Juli 01, 2022

Peran Ayah Dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak


apa saja yang harus dilakukan ayah untuk mendidik anak

Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi

Sepulang sekolah Tejo  (9 tahun)  terlihat senang bercampur bingung. Ini hari pertama  belajar di sekolah,setelah berbulan-bulan belajar online. Sambil makan  siang Tejo cerita. Ada banyak yang berubah,tak hanya suasana sekolah , tapi juga teman-temannya.

Anak  itu cekikikan waktu teringat, ia hampir tak mengenali  Farel. Teman sebangkunya  yang  tiba-tiba jadi lebih besar  dari terakhir  mereka bertemu. Ternyata  kurang  aktivitas fisik dan pola makan yang berubah, membuat  Farel  jadi obesitas.

Pembatasan sosial (  Social Distancing ) yang hampir dua tahun di berlakukan. Tidak  hanya membuat Tejo bingung dan Farel  kelebihan berat badan. Tapi  secara umum  juga  mempengaruhi  perkembangan  fisik dan psikologis anak-anak.

Sementara kita tahu, untuk  merangsang tumbuh kembang  optimal. Anak –anak memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan.

faktor yang mempegaruhi perkembangan sosial emosional anak

Terus, gimana dong  cara kita untuk mendukung  tumbuh kembang anak dimasa transisi setelah  pembatasan sosial?

Nah,dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional 2022,Danone Indonesia mengadakan webinar.Event  parenting bertema  Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi.

Pakar dan praktisi yang urun rembuk mengupas tema ini adalah dr. Irma Ardiana, MAPS Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, dan Ibu Inspiratif FounderJoyfulParenting 101 Cici Desri.

narasumber webinar nutrisi untuk nusa

Kalau ngobrolin soal kecerdasan sosial dan emosional,ternyata  gaya pengasuhan orangtua jadi faktor yang amat menentukan.Seperti yang diterangkan dr.Irma , bahwa  gaya  pengasuhan  mempengaruhi perkembangan kognitif,emosional,dan sosial  anak.

Setiap  tipe pola asuh,menghasilkan anak dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial yang berbeda.Karakter anak yang terbentuk dari pola asuh,akan terus melekat sampai anak dewasa.

Yang  sudah jadi orangtua pasti mengerti, sulitnya untuk konsisten  menerapkan pola asuh  yang ideal. Hambatan bisa disebabkan  tidak adanya komunikasi   antara ayah dan Ibu. Mengenai pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.

Nah,kalau selama ini karena kesibukan,Ayah jadi jarang berinteraksi dengan anak. Kebijakan Work From Home yang diberlakukan selama pandemic.Dapat dijadikan momen untuk memulai pola asuh kolaboratif. Ayah  dapat  aktif  berperan menciptakan suasana rumah, yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.

Tentu saja tidak ada ada lelaki, yang langsung  terampil mengasuh dan mendidik anak.Kompetensi  didapat,dengan bersedia meluangkan waktu  untuk  learning  by doing.

Langkah pertama untuk memulai  pola asuh kolaborasi,adalah mengetahui tahapan tumbuh kembang dan apa saja yang diperlukan dalam tiap tahapan.

Pahami  Proses  Tumbuh Kembang Anak

Masalah dan kerepotan dalam membesarkan anak pasti  terjadi.  Sebab itu Ayah memang harus  membekali diri, dengan pengetahuan  dasar  tumbuh kembang anak.Kabar baiknya,  informasi mengenai tahapan tumbuh kembang  anak, sangat mudah didapat.

Salah satu sumber  referensi   terpercaya adalah laman media sosial  Nutrisi  Untuk Bangsa atau kunjungi  website  Nutrisi Untuk Bangsa  

Tidak perlu khawatir dengan istilah medis yang  ruwet. Informasi yang disajikan Nutrisi Untuk Bangsa menggunakan bahasa sederhana  yang mudah dipahami.

Pola Asuh Kolaborasi

Menurut dr. Bernie  Ibu dan Ayah mempunyai peran yang berbeda dalam mengasuh anak.Jadi fokus utama pola asuh kolaborasi  adalah kerjasama yang saling melengkapi. Nah,berikut berapa  langkah untuk memulai peran ayah dalam optimalisasi tumbuh kembang anak

Menjadi  Contoh

Anak-anak  merupakan peniru ulung.Semakin besar anak,semakin besar pula  pengaruh lingkungan.Cara terbaik  mengurangi pengaruh buruk lingkungan. Ayah bisa mulai sedini mungkin memberi contoh,kebiasaan baik  yang ingin diterapkan dalam keluarga. Kesabaran dan konsistensi,sangat penting dalam proses pembentukan karakter.

Menjadi Teman

Sudah tidak zamanya mempertahankan imej  Ayah, sebagai sosok  yang menakutkan bagi  anak.Kembangkan  interaksi  yang akrab, membuat anak merasa aman dan nyaman bersama Ayah. Bangun komunikasi dua arah, terbuka, dan saling menghargai.

Koreksi dan Apresiasi

Ibu yang lemah lembut,biasanya tidak  tega melakukan ‘koreksi’ saat anak melakukan kesalahan. Ayah bisa  mengambil  peran ,untuk mengembalikan anak  ke jalurnya. Beritahu apa yang salah,dan bagaimana yang benar.Jangan lupa, segera berikan apresiasi,bila mereka sudah bersikap baik.

pola asuh yang diterapkan dalam keluarga

Quote Ki Hajar Dewantara, ‘Setiap Orang Menjadi Guru,Setiap Rumah Menjadi Sekolah’. Pas sekali  untuk mengambarkan, peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.Ayah dan Ibu adalah inisiator dalam menjadikan rumah, sebagai  tempat  belajar yang  ramah dan menyenangkan untuk anak*****donasaurus 2022

Connect