Selasa, 17 September 2019

Bermain Psikodrama



Psikodrama  

Waktu  dapat undangan dari  Mbak Diana – S.PSI  untuk ikut sesi Psikodrama  I said  I do aja. 
Kebetulan emang udah lama penasaran, dengan metode healing psikologi  yang satu ini.

Metode trapi  psikodrama pertama kali digunakan oleh Jacob Levy Moreno, seorang psikiater Rumania.
Seperti namanya, psikodrama ini dilakukan dengan bermain peran (role playing).


Menyelesaikan masalah dalam diri

Psikodrama merupakan dramatisasi dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan gangguan serius dalam kesehatan mental para partisipan, sehingga tujuannya ialah perombakan dalam struktur kepribadian seseorang.

Enggak sebatas untuk healing, ternyata psikodrma juga diakui sebagai metode strategi pembelajaran juga oleh  Depertemen Pendidikan Nasional.

Psikodrama digolongkan kedalam metode simulasi dan merupakan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplemetasi strategi pembelajaran.

Tuh kan tambah penasaranlah saya, gimana sih sebenarnya psikodrama itu.
Meski agak telat , akhirnya tiba juga di  markas Biro Psikologi Lentera Jiwa Palembang.

Diluar dugaan udah berkumpul banyak temen, yang antusias banget ikut sesi psikodrama. 
Setelah kenal- kenalan, dimulai deh sesi mengekplor diri dalam psikodrama.

Saling memperkenalkan diri sebelum sesi psikodrama dimulai
Sebelum mulai bermain Mbak Diana S,Psi sutradara sesi psikodrama kami, meminta komitmen peserta  untuk aktif dalam permainan.


 Bermain Psikodrama itu tidak ribet

Cara bermain psikodrama, mirip – mirip  game yang biasa dimainkan waktu outbond gitu.
Peserta  berdiri dalam lingkaran,bersiap mengikuti instruksi sutradara.

Kami memerankan sesuatu dalam situasi yang diarahkan Mbak Diana.
Dalam psikodrama  kita bisa jadi apa saja yang melintas dalam imajinasi saat itu.

Waktu  Mbak Diana bilang situasi di kolam berenang, ada yang jadi air, orang berenang, aku jadi gelombang dan khayalan tingkat tinggi Selvi  membuatnya jadi Flamingo.


Selvy  The Flamingo 
Warming up dengan peran  sesuka hati ini, adalah ice breaker. Peserta jadi akrab, santai, dan terbuka  mengekpresikan diri.

Mengungkapkan rasa yang terpendam dijiwa
Setelah bermain peran – perang ringan, Mbak Diana mengajak peserta memasuki sudut – sudut tersembunyi dalam hati.

Peserta bergantian berperan, sebagai sosok – sosok dari masa lalu. Ada yang berperan sebagai pemain utama dan pemain  pembantu yang  memperagakan masalahnya.


Eka  berekspresi dengan kuda- kuda 

Proses healing dimulai, dengan mengingat – ingat  sosok – sosok yang penting dimasa lalu. 

Mengungkapkan perasaan tentang konflik, kemarahan,agresi, perasaan bersalah dan kesedihan.

Aku sampe nangis sesegukan,karena teringat tidak  bisa mendampingi Ibunda, saat beliua menghembuskan nafas terakhir. 

Saudara – saudaraku yang lain bilang,kesedihan  aku itu terlalu lebay. Ibuku meninggal mendadak, tak lebih dari 3 jam setelah mengeluh sesak nafas.

Ibu tidak sakit atau memerlukan perawatan intensif.Jadi wajar saja, kalau aku  tidak berada di sampingnya saat itu.
Tapi perasaanku telah terluka,  aku merasa sedih dan bersalah.

Mendengar pendapat dari berbagai sudut pandang
Setelah aksi yang membangkitkan emosi dan menguras air mata, kita sampai pada babak berbagi.

Ini bagian yang paling asik mengomentari peran, dalam konteks masalah yang dihadapi pemeran utama.

Komentar sangat beragam, berdasarka gender,budaya dan pengalaman pribadi para komentator.

Sharing mengomentari peran yang dimainkan
Diskusi penting banget, untuk membuka wawasan dan menilai masalah dari berbagai sudut.
Selama ini  kita merasa  hanya kitalah, satu -satunya korban dari keadaan ini.

Dengan mendengar pendapat orang, kita bisa berempati pada orang yang ternyata juga adalah korban.

Dengan mendramatisasikan konflik-konflik batin, mereka yang bermasalah dapat merasa sedikit lega. 
Mengembangkan pemahaman (insight) baru yang memberinya kesanggupan untuk mengubah perannya dalam kehidupan yang nyata.

Kalau kamu merasa punya masalah yang gak selesai – selesai dengan orangtua, suami atau istri boleh deh ikutan sesi psikodrama di Biro Psikologi Lentera Jiwa.
Selain yang sudah aku ceritain diatas,manfaat terapi psikodrama itu banyak banget antara lain :
  • Manfaat katarsis atau melepaskan emosi.
  • Bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
  • Mendapat pengetahuan tentang  persoalan sosial psikologis
  • Memahami posisi orang lain dan memperdalam pengertian  tentang orang lain.
Bersama Team Konselor Lentera Jiwa Palembang

Tuh kan sekarang kalo punya masalah, gak usah curhat di medsos. 

Buruan deh hubungi Biro Psikologi Lentera Jiwa Palembang.
Dengan bantuan team Konselor lentera Jiwa, kamu bisa menyelesaikan masalahmu dan hidup sebagai pribadi baru yang lebih bijak.

Biro Psikologi Lentera Jiwa
Jl.Suka Bangun 1 – Perum Grand Mansion Palembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir