-->

Kamis, 22 April 2021

Bagaimana Mendampingi Anak Transgender

 

donasaurus.com

 Transgender dan Keluarga

Transgender sangat memerlukan keluarga, lebih dari anak - anak lain. Transgender yang mengikuti konseling  bersama dr.Renata dan Dr. Errol menyatakan, mereka akan kuat menghadapi segala cobaan, asalkan keluarga  menerima mereka. 

Sebelum melanjutkan obrolan, aku mau kasih tahu yang belum baca bagian pertama, biar gak gagal paham silakan mampir dulu ke sana

Cinta Tanpa Syarat

Dr.Renata menjelaskan, orangtua dan keluarga, adalah benteng bagi anak. Riset membuktikan remaja LGBT, yang mendapat support keluarga mempunyai kemungkinan lebih besar, untuk menjadi orang dewasa, yang bahagia,sukses dan sehat secara mental.

Kerjasama Antar Keluarga

Bukanya mau sok – sok baek atau gimana, tapi kamu pernah ngebayangin, bagaimana hidup kawan – kawan  transgender? 

Nyaris seumur hidup mereka, ditolak,dilecehkan,dibully,bahkan dikriminalisasi.

Kalau mereka bisa memilih,mereka juga enggak mau jadi transgender - Reggy Lawalata

Idealnya setiap orangtua,dengan anak transgendar menjadikan  rumah, sebagai tempat perlindungan paling aman.

Seperti yang dr Renata bilang,dukungan keluarga adalah, sumber semangat hidup mereka.

Ajaklah anggota keluarga, yang tinggal satu rumah  menjadi bagian dari team sukses.Kita tidak perlu sok jadi, dokter ,atau psykolog,atau ahli prilaku transgender. Yang mereka perlukan, hanya perlakuan yang sewajarnya.

Support  Untuk Transgender

Untuk menunjukan kamu peduli,Dr Errol menyarankan  bentuk dukungan berupa:

  • Hindari kata – kata,dengan konotasi mengejek. Misal memberi nickname bencong, banci, kaleng dan sejenisnya.

  • Jangan pula menyindir,perbedaan dan keterbatasan mereka.

  • Berikan mereka kesempatan yang sama, seperti adik atau kakaknya yang ‘normal’

  • Hargai usaha mereka dan bantu  mengembangkan bakat, yang mereka miliki. Transgender yang mandiri secara finansial, akan lebih dihargai masyarakat.

  • Berikan pembelaan dan perlindungan, saat  mereka minta ataupun tidak.

Reggy dan Mario Lawalata, adalah contoh baik keluarga yang full support.  Mereka berperan besar mendukung  Oscar, untuk mandiri dan percaya diri.

Reggy  sebagai ibu tidak menyerah begitu saja, pada stigma negatif transgender. Ia mengarahkan,mengakomodir,dan mengiringi,setiap keputusan yang diambil Oscar. Mario sebagai adik, yang notabene adalah lelaki normal, selalu berusaha  menguatkan, memberi semangat,dan melakukan pembelaan.

Indikasi  Sudah Terjadi  Bullying 

Transgender diseluruh dunia, adalah  sasaran bullying. Ada saja yang bisa, dijadikan olok – olok dari mereka. Bullying  dengan kata – kata, kontak fisik seperti pukulan, atau pelecehan, yang ditujukan secara sengaja, untuk menyakiti fisik dan mental.

Dr Errol dan dr Renata,merangkum hal – hal, yang dapat dijadikan petunjuk, bahwa anak sudah mengalami bullying.

  • Perubahan Prilaku

Misalnya Buyung yang selalu ceria, jadi murung dan males keluar rumah. Jadi lebih sensi,mudah marah.

  • Masalah disiplin dan Tingkah laku

Tiba- tiba dapet surat, atau dijapri bu guru. Buyung marah dan menonjok muka temanya.Mungkin itu tindakan bela diri, karena ejekan temannya sudah keterlaluan.

  • Prestasi Menurun Dan Bolos Sekolah

Jadi males belajar, males berangkat les, bahkan bolos sekolah. Jangan buru – buru marah, coba cari informasi. Ada  kejadian apa disekolah,yang bikin buyung trauma.

  • Menghindar dari temana atau tempat tertentu

Perhatikan  kalau mereka, seperti sengaja menjauh dari seseorang atau tempat tertentu. Sudah terjadi sesuatu, yang membuatnya merasa tidak nyaman .

Kumpulkan   informasi dan bukti perundungan

Curiga ada yang tidak beres, segera  tanya. Dengarkan penjelasan,  jangan tunjukan emosi yang berlebihan.  Beri support dengan pelukan , dan  kata – kata yang menenangkan.

Dokumentasikan  bila  menemukan, tanda kekerasan di badan. Komen – komen  tak berahlak di media sosial, juga termasuk kategori perundungan.

  •  Hubungi Guru

 Pada Lizia Djaprie . Psikolog Klinis  ( kanal  youtube  Orami)  Oscar  bercerita,  tentang  bullying  yang diterimanya di sekolah.

 Hari – hari pertama  naik kelas, atau pindah sekolah, adalah moment paling menegangkan. Ia cemas memikirkan  reaksi  orang,  yang baru dikenalnya. Oscar mengaku pernah berantem di sekolah. Anak yang lembut ini terbakar emosi, karena   perundungan  yang sudah sangat keterlaluan.

Begitu mendapat bukti, adanya perundungan. Jangan  pula ujuk - ujuk datang, dan marah - marah di sekolah. Sebagai orangtua, kita juga pernah  sekolah. Dari pengalaman  kita belajar, kadang  wali murid juga guru sering  lebay.

Masalah yang bisa diselesaikan dalam senyap, malah jadi heboh dan melebar kemana - mana. Sadar atau tidak ini  berakibat buruk, pada mental dan kehidupan sosial anak.

Saat datang  untuk mengadukan perundungan, idealnya sudah  ada bukti. Alat bukti, akan memudahkan guru bertindak. Ingatkan pihak sekolah, untuk bertindak sewajarnya.  Alih- alih menyelesaikan masalah, pengerundungan  malah makin menjadi.

Pada tahap ini, peran orang dewasa ( orangtua, keluarga dekat,guru) akan sangat vital. Respon kita akan  memberi dampak, jangka panjang pada mereka.  Bisa jadi lebih baik atau malah lebih buruk.

Siapkan  Mental Baja

Rela tak rela  bullying,  akan  terus  terulang  seumur hidup.  Anak  harus   bisa menjaga dirinya, saat di luar jangkauan orangtua. Secara bertahap, mulai menyiapkan mental mereka.

  • Katakan dengan  jujur, kalau mereka berbeda. Perbedaan yang  selalu, akan jadi  kontroversi. Cari moment yang pas, untuk berbincang soal  ini.

  • Belajar bersikap masa bodoh.Tidak semua ejakan, perlu ditanggapi.Tapi sesekali, perlu  melakukan perlawanan  keras, untuk membuat kapok para perundung. Support mereka, untuk ikut kelas bela diri.

  • Ingatkan mereka  untuk  mewaspadai orang – orang, yang mungkin  berniat mengambil keuntungan dari kondisi mereka.

Saling Menghargai

Menerima mereka  apa adanya, bukan berarti mereka bisa bertindak semau gue. 

 Oscar  bilang, tanpa  berdandan aneh – aneh  saja,  transgender  sudah menarik perhatian orang. Tingkah polah yang  lebay, akan memancing  reaksi negatif dari lingkungan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tata krama dan sopan – santun, tidak mengenal jenis kelamin.Tegaskan batasan – batasan, yang keluarga  inginkan.

Beri masukan, kapan dan dimana tempatyang aman  mengekspresikan diri. Buat kesepakatan, dikesempatan apa mereka harus menahan diri.

Jangan lupa berdoa

Jangan  jadikan  doktrin surga-neraka,untuk menakuti mereka. Dari pada berdebat soal pandangan agama  tentang transgender, lebih baik percaya semua bisa  terjadi, atas kehendak Tuhan. Tuhan juga mendengar doa transgender. Ajarkan dan ingatkan, untuk berdoa minta perlindungan,dan petunjuk  kepada Tuhan.

donasaurus.com

Pengalaman  Reggy  membesarkan Oscar, tidak semudah membalik telapak tangan. Ada masa penuh emosi dan air mata. Tapi apapun yang terjadi, jangan tinggalkan mereka. Dampingi mereka untuk  maju, berani dan kuat melewati semua rintangan.

Dokter Renata Sanders berpesan, perlu waktu, pengetahuan, dan kerendahan hati, orangtua  untuk membesarkan anak transgender. ***donasaurus.com

Rabu, 21 April 2021

Belajar Transgender Parenting dari Reggy Lawalata

donasaurus
Dulu, seorang reporter infotaimen, meminta pendapat Reggy  Lawalata tentang Oscar yang berpenampilan berbeda.

Dengan  tegas  (dan agak keras )  menyatakan, dia  tidak ……sama sekali tidak menyesali ….. anak lelakinya, Oscar Lawalata  tumbuh menjadi  begitu feminim.

Dan.......dipenghujung  2020, media ramai memberitakan, Oscar  Lawalata memperkenalkan   nama  barunya - Asha Smara Darra.

Tidak ada  konfirmasi, tentang ganti kelamin. Hanya secara tersirat Mama Reggy mengkonfirmasi,  Oscar  telah menjadi  perempuan.

Keberanian  Reggy  dan Oscar, untuk bercerita di  kanal The Lawalatas – Untold Story (upload-  Agustus 2000), patut diacungi  jempol. 

Kamu yang pro, atau kontra,  atau  aku yang  enggak  tahu,mesti bilang apa soal LGBT. Kita belajar bersama, tentang  transgender, dari  pengalaman  mereka.

Sebab peingkaran atas  eksistensi mereka di kemudian hari, akan jadi masalah personal dan sosial, bagi seluruh masyarakat.

Transgender Karena Faktor Biologis

Salut, beneran   salut  sama Mama Reggy. Dengan segala keterbatasan, perempuan ini selalu  all out  mendukung   anak. 

Kita belajar dari Mama Reggy,  bagaimana bersikap  bodo amat ama omongan  orang. Energinya fokus pada, bagaimana membesarkan anak transgender,  yang bahagia dan sukses.

Difinisi  transgender  :Transgender merujuk pada orang-orang, yang identitas gendernya berbeda, dengan alat kelamin, yang mereka dapatkan saat lahir. Identitas gender, adalah perasaan internal dan pribadi seseorang, tentang menjadi pria atau wanita. Hal ini meliputi perilaku, ekspresi,dan segala hal yang menyangkut identitas seseorang.

Mendengar  cerita perjuangan  keluarga Lawalata, aku jadi tertarik untuk tahu lebih banyak, tentang  transgender. Mencari jawaban kenapa  kita, sering gagal paham tentang mereka.

Setelah  brozing sana - sini, aku ngumpulin banyak info menarik, seputar parenting transgender. Salah satunya berjudul Tips for Parent of  LGBT  Youth. Ditulis  Dr. Renata Arrington  dan Dr. Errol Field , di laman  hopkinsmedicine.org. Karena lumayan panjang, aku bagi menjadi dua artikel.

Menurut  dr Renata dan dr.Errol, sangat jarang ( hampir mustahil), anak pra remaja  dan remaja mengakui, kalau mereka merasa berbeda.

Seperti pengalaman  Reggy, yang  galau melihat Oscar terlihat  beda. Anak sulung itu, lebih kemayu, dari  adiknya - Mario.  Dalam kegalauannya Reggy,  sempat melakukan berbagai cara,untuk  ‘meluruskan’ Oscar.

Bertahun – tahun  mengingkari dan mencoba, mengubah Oscar  jadi lelaki sejati. Semua zhonk, Oscar  tidak  berubah sedikitpun.

Dalam kesal dan kecewa, Reggy  sempat marah besar . Perang dingin, yang berujung  tangis – tangisan. Reggy  tak kuasa menahan air mata, waktu  Oscar bertanya, Mama kenapa  aku berbeda?  

Pertanyaan  yang tidak mudah dijawab, oleh orangtua manapun.

Ada banyak teori mengenai, bagaimana  terjadinya transgender. Kali ini  kita ngobrolin  transgender, karena  faktor  biologis. Biar jelas , aku  kutip sedikit  artikel  dari laman Halodoc.com, soal  kromsom Y dan X.   

Lelaki normal hanya memiliki  satu kromosom  X  dan satu  kromsom Y. Nah  pada kasus  transgender, mereka  terlahir  sebagai  lelaki, tapi memiliki  dua kromsom X.

Kondisi  genetik menyebabkan seseorang secara  jasmani  lelaki, tetapi secara rohani  ia merasa  dirinya perempuan.  Analogi yang sering digunakan, adalah mereka   perempuan yang  terjebak dalam tubuh laki – laki.

donasaurus.com
Pemeriksaan kromsome dapat dilakukan, untuk memastikan gejala yang terlihat

Menyadari Anak Lelaki Yang Feminim

Orang tua dan keluarga  sering,  jadi yang  paling akhir ‘sadar’,  bahwa  ada bibit transgender,  dalam lingkaran mereka.

Bisa jadi , lantaran  tinggal serumah, membuat keluarga  kurang  peka. Baru ribut,setelah ada  kejadian, yang  bikin heboh.

Sebagai  awam,  kita  tidak punya pengetahuan, untuk  memahami pertanda awal, bahwa mereka  berbeda. Pengalaman Reggy  yang masih  belum sadar, bahkan setelah mendapat  kode keras dari Oscar.

Seperti  Oscar Lawalata, yang  mempertanyakan jati dirinya.  Waktu kecil mereka,  yang  kelebihan  kromsom X , juga belum  tahu  apa, yang terjadi pada dirinya.

Aku  masih ingat  3 kawan lelaki , yang  terlihat kemayu  sejak sekolah dasar. Yup,mereka terlihat lebih nyaman bermain, bersama  kawan perempuan.

Gesture dan  tutur katanya, cewek banget. Parahnya, mereka  sudah  bergelar  bencong, sebelum hatam SD.

  • Dengarkan  Cerita Mereka

Sama seperti tips parenting lainya, komunikasi menjadi kunci. Orangtua disarankan, untuk membagun komunikasi, yang sehat dengan anak sejak kecil.

Dimulai dengan pertanyaan sederhana, misal :

Tadi main apa?

Tadi main sama siapa?

Di sekolah tadi belajar apa?

Di sekolah  lagi musim mainan apa?

Aktif bertanya, tapi jadilah pendengar yang baik. Dengarkan dengan seksama, jawaban mereka. Karena bisa jadi petunjuk, ke arah yang luar biasa.

  • Memahami Situasi dan Kondisi Real Time

Ada Ayah yang emosi,liat ucok  main boneka. Ada juga Mamak yang jadi galau, ngeliat Buyung lebih seneng main,sama anak perempuan.

Wait, kalau ada tanda – tanda yang tidak biasa,jangan buru – buru panik. Perhatikan sebenarnya, apa yang sudah terjadi. 

donasaurus.com

Bisa saja,setelah diperhatikan,sama sekali enggak ada hubunganya, dengan soal transgender.

Boneka adalah satu – satunya mainan, yang Ucok punya. Coba kalau ada mobil atau robot – robotan, dia akan meninggalkan bonekanya.

Haduh,ternyata  temen-temen Buyung, yang lelaki pada nakal dan sering memukul.Pantesan,Buyung enggak suka, main sama mereka.

Jikalau itu dan ini sudah dicoba,tapi prilaku mereka semakin berbeda gimana dong?

Dokter Renata mengerti,banyak orangtua yang salahpaham, tentang transgender dan orientasi seksual.Setelah menyadari,kemungkinan ada transgender dalam keluarga. Baiknya ayah dan ibu, melakukan konsolidasi.

Dari pengalamanya memberikan konseling bagi orang tua, dan anak transgender,dr Renata membuat panduan. 

Memulai Transgender Parenting

  • Terima kenyataan,ini bukan sementara. Mereka akan selalu jadi berbeda, sepanjang hidupnya.
  • Transgender(karena faktor biologis) bukan penyakit. Karena sudah dari’sononya’tidak ada,yang perlu diobati.
  • Stop,mencari – cari siapa yang salah.Terimalah mereka,apa adanya.

Hei masih banyak tips, yang penting untuk orangtua transgeder.Seperti bagaimana mencegah dan menghadapi, perundungan pada  remaja transgender. Kita lanjutin obrolan di bagian ke dua artikel ini ***donasaurus.com

Jumat, 30 November 2018

Tak Kenal Maka Terjerat Narkoba


sumber: BNN


Kita tuh kan orang baik-baik (sambil sisir-sisir poni) dan sebagai orang baik jangan sampe tau, segala macam barang haram macam narkoba betul gak ?

SALAH.
Sebagai orang yang ngerasa baik-baik, kita tuh perlu banget tahu. Ibarat kata narkoba ini maling, gak bakalan kirim pesan WA atau posting di IG kalau mau ngerampok. Selama ini kita tuh sebodo amat, sampai akhirnya keluarga dekat kita yang kena.Baru deh sibuk, tunjuk sana-sini menyalahkan orang lain.

Kilas balik dulu kita, di Oktober 2016 - Reza Arthamevia  yang melaporkan penasehat sepiritualnya, aak Gatot Brajamusti ke Polisi. Reza merasa sudah ditipu, dan gak tahu kalau aspat yang selama ini dicekokan padanya adalah narkoba. 


Foto pribadi bersama Reza . Waktu FFI di Palembang tahun 2014, sudah keliatan agak beda dari tampilanya dulu di TV.

Dari laman seleb.tempo.com, pengacara Ramdan Alamsyah, menerangkan  kliennya mengkonsumsi obat yang disebut aspat.
Menurut Ramdan,aspat adalah obat dari Gatot, yang dikonsumsi Reza ketika kurang enak badan.Singkat cerita, Reza tahunya aspat itu obat biasa yang dijual bebas bukan obat terlarang.

Ini Reza Arthamevia yang kita  bicarakan, perempuan dewasa yang well educated. Pergaulanya luas, temennya dari artis sampe presiden.
 Diriku sampe bengong,  are you kidding me  ...really – really  gak tau!
Mosok sih gak tau ........itu  obat  apa narkoba ?
 Tapi mungkin beneran awalnya Reza gak sadar,kalau dia dicekokin narkoba.

Heroin dulunya  diresepkan sebagai obat batuk
Heroin yang diresepkan sebagai obat batuk. dok male.com

Disebut penyalah gunaan, karena emang awalnya (dan sampai sekarang masih) beberapa jenis narkoba itu digunakan dalam pengobatan. Eike baru tahu juga bro, heroin itu  hasil salah kejadian di laboratorium farmasi.

Sejarahnya tahun 1897 Felix Hoffman yang bekerja untuk Pabrik Obat Bayer (Jerman) bereksperimen, untuk menemukan varian baru obat batuk. Masa itu morphine, masih  diresepkan sebagai obat batuk (ini beneran loh).

Masalahnya kemudian, pasien jadi ketergantungan. Batuk gak batuk  terus aja, minum morphine. Felik Hoffman niatnya memproses morphine, menjadi codein yang lebih ringan dan gak terlalu bikin pasien ketagihan. U lala, setelah proses kimiawi  ternyata zat yang lahir adalah  heroin.

Efek pain killernya diklaim 1.5 sampai 2 kali lebih kuat dari morphine.Nah dijualah codeine aka heroin ini ,sebagai obat batuk. Dengan asumsi,codein lebih jinak dari morphine. Gile ternyata setelah proses kimiawi dalam tubuh mengembalikan heroin menjadi morphine. Dengen Efek narkotik, yang bikin candu juga(zenius.com)

PENTING  BANGET


sumber :stopnarkoba.com


Jangan kau kira, pil-pil,cairan dan serbuk  narkoba dijual bandar dalam kemasan seperti obat sakit kepala dan diare. Yang ada merek dagang,pabrik dan petunjuk pemakaian. Gak ada mereknya,gak ada namanya.Cuma yang  jual, yang tahu apa itu.

Di acara Forum Komunikasi Anti Narkoba Provinsi Sumatra Selatan  (7/11/2018), merasa mendapat pencerahan. Jhon Turman Panjaitan - Kepala BNN Sumsel  cerita panjang lebar soal narkoba,peredaran dan kendala memberantasnya.



 Blogger dan wartawan media on line ersama  Jhon Turma - Ika Wahyu dari BNN Sumsel 

Bro Jhon bilang, di desa - desa Sumatra Selatan narkoba dijual dengan menawarkan khasiatnya sebagai,suplement biar tetap fit.
Sebagai obat, kuat pria. Obat pelangsing,untuk buibu yang obesitas. Obat pinter,untuk pemuda dan mahasiswa  yang kesulitan belajar.

Bener juga,kalau ditawarin obat terus dibilang ‘ini narkoba’ emang situ mau makan ?
Satu-dua kali dicoba, kok badan jadi seger, nafsu makan berkurang,otak jadi tenang ngomong jadi lancar............ terus lanjuuuuuut mang! 
Setelah kecanduan dan  gak kuat beli, baru deh sadar bahwa dirinya  terjerat narkoba.

Beda Ketagihan dan  Ketergantungan

Dari zenius.net diriku mencermati  apa beda  ketergantungan dan ketagihan.
Adiksi – ketagihan  adalah keinginan, untuk melakukan sesuatu secara berlebihan. Misalnya  anak suka makan mie instan, dari pagi sampe malem maunya cuma mie instan doang.Ketagihan apapun bentuknya, kalau tidak direm bisa bikin masalah kejiwaan dan kesehatan. Untuk narkoba, ketagihan bisa berujung pada ketergantungan.

Stadium  ketergantungan, adalah kondisi tubuh yang sudah beradaptasi. Untuk mendapat  rasa kepuasan yang sama,dirimu harus mendapatkan LEBIH.

Sederhananya  tahun lalu belanja satu minggu satu kali, Buibu sudah happy banget. Tahun ini, belanja seminggu tiga kali baru rasa happy. Sampai akhirnya tiap hari belanja, belum juga happy.


Dalam pengunaan obat-obatan, ada istilah  drug tolerance.Ketergantungan obat yang muncul, ketika tubuh telah menyesuiakan diri dengan zat-zat aktif yang terkandung dalamnya.

Lama-lama tubuh akan kebal,terhadap efek obat. Jadi untuk mendapatkan efek yang diharap,dosis obat harus dinaikan /ditambah dari waktu kewaktu.

Efek horor dari ketergantungan narkoba adalah, akan timbul gejala negatif kalau lo secara tiba-tiba berhenti mengkonsumsi zat tersebut. Ini disebut sebagai withdrawal aka sakaw.

Sakaw serupa tapi tak sama

Eh bro tau gak sakaw itu, ternyata ada macem-macem.Bisa menunjukan gejala fisik atau ketergantungan yang menunjukan gejala psikologi.

Ketergantungan fisik efeknya pada badan. Cerita Andy pecandu putaw - ( residu Heroin)  pada detik.com, sakaw  karena putaw itu rasanya seperti digebukin orang sekampung.Badan sakit dan tulang mau rontok semua.

Sementara sakaw sabu, terlihat seperti ganguan tingkah laku. Efeknya  melibatkan emosi dan motivasi, misalnya depresi atau mood yang gak stabil. Pengen sesuatu yang teramat sangat, sehingga membuat gelisah yang juga amat sangat.

O ya mak, taukah dirimu kalau hampir semua kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dilakukan dengan suka,rela dan sadar. Banyak sih alasan, tapi secara umum terbagi dua.

Alasan Menggunakan narkoba


  • Coba-coba aja


Experimental Use, biasanya ABG yang jadi sasaran. Awalnya coba minuman oplosan, maupun ikutan isep-isep lem aja. 
Akhirnya mulai deh,coba-coba ganja,inex dan sabu dan teman-teman.Tujuanya simple banget, pengen tau rasanya atau biar dikagumi dan dibilang keren karena sudah berani pake narkoba.


  • Sejenak melupakan atau  Be something you not


Berapa tahun yang lalu diriku  kepikiran,presenter itu energinya luar biasa. Dari pagi sampe subuh, pindah-pindah stasiun TV. 
Membawakan acara yang berbeda-beda, ngomongnya lancar. Masih kuat goyang sana-sini, pokoknya kayak gak ada matinya.

Ada juga,aslinya pemuda itu introphet eh kok bisa ya jadi artis. Main sinetron striping, mampu berdialog panjang di depan kamera. Bener deh, gak lama kedua -duannya  sudah sempat terjaring oprasi BNN.

Mereka ini yang secara sadar, memanfaatkan efek stimulan narkoba. Tujuannya,mendapatkan efek senang,tenang, semangat terus, rasa tidak kenal lelah, konsentrasi yang meningkat tajam, optimis dan percaya diri yang tinggi (kompas.com).

Gimana sih ciri pemakai

Untuk memastikan memakai atau tidak, tetap harus melalui pemeriksaan labor. Jangan, asal tuduh saja. Tapi jangan   juga berharap, pecandu bakal dengan suka rela mengakui. Secara kasat mata, hal-hal berikut salah satu  indikasi pengunaan narkoba.


  • Ganja: Penampilan jadi lusuh. Terlihat seperti ngantuk atau bangun tidur terus karena mata menjadi sipit .Seperti tak sadar, sedang melakukan apa atau berada dimana.Sering tertawa berlebihan, dalam obrolan yang biasa-biasa saja.


  • Putauw: Sering menyendiri di tempat yang kurang cahaya, sambil dengar musik. Jadi malas mandi ,karena selalu merasa kedinginan. Badan perlahan mulai kurus, gak seger gitu.


  • Inex atau ekstasi :  Amat aktif, suka bergaul dan keluar rumah. Langsung goyang, kalau mendengar musik house. Wajah terlihat lelah, kadang seperti orang ngantuk berat ( mata sipit).
Bibir kering dan pecah-pecah. Berkeringat, secara berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat. Menjadi tidak PD  dan langsung minder, setelah pengaruh inex hilang.


  • Sabu-sabu :  Keliatan terlalu bersemangat, gampang gelisah dan suka salah tingkah.Mata jelalatan, tetapi tidak berani menatap lawan bicara. Mudah curiga, paranoid terhadap orang-orang baru.Sensitive dan emosional. Selalu kepanasan dan berkeringat meski dalam ruang ber AC. (Tribun Pekanbaru/jauhinarkoba.com)

Singkat kate singkat cerite, stimulan narkoba dapat mempercepat ,kinerja jantung dan otak. Efek stimulan pada narkoba membuat pemakai, seperti memiliki tenaga eksta. 

Percaya diri dan optimisme berlebihan, yang bikin mereka mudah sekali mengobral janji-janji. Jadi mulai deh wasapada, kalau ada yang menjanjikan sesuatu yang kok to good to be true.

Zat-zat ini, amat mudah berubah bentuk dengan tidak mengurangi ‘khasiat’nya. Kemasan dan strategi pemasaran narkoba ini, semakin hari makin pinter saja.

Sabu cair

Sabu cair dan krystal ,sama-sama  mengandung zat psikotropik metamphetamine. Ekstraksi dari, kristal sabu padat. Bentuknya, mirip-mirip tawas atau bungkahan garam dan berbau tajam. Setelah dicairkan,dikemas seperti air minum dalam botol air mineral. Jernih, tidak berwarna dan berbau.

Ahli Kimia Farmasi BNN- Kombes Mufti Djusnir  menjelaskan, air  yang mengandung narkoba punya rasa yang berbeda dari air mineral maupun minuman ringan lainya. 

Bila minum air atau minuman ringan, haus akan hilang tapi setelah minum sabu cair tengorokan akan terasa amat kering.Karena kandungan methamphetamine  tidak menghilangkan haus, malah bikin dehidrasi dan haus. (Dilansir dari Liputan6.com)

Kue Kering dan Kue Basah

Mulai sekarang  emak harus hati-hati, kalau pesan brownis dan cookies secara OL. 
Pernah dong nonton berita penangkapan, penjual brownis dan kue kering yang mengandung ganja.

Gak terlalu aneh, karena dahulu ganja itu digunakan sebagai bumbu dapur. Jadi ditanam saja dihalaman, gak beda sama kunyit,jahe atau cabai.

Menurut testimoni pelanggan, brownis ganja ini efeknya lebih nendang dari pada merokok ganja. Setelah makan kue ganja, efeknya berhalusinasi dan gak sadar apa yang dilakukan. Pengaruhnya, bisa berlangsung selama 4 hari.
                                                                              
Permen

Tunggu dulu, jangan panik. Emang  sering banget  ada berita soal permen-permen yang mengandung narkoba. Dan sudah  ada penangkapan, penjual narkoba yang disembunyikan dalam kemasan permen.

Tetapi pihak Badan Narkotika Nasional, tidak menemukan unsur kesengajaan dari pabrik permen resmi.
Narkoba yang terkandung dalam permen-permen itu, adalah oplosan. Dicampurkan oleh tangan-tangan jahil,setelah permen dijual kepasaran.


PENTING

šŸ’£Selain menimbulkan dampak sosial dan ekonomi juga dampak kesehatan yang mengerikan.

šŸ’£Kemungkinan terinfeksi HIV – AIDS  dan Hevatitis B.Ganguan saraf yang dapat menyebabkan buta, ganguan fungsi hati,ginjal dan paru-paru. 

šŸ’£Ganguan mental, tidak bisa fokus, sulit mengendalikan emosi,pada beberapa kasus penderita terjebak dalam halusinasi yang berkepanjangan.

Gimana  bersikap pada 
pemakai

Ika  Wahyu Hindaryati - Kepala Bidang Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Prov Sumsel, punya beberapa tips.

❤Support dari keluarga dan lingkungan amat mempengaruhi pemakai untuk lanjut atau berhenti mengunakan narkoba.

❤Untuk menghentikan ketergantungan,cari tahu dulu alasan mengapa ia mengunakan narkoba.Apakah karena pengaruh lingkungan,alasan pekerjaan,atau memang tidak tahu kalau ia diberi narkoba.

❤Perlu waktu dan kesabaran, karena biasanya penguna sudah tidak lagi peduli bagaimana awalnya sampai ia terjerat.

❤Hindari menujukan sikap, curiga dan menjaga jarak. Emang sih, sikap curiga dan waspada  kita beralasan. Mereka yang kecanduan jadi keras,kasar,suka berbohong dan kadang berani mencuri untuk membeli narkoba. 

❤Tapi sedapat mungkin, tunjukan perhatian dan rasa percaya.Semakin kita jauh, semakin mereka tengelam dalam jerat narkoba.

❤Introspeksi diri sebagai,orangtua,istri,suami atau keluarga siapa tahu masalahnya berawal dari dalam rumah sendiri.

❤Cari informasi mengenai fasilitas rehabilitasi narkoba  terdekat di kotamu.

Semakin banyak saja, alasan orang untuk mengunakan narkoba. Semakin hari semakin, mudah dan murah. Jangan tunggu sampai, maling masuk ke rumah. Cari tahu bagaimana modus oprandi mereka di lingkungan kita. Tidak ada istilah terlalu kecil, untuk mulai mengajarkan anak waspada dan bahaya narkoba. Indonesia sudah menyatakan,darurat narkoba***donasaurus


Connect