffman yang bekerja untuk Pabrik Obat Bayer (Jerman) bereksperimen, untuk menemukan varian baru obat batuk. Masa itu morphine, masih  diresepkan sebagai obat batuk (ini beneran loh).

Masalahnya kemudian, pasien jadi ketergantungan. Batuk gak batuk  terus aja, minum morphine. Felik Hoffman niatnya memproses morphine, menjadi codein yang lebih ringan dan gak terlalu bikin pasien ketagihan. U lala, setelah proses kimiawi  ternyata zat yang lahir adalah  heroin.

Efek pain killernya diklaim 1.5 sampai 2 kali lebih kuat dari morphine.Nah dijualah codeine aka heroin ini ,sebagai obat batuk. Dengan asumsi,codein lebih jinak dari morphine. Gile ternyata setelah proses kimiawi dalam tubuh mengembalikan heroin menjadi morphine. Dengen Efek narkotik, yang bikin candu juga(zenius.com)

PENTING  BANGET


sumber :stopnarkoba.com

Jangan kau kira, pil-pil,cairan dan serbuk  narkoba dijual bandar dalam kemasan seperti obat sakit kepala dan diare. Yang ada merek dagang,pabrik dan petunjuk pemakaian. Gak ada mereknya,gak ada namanya.Cuma yang  jual, yang tahu apa itu.

Di acara Forum Komunikasi Anti Narkoba Provinsi Sumatra Selatan  (7/11/2018), merasa mendapat pencerahan. Jhon Turman Panjaitan - Kepala BNN Sumsel  cerita panjang lebar soal narkoba,peredaran dan kendala memberantasnya.



 Blogger dan wartawan media on line ersama  Jhon Turma - Ika Wahyu dari BNN Sumsel 

Bro Jhon bilang, di desa - desa Sumatra Selatan narkoba dijual dengan menawarkan khasiatnya sebagai,suplement biar tetap fit.
Sebagai obat, kuat pria. Obat pelangsing,untuk buibu yang obesitas. Obat pinter,untuk pemuda dan mahasiswa  yang kesulitan belajar.

Bener juga,kalau ditawarin obat terus dibilang ‘ini narkoba’ emang situ mau makan ?
Satu-dua kali dicoba, kok badan jadi seger, nafsu makan berkurang,otak jadi tenang ngomong jadi lancar............ terus lanjuuuuuut mang! 
Setelah kecanduan dan  gak kuat beli, baru deh sadar bahwa dirinya  terjerat narkoba.

Beda Ketagihan dan  Ketergantungan

Dari zenius.net diriku mencermati  apa beda  ketergantungan dan ketagihan.
Adiksi – ketagihan  adalah keinginan, untuk melakukan sesuatu secara berlebihan. Misalnya  anak suka makan mie instan, dari pagi sampe malem maunya cuma mie instan doang.Ketagihan apapun bentuknya, kalau tidak direm bisa bikin masalah kejiwaan dan kesehatan. Untuk narkoba, ketagihan bisa berujung pada ketergantungan.

Stadium  ketergantungan, adalah kondisi tubuh yang sudah beradaptasi. Untuk mendapat  rasa kepuasan yang sama,dirimu harus mendapatkan LEBIH.

Sederhananya  tahun lalu belanja satu minggu satu kali, Buibu sudah happy banget. Tahun ini, belanja seminggu tiga kali baru rasa happy. Sampai akhirnya tiap hari belanja, belum juga happy.


sumber: bnn

Dalam pengunaan obat-obatan, ada istilah  drug tolerance.Ketergantungan obat yang muncul, ketika tubuh telah menyesuiakan diri dengan zat-zat aktif yang terkandung dalamnya.

Lama-lama tubuh akan kebal,terhadap efek obat. Jadi untuk mendapatkan efek yang diharap,dosis obat harus dinaikan /ditambah dari waktu kewaktu.

Efek horor dari ketergantungan narkoba adalah, akan timbul gejala negatif kalau lo secara tiba-tiba berhenti mengkonsumsi zat tersebut. Ini disebut sebagai withdrawal aka sakaw.

Sakaw serupa tapi tak sama

Eh bro tau gak sakaw itu, ternyata ada macem-macem.Bisa menunjukan gejala fisik atau ketergantungan yang menunjukan gejala psikologi.

Ketergantungan fisik efeknya pada badan. Cerita Andy pecandu putaw - ( residu Heroin)  pada detik.com, sakaw  karena putaw itu rasanya seperti digebukin orang sekampung.Badan sakit dan tulang mau rontok semua.

Sementara sakaw sabu, terlihat seperti ganguan tingkah laku. Efeknya  melibatkan emosi dan motivasi, misalnya depresi atau mood yang gak stabil. Pengen sesuatu yang teramat sangat, sehingga membuat gelisah yang juga amat sangat.

O ya mak, taukah dirimu kalau hampir semua kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dilakukan dengan suka,rela dan sadar. Banyak sih alasan, tapi secara umum terbagi dua.

Alasan Menggunakan narkoba

Coba-coba aja

Experimental Use, biasanya ABG yang jadi sasaran. Awalnya coba minuman oplosan, maupun ikutan isep-isep lem aja. 
Akhirnya mulai deh,coba-coba ganja,inex dan sabu dan teman-teman.Tujuanya simple banget, pengen tau rasanya atau biar dikagumi dan dibilang keren karena sudah berani pake narkoba.

Sejenak melupakan atau  Be something you not


                                                                                                                                            sumber: bnn

Berapa tahun yang lalu diriku  kepikiran,presenter itu energinya luar biasa. Dari pagi sampe subuh, pindah-pindah stasiun TV. 
Membawakan acara yang berbeda-beda, ngomongnya lancar. Masih kuat goyang sana-sini, pokoknya kayak gak ada matinya.

Ada juga,aslinya pemuda itu introphet eh kok bisa ya jadi artis. Main sinetron striping, mampu berdialog panjang di depan kamera. Bener deh, gak lama kedua -duannya  sudah sempat terjaring oprasi BNN.

Mereka ini yang secara sadar, memanfaatkan efek stimulan narkoba. Tujuannya,mendapatkan efek senang,tenang, semangat terus, rasa tidak kenal lelah, konsentrasi yang meningkat tajam, optimis dan percaya diri yang tinggi (kompas.com).

Gimana sih ciri pemakai

Untuk memastikan memakai atau tidak, tetap harus melalui pemeriksaan labor. Jangan, asal tuduh saja. Tapi jangan   juga berharap, pecandu bakal dengan suka rela mengakui. Secara kasat mata, hal-hal berikut salah satu  indikasi pengunaan narkoba.

Ganja: Penampilan jadi lusuh. Terlihat seperti ngantuk atau bangun tidur terus karena mata menjadi sipit .Seperti tak sadar, sedang melakukan apa atau berada dimana.Sering tertawa berlebihan, dalam obrolan yang biasa-biasa saja.

Putauw: Sering menyendiri di tempat yang kurang cahaya, sambil dengar musik. Jadi malas mandi ,karena selalu merasa kedinginan. Badan perlahan mulai kurus, gak seger gitu.

Inex atau ekstasi :  Amat aktif, suka bergaul dan keluar rumah. Langsung goyang, kalau mendengar musik house. Wajah terlihat lelah, kadang seperti orang ngantuk berat ( mata sipit).
Bibir kering dan pecah-pecah. Berkeringat, secara berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat. Menjadi tidak PD  dan langsung minder, setelah pengaruh inex hilang.

Sabu-sabu :  Keliatan terlalu bersemangat, gampang gelisah dan suka salah tingkah.Mata jelalatan, tetapi tidak berani menatap lawan bicara. Mudah curiga, paranoid terhadap orang-orang baru.Sensitive dan emosional. Selalu kepanasan dan berkeringat meski dalam ruang ber AC. (Tribun Pekanbaru/jauhinarkoba.com)

Singkat kate singkat cerite, stimulan narkoba dapat mempercepat ,kinerja jantung dan otak. Efek stimulan pada narkoba membuat pemakai, seperti memiliki tenaga eksta. 

Percaya diri dan optimisme berlebihan, yang bikin mereka mudah sekali mengobral janji-janji. Jadi mulai deh wasapada, kalau ada yang menjanjikan sesuatu yang kok to good to be true.

Zat-zat ini, amat mudah berubah bentuk dengan tidak mengurangi ‘khasiat’nya. Kemasan dan strategi pemasaran narkoba ini, semakin hari makin pinter saja.

Sabu cair

Sabu cair dan krystal ,sama-sama  mengandung zat psikotropik metamphetamine. Ekstraksi dari, kristal sabu padat. Bentuknya, mirip-mirip tawas atau bungkahan garam dan berbau tajam. Setelah dicairkan,dikemas seperti air minum dalam botol air mineral. Jernih, tidak berwarna dan berbau.

Ahli Kimia Farmasi BNN- Kombes Mufti Djusnir  menjelaskan, air  yang mengandung narkoba punya rasa yang berbeda dari air mineral maupun minuman ringan lainya. 

Bila minum air atau minuman ringan, haus akan hilang tapi setelah minum sabu cair tengorokan akan terasa amat kering.Karena kandungan methamphetamine  tidak menghilangkan haus, malah bikin dehidrasi dan haus. (Dilansir dari Liputan6.com)



Kue Kering dan Kue Basah

Mulai sekarang  emak harus hati-hati, kalau pesan brownis dan cookies secara OL. 
Pernah dong nonton berita penangkapan, penjual brownis dan kue kering yang mengandung ganja.

Gak terlalu aneh, karena dahulu ganja itu digunakan sebagai bumbu dapur. Jadi ditanam saja dihalaman, gak beda sama kunyit,jahe atau cabai.

Menurut testimoni pelanggan, brownis ganja ini efeknya lebih nendang dari pada merokok ganja. Setelah makan kue ganja, efeknya berhalusinasi dan gak sadar apa yang dilakukan. Pengaruhnya, bisa berlangsung selama 4 hari.


                                                                                                     sumber: bnn

Permen

Tunggu dulu, jangan panik. Emang  sering banget  ada berita soal permen-permen yang mengandung narkoba. Dan sudah  ada penangkapan, penjual narkoba yang disembunyikan dalam kemasan permen.

Tetapi pihak Badan Narkotika Nasional, tidak menemukan unsur kesengajaan dari pabrik permen resmi.
Narkoba yang terkandung dalam permen-permen itu, adalah oplosan. Dicampurkan oleh tangan-tangan jahil,setelah permen dijual kepasaran.


PENTING

šŸ’£Selain menimbulkan dampak sosial dan ekonomi juga dampak kesehatan yang mengerikan.

šŸ’£Kemungkinan terinfeksi HIV – AIDS  dan Hevatitis B.Ganguan saraf yang dapat menyebabkan buta, ganguan fungsi hati,ginjal dan paru-paru. 

šŸ’£Ganguan mental, tidak bisa fokus, sulit mengendalikan emosi,pada beberapa kasus penderita terjebak dalam halusinasi yang berkepanjangan.

Gimana  bersikap pada pemakai

Ika  Wahyu Hindaryati - Kepala Bidang Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Prov Sumsel, punya beberapa tips.

❤Support dari keluarga dan lingkungan amat mempengaruhi pemakai untuk lanjut atau berhenti mengunakan narkoba.

❤Untuk menghentikan ketergantungan,cari tahu dulu alasan mengapa ia mengunakan narkoba.Apakah karena pengaruh lingkungan,alasan pekerjaan,atau memang tidak tahu kalau ia diberi narkoba.

❤Perlu waktu dan kesabaran, karena biasanya penguna sudah tidak lagi peduli bagaimana awalnya sampai ia terjerat.

❤Hindari menujukan sikap, curiga dan menjaga jarak. Emang sih, sikap curiga dan waspada  kita beralasan. Mereka yang kecanduan jadi keras,kasar,suka berbohong dan kadang berani mencuri untuk membeli narkoba. 

❤Tapi sedapat mungkin, tunjukan perhatian dan rasa percaya.Semakin kita jauh, semakin mereka tengelam dalam jerat narkoba.

❤Introspeksi diri sebagai,orangtua,istri,suami atau keluarga siapa tahu masalahnya berawal dari dalam rumah sendiri.

❤Cari informasi mengenai fasilitas rehabilitasi narkoba  terdekat di kotamu.

Semakin banyak saja, alasan orang untuk mengunakan narkoba. Semakin hari semakin, mudah dan murah. Jangan tunggu sampai, maling masuk ke rumah. Cari tahu bagaimana modus oprandi mereka di lingkungan kita. Tidak ada istilah terlalu kecil, untuk mulai mengajarkan anak waspada dan bahaya narkoba. Indonesia sudah menyatakan,darurat narkoba***donasaurus


10 komentar:

Free exp mengatakan...

Waduh bahaya nih kalo sampai anak muda pada ketagihan. Kita harus berhati-hati dan pintar dalam membina mereka

Yani mengatakan...

Serem deh skrg narkoba jg masuk ke jajanan anak2 ya, kawatir klo mereka jd kecanduan :(

Tira Soekardi mengatakan...

sala satunya aku melarang keras anak alakiku merokok, krn dr rokok lebih mudah kena narkoba

Kartika Indah mengatakan...

Ya ampunn...luarbiasa perkembangan bentuk dari narkoba, harus update banget mengenai bentuk penyalah gunaan narkoba. Banyak sekali yg ga faham tentang narkoba (obat medis) jika obat medis ini disalahgunakan terutama anak2 efeknya akan menjadi ketergantungan. Setiap obat yang diresepkan yang di minum, wajib banget resep dari dokter..Apotik harus ketat kepada pembeli atau penebus resep.

donasaurus mengatakan...

Yub benar bro, jangan dikira sekali make terus bisa bebas begitu saja.Thanks sudah mampir

donasaurus mengatakan...

Betul sekali, sejak anak mulai bisa jajan sendiri kita mulai membekalinya dengan bahasa sederhana tentang jajanan yang mungkin bikin dia mabuk.thanks sdh mampir Yani

donasaurus mengatakan...

Meski perokok belum pasti jadi pecandu tapi dapat juga jadi jalan menuju narkoba thanks sudah mampir Tira

donasaurus mengatakan...

Betul sekali Mbak Tika, bandar ini makin pinter aja meyelipkan narkoba di makanan dan minuman yang gak kita kira sebelumnya.thanks sudah mampir.

Alma Wahdie mengatakan...

Duh, banyak akal oknum tak bertanggung jawab itu. Harus ekstra hati-hati nih. Eits, alma sipit tp bukan pemakai ye cik Hahhaaa

donasaurus mengatakan...

Betul, narkoba bahkan sudah masuk d desa yang listrik saja belum masuk.tetap waspada thanks sdh mampir