Rabu, 06 Februari 2019

Perempun Sejahtera Semua Sejahtera


                                                                                sharonang-pixabay

Event Report

Manusia super itu, adalah semua perempuan  yang tinggal di pedalaman nusantara. Sambil bekerja di ladang, tetap merawat anak dan bisa mengurus rumah tangga.
Buruknya infrastruktur di desa,membuat hidup perempuan serasa 100x lebih sulit dari perempuan kota. Supaya keluarga  bisa minum air bersih,  nenek berjalan berkilo-kilo  sambil mendukung jerigen air.
Sekelompok Mama, berjalan kaki setengah hari.Naik turun gunung, mendukung pisang dan ubi. Untuk ditukar dengan sebungkus garam dan sekilo  beras miskin, di kaki gunung Jaya Wijaya.

binadesa.com
Emak-emak di perairan Sumatra Selatan, harus menahan tangis. Melihat anak mereka kejang-kejang, merengang maut. Tidak tertolong, tidak ada fasiliats kesehatan terdekat yang bisa didatangi.

Tidak tersedia akses jalan dan jembatan, yang cepat dan murah. Dari desa menuju, fasilitas kesehatan dan pusat perekonomian.Hal-hal macam begini,tidak pernah melintas dipikiran mereka yang segalanya just a call away ( tinggal telpon saja) dari segala fasilitas.

Infrastruktur dasar seperti jalan,jembatan dan  pasar menjadi faktor yang selama ini diabaikan. Dianggap sepele tetapi terbukti, mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Jalan rusak, atau bahkan tidak ada jalan dan jembatan  sama sekali.
Menyebabkan hasil bumi dan hasil karya dari desa, tidak bernilai ekonomis. Harga jual tidak sebanding, dengan ongkos transport. Demikian pula harga barang konsumsi dan  bahan produksi di desa, menjadi lebih tinggi karena masalah transport.

Membangun Indonesia dari pinggiran

Senin 4  Februari 2019, diriku diundang menghadiri Diskusi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa di SumSel.

forum merdeka barat.com
Event ini diselengarakan Diskominfo, Kantor Staf Presiden dan  Forum Merdeka Barat (FMB). 150 media cetak,on line, blogger dan  Vlogger yang hadir di Griya Agung. Mendengarkan paparan  dari nara sumber , Anwar Sanusi (Sekjen Kemendes), Anis Saggaf ( Rektor Unsri) dan Mawardi Yahya ( Wagub SumSel).

Dana Desa

Siti Meiningsih – Direktur Pengelolaan Media ( Diskominfo ) membuka diskusi, dengan mengurai apa itu Dana Desa. Dana desa adalah program pemerintah pusat,guna meningkatkan produktifitas masyarakat masyarakat desa.

Gambaran  desa-desa di Indonesia adalah suatu daerah terisolir dan miskin. Desa yang  masuk kategori ini, ribuan jumlahnya.
Untuk hidup yang lebih baik, perempuan dan remaja desa pergi ke kota. Rela menjadi pembantu rumah tangga bahkan PSK.  Demi anak –anak, bisa makan dan terus sekolah. Akhirnya, mereka menjadi masalah sosial, ekonomi dan lingkungan di kota.

 Kemendes PDT dan  Transmigrasi 

Tekad membangun desa, kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani,sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan program Nawacita.
Membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.Yang tujuan akhirnya, memeratakan kesejahteraan dan mengurangi masalah sosial di perkotaan.
Mengurangi kesenjangan antara desa dan kota dilakukan dengan mempercepat pembangunan desa.Membangun keterkaitan ekonomi lokal, antara desa dan kota melalui pembangunan kawasan perdesaan yang bersinergi dengan kota disekitarnya.

Pembangunan perdesaan,sesuai amanat uu no. 6 tahun 2014.Ditujukan untuk meningkatkan,kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
Caranya dengan mendorong pembangunan, desa-desa mandiri dan berkelanjutan. Yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan – www.presidenri.go.id

Perempuan Mengelola Dana Desa

Desa saat ini memiliki kemampuan, untuk mengembangkan diri. Melakukan pembangunan secara mandiri, dengan memanfaatkan dana desa.
Setelah infrastruktur seperti jalan, jembatan, pasar dan fasilitas dasar lainya tersedia. Sekarang saatnya mulai memberdayakan ekonomi masyarakat desa.

Melibatkan perempuan dalam perencanaan dan pengelolaan  dana desa  adalah keharusan.Perempuan di desa itu, harus didengar suaranya.

Pada Permendes Nomor 5 Tahun 2015 disebutkan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa untuk pembangunan Desa harus memenuhi empat prioritas utama yaitu
·       Pemenuhan kebutuhan dasar
·       Pembangunan sarana dan prasarana Desa
·       Pengembangan potensi ekonomi lokal
·       Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

 Kemendes PDT dan  Transmigrasi 

Dalam perkembanganya dana desa dapat digunakan untuk :
·       Membangun fasilitas kesehatan
·       Sarana MCK
·       Perbaikan gizi anak
·       Membentuk Bumdes- badan Usaha Desa

Menurut Badan Pangan Dunia PBB, FAO. Di seluruh dunia kemiskinan melanda terutama daerah pedesaan dan perempuan.– www.DW.com
Jika  saja perempuan desa, punya modal yang sama seperti rekan laki-lakinya. Maka mereka bisa membebaskan 150 juta orang, di seluruh dunia dari kelaparan.
Intinya, pembangunan pedesaan hanya bisa dimulai dengan memberdayakan perempuan. Jadi saat perempuan sejahtera, semua akan sejahtera.

 Pusat penelitian Pangan - UNSRI

Perempuan di desa, dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berbasis sumber daya alam.
·       Membuat trobosan dengan memulai budidaya atau peternakan sekala kecil.
·       Membuat produk olahan dari sumber daya alam yang banyak terdapat di desa.( selai buah, ikan asin, kripik jamur)
·       Membuat produk kerajinan yang multi guna  dengan bahan dasar yang terdapat disekitar.

Dana desa yang sudah dimulai digulirkan tahun 2014, efektif meningkatkan. outcome SDM dan perekonomian daerah.Secara khusus dana desa berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Seperti meningkatkan pendapatan perkapita dan menurunkan kemiskinan. Yang perlu diperhatikan pada keterlibatan perempuan dalam  pembangunan ekonomi  desa. Bagaimana mengelola usaha secara profesional misalnya :
·       Dimulai dengan memisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi.
·       Pengetahuan teknis produksi yang memenuhi standar kesehatan.

Melakukan pemasaran lewat on line dan media sosial

 pexels-pixabay

Penting sekali,bagi penggiat usaha dipedesaan untuk belajar on line marketing. Pemasaran on line mempermudah, komunikasi yang terkendala ruang dan waktu. Memangkas biaya trasnportasi, mempermudah interaksi dengan pelanggan dari seluruh dunia.

Sehingga Bumdes – desa terpencil di kaki Gunung Dempo dapat bernegosiasi dengan,eksportir kopi dari Singapura.

Bantuan langsung ini, menuntut tanggung jawab. Secara moral dan kejelasan administrasi , dari perangkat desa dan masyarakat pengguna. Karena berpungsi sebagai kail, dana desa tidak akan tersedia terus menerus. Karena itu,perangkat desa bisa minta pendampingan  bagaimana membuat perencanaan dan mengunakan dana desa. Sehingga berhasil guna dan berdaya guna dalam jangka panjang.***

#fmb9  #pembangunanSumSel  #kerjakita  #bikinindonesiamaju



6 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Bagaimana pengelolaan dana desa di sumsel sendiri? Apakah sudah terbentuk perempuan desa yg mandiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. perempuan desa tergabung dalam badan usaha milik desa yang juga mengelola UKM

      Hapus
  4. Semoga dana desa bisa dikelola dgn baik untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di deaa2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga demikian demi kesejahteraan masyarakat desa. thanks sdh mampir Bu Rita

      Hapus