Jumat, 02 Agustus 2019

Ucapan Dukacita Yang Terlarang

Tak ada kata yang bisa menghibur hati yang berduka.
Pic donasaurus

Seorang teman yang sedang berduka,bisa dua tiga sehari posting foto atau video.
Captionnya mengharu biru tentang cinta dan rindu,kepada ananda yang baru saja almarhum.

Sempat terbersit untuk berkomen’ udah dong gak usah diposting lagi,  kamu jadi sedih terus mengingatnya’. 

Akhirnya diriku getok meja,gak jadi memposting komen sok bijak gituhhh
Siapa diriku ini yang berani - beraninya mengatur  bagaimana seorang ibu mengungkapkan rasa sedihnya dan rindunya pada anak tersayang.

Beberapa orang bisa melalui masa kehilangan dengan cepat,tabah dan optimis. Ada juga beberapa kasus duka cita,menjadi berkepanjangan.
Banyak hal tak terduga,yang mungkin terjadi pada orang yang sedang berduka.


Bagaimana melanjutkan hidup  Ilust.GoranH
Dari luar kita taunya mereka berduka,karena sedih ada yang meninggal.Tapi bisa jadi dukacita itu bisa  tambah dalam, karena berbagai hal.
  • Anak  dan istri yang bingung memikirkan bagaimana hidup mereka selanjutnya setelah tulang punggung keluarga pergi
  • Rasa penyesalan atas sesuatu yang tidak dilakukan atau malah sudah dilakukan pada yang meninggal.
  • Ikatan emosional yang begitu kuat, sehingga ada rasa tak bisa hidup lagi tanpanya.
Masalahnya kita tuh gak terlalu sensitif sama masalah  internal, yang bersangkutan.
Akhirnya komen kita dimedia sosial atau saat datang berkunjung ke rumah duka, banyak yang agak membakar emosi.

Diriku sempat merasakan emosi, mendengar uncapan belasungkawa.Ceritanya setelah dua minggu dirawat di ruang ICCU,kakak ipar meningal dunia.

Tepat empat hari sebelum Kakak ku , harusnya berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2018. Sambil menyalami kakak, seorang temannya bilang ’ ini yang terbaik”.

Apa orang itu gak mikir gimana perasaan anak,  yang mendengar kematian ayah mereka disebut sebagai hal terbaik?

Yang lain mungkin berpikir dengan kematian suaminya yang emang sudah lama sakit, kakakku jadi tenang dan senang berangkat haji. Apa memang begitu ? Hanya Tuhanlah yang tahu


Hindari komen yang malah membakar emosi hati yang berduka .Ilust Geralt
Doktor Pamela Cytrynbaum dari laman psychologytoday  mengatakan, berduka itu persoalan yang amat pribadi. Jadi sulit juga untuk menemukan,kata penghiburan yang benar - benar pas.

Setidaknya kita bisa menghindari komen – komen  yang  mungkin banget membangkitkan emosi kepada istri - suami - anak yang sedang berduka. Komen - komen yang bikin emosi itu,seperti beberapa contoh di bawah ini.

Hindari 
  • Daripada dia sakit terus yahhhh lebih baik begini ...........
  • ....kamukan bisa hamil lagi....
  • Udah deh dia pasti pengenya kamu  bla bla bla
  • Kan sakitnya udah lama, emang sudah waktunya dia meninggal ....
  • Kamu harus buruan move on
  • Ada tuh tetangga gue setelah 3 tahun menjanda, sekarang dapat jodoh juragan minyak ....
  • Tuh kan gue kate juga ape, mestinya kemaren itu kamu ........
  • .....ini yang terbaik...............

Lakukan
Mica B.Estrada dalam artikel Navigating grief and condolences menyarankan beberapa hal,untuk membantu mereka  melalui masa-masa yang sulit.

  • Jadilah pendengar
Banyak banget yang datang nasehati atau mengutip quote bijak,untuk menyatakan bela sungkawa.
Tapi sedikit sekali yang mau benar – benar mendengar, apa sih yang sebenarnya dirisaukan. Jadilah pendengar yang baik,jangan komen sebelum ceritanya selesai.
  • Bantu mencari jalan keluar
Seperti udah kita obrolin tadi kemungkinan akan muncul, akibat dari sebab meninggal.
Sebisa mungkin membantu atau setidaknya carikan yang bisa membantunya mengatasi masalah.
  • Jangan tinggalkan
Kadang beberapa orang seperti memanfaatkan simpati kita, dengan meminta atau bertingkah aneh - aneh.
Jangan buru – buru bilang dia lebay.Selagi masih bisa ditoleransi dan tidak berlarut – larut, ikuti saja.

Dikuti dari laman WebMD.com, orang yang berduka berpotensi, mengalami sakit lahir dan batin.
Jadi penting banget lingkungan untuk mendukung,agar mereka bisa segera bisa melanjutkan hidup dengan normal dan wajar. ****donasaurus

Pernah punya pengalaman dengan ucapan atau komen dukacita? Bagi dong dikomen

41 komentar:

  1. Ia kadang kita kasihan sm org yg terlalu larut dalam kesedihan.. Kayaknya hanya waktu sih yg bs buat dia baik2 aja.. Kalau udah gini ya kita hanya bs jadi pendengar dan beri penghiburan.. Sambil mendoakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bro , sedih dan duka itu nilainya pribadi banget. Cuma dia dan Tuhan yang tahu rasanya .Thanks sudah mampir

      Hapus
  2. kalo ada temen yg baru kehilangan, akupun kdg suka bingung mau ksh ucapan dukacita yg gmn. takut salah ngomong sbnrnya... ujung2nya malah copas kata2 dukacita yg udh ada. mungkin krn aku tipe yg lbh suka mendengarkan, drpd ngasih kata2 penghiburan, wejangan dll..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener,kita datang saja itu bebtuk dukungan moral buat dia.

      Hapus
  3. Aku suka menahan diri kalau ada teman yang kehilangan atau mengalami musibah. Apalagi kalau nanya kronologi dll kan bikin ingat kesedihannya lagi. Biasanya langsung berdoa sambil bilang sabar dan tabah. Atau cukup tersenyum simpati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama Kak Erfano,gak usah nambah pikiran orang yesss

      Hapus
  4. Kalau saya buat teman perempuan lebih baik diam aja deh sambil meluk dia. Saya pikir itu lebih menunjukkan empati daripada ngomomg sotoy

    BalasHapus
  5. Benar sekali, Mbak Dona. Saya tuh paling merasa waktu Bapak saya meninggal. Orang banyak bilang sabar.. Mbang.. sabar. Tapi tidak sesederhana itu. Makanya saat mendatangi orang meninggal, saya memilih tidak memberi nasihat dan berusaha berada di posisi, jadi bisa ikut merasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya karena kadang orang gak ngerti persoalan yang akan kita hadapi

      Hapus
  6. Iya bingung ngucapin salah, gak jg salah. Aplg kalau temennya sedih banget, ga mau diganggu, pdhl dulunya temen deket. Kira2 harusnya bagaimana ya? Komen dong yg ngalamin maunya diapakan 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang berduka itu ternyata ada tahapanya loh,mungkin temabya mbak Belgie dalam masa sedang introspeksi diri.Menata hati dan pikiran untuk kembali ke dunia nyata.

      Hapus
  7. Memang penyataan pengucapan bela sungkawa harus hati2 ya agar ga menyingung keluarga yang tertimpa musibah

    BalasHapus
  8. Memang penyataan pengucapan bela sungkawa harus hati2 ya agar ga menyingung keluarga yang tertimpa musibah

    BalasHapus
  9. Kalo aku seh untuk mengucapkan belasungkawa liat sikon dan keadaan orang yg sedang berduka.jangan sampai membuat orang yg terkena mesara sedih dan tersinggung akan ucapan belasungkawa dari kita

    BalasHapus
  10. Kalau saya kadang bertanya pada diri sendiri, apa yang saya inginkan orang lakukan atau katakan pada saya saat saya berada di posisi tsb, dan untungnya saya tuh sensitif, jadi setiap teman atau siapapun yang berduka, saya hanya bisa kasih komen emot peluk.

    Saya rasa, semua orang bersedih cuman butuh pelukan, seminggu 2 minggu kemudian baru butuh telinga, sebulan 2 bulan kemudian baru butuh saran, itupun kalau dia minta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Kak Rey,tahapan tahapan emosi orang yang berduka perlu juga dipahami

      Hapus
  11. Seringkali orang yang sedang berduka tak butuh 'nasehat' yang kadang sok bijak dari kita, pelukan dan menjadi pendengar itu yang lebih baik kita lakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju,lebih baik dengarkan dari pada ceramahi

      Hapus
  12. kadang ada juga yang bilang "ternyata Allah lebih mencintai dia daripada cinta kita padanya"

    kalau yang seperti itu kira-kira menyinggung perasaan gak? aku pribadi gak pernah mengalaminya

    karena kalau aku cuma bilang "innalillahi lalu mendoakannya"

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita susah mengukur hati orang,mungkin ada yang tersinggung dibilang gitu karena dianggap mengabaikan almarhum semasa hidup.

      Hapus
  13. Anak pertamaku meninggal di usia 13 hari. Dia memang lahir cacat. Hingga enggak bisa bertahan lama.Yang paling menyakitkan banyak yang tega nanya, dulu hamilnya gimana, ngapain aja, bla bla bla
    Dipikirnya kehamilan yang sudah dijaga, terus baik-baik saja akhirnya. Wallahu alam. Dan kekurangan serta kematian bayi jadi dianggapnya tanggung jawab sang ibu sepenuhnya apa?
    Duh...
    Mending cuma bilang gini: yang sabar ya, belum rejeki..cukup, jangan nambah pedih hati ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama saya turut berduka atas berpulangnya ananda.Kedua ya itu tadi kita udah sedih kehilangan anak ditanya-tanyain urusan yang gak ada kaitanya dengan orang itu.Jadi bikin tambah sedih dan emosi.

      Hapus
  14. Kalau mendengar kabar duka, selain mengucap innalillahi wa inna ilaihi rajiun, alfatihah, aku biasanya diam saja sambil menyalami dia atau menepuk bahunya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak kalo gak tau duduk perkaranya lebih baik begitu aja biar gak nambah sedih

      Hapus
  15. Ya mbak, berkatalah yang baik atau diam ya. Gak usah sok teu ttg yang terbaik atau apalah, cukup ucapkan duka cita dan doakan keluarganya yang berpulang. Semoga lisan kita selalu dijaga dari ucapan yang gak punya empati dari yang terkena musibah/ meninggal aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin,diem aja udah bagus dari pada komen panjang lebar yang bikin emosi

      Hapus
  16. Setuju mba lebih baik ajdi pendengar yang baik aja deh ga usah banyak komentar takutnya salah juga kan. Tapi yang pasti menemani yang sedang berduka itu juga cukup kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama Amel mendengar dan jadi teman selama diperlukan

      Hapus
  17. Emang ga mudah sih mba. Keliatannya sih didengernya ga pa2 yak tapi kan hati orang siapa yang tahu. Harus punya Empati yang tinggi untuk bisa seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener,karena gak cuma sedih kehilangan tapi sebab akibat dari itu bisa panjang juga

      Hapus
  18. Saya pun begitu mba, sering, kok dia sedih posting terus ya sempat sempatnya. Julid banget rasanya , JD ku urungkan.
    Sampai saat aku merasakan hal serupa, pas lagi sedih sedihnya, rasanya ingin update terus. Begitu rupanya yg dirasakan oleh mereka saat itu 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Neneng mungkin itu cara mereka melepaskan emosi sedih dan duka dg posting di medsos

      Hapus
  19. Saya juga kalau ngucapin berdukacita, selalu yang umum-umum saja. Belasungkawa lalu doa untuk keluarga yang ditinggalkan maupun yang almarhum. Takut sekali megeluarkan kalimat lain soalnya Kita kan ga tau apa yang sudah dialami dan dia rasakan sebelum terjadi kedukaan itu. Lalu ditutup dengan ucapan, sabar ya *peluk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mbak Nanie,kita cuma liat kesingnya aja yang terjadi di dalam jiwa siapa yang tahu

      Hapus
  20. Wah, jadi lebih tau dan menambah refernsi lagi.
    Benar sekali Bu, Kadang orang kebanyakan asal saja ketika berbicara. Tidak sadar kalau yang diajak berbicara sedang berduka.

    Kalimat kalimat yang mesti dihindari sepertinya memang harus diingat dan dikerjakan. karena kadang juga sering keceplosan. Mesti banyakin mikir dulu untuk mengucapkan hal yang baik kepada yang sedang berduka.
    makasih Ibu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Pak Susanto kita pikir omongan kita cuma becanda tapi bisa jadi pikiran orang yang sedih

      Hapus
  21. Dalam mengucapkan bela sungkawa memang harus berhati2 dan lihat sikon ya kak. Terkadang bisa juga hanya cukup diam tetapi sudah turut mendoakan untuk yang terbaik. Jangan sampe malah membuat sedih keluarga yang ditinggalkan. Terkadang sikap orang mah beda-beda🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekaliMas Bowo,orang yang sedang sedih biasanya sensi dan emosian banget.

      Hapus