Tabot dibuat dengan sepenuh hati


                                                     Tabot Bengkulu

Festival Tabot Bengkulu 

Annual event  paling hits di Kota Bengkulu,adalah Festival Tabot.Berlangsung selama satu bulan dan puncaknya pada tanggal 10 Muharram. Ritual dan meriahnya  Festival Tabot,udah banyak  dibahas.Kali ini aku mau ceritain sedikit,bagaimana proses the making of tabot. Perlu kordinasi dan dedikasi,untuk membuat tabot layak ditampilkan.Apalagi secara tersirat tabot mewakili, nama baik keluarga yang membuatnya
-----------------------


tabot Bengkulu
dok-media indonesia

Sebagai mukadimah di Kota Bengkulu ada 7 keluarga, yang  membuat tabot sakral. Tujuh keluarga ini merupakan keturunan dari Imam Senggolo (Syeh Burhanuddin).
Beliau  adalah sesepuh  para Sipai ( sebutan untuk keluarga tabot), komunitas yang kali pertama melakukan tradisi tabot di Bengkulu. Sekarang mereka tergabung dalam Kerukunan Keluarga Tabot (KKT).

Tabot sakral dinamai menurut lokasi pembuatan atau keluarga yang diwakilinya
  • Tabot Berkas
  • Tabot Imam
  • Tabot Bangsal
  • Tabot Panglima Kasan
  • Tabot Suka Merindu
  • Tabot Padang Jati
  Tabot Panglima Kasan  
Nurma teman sekolahku di Bengkulu, setiap tahun  rumah orangtuanya menjadi workshop pembuatan tabot. Waktu ke Bengkulu aku sempatin mampir ke sana.Pas banget mereka sedang menyelesaikan pembuatan tabot.
Keluarga Nurma membuat tabot Panglima Kasan,salah satu dari 7 tabot sakral. Nurma cerita saudara – saudaranya sudah mulai bekerja, setelah lebaran Idul Fitri (  bulanSyawal). Sekitar 3 bulan sebelum bulan Muharram.


You will like to read more about :
Ada kepercayaan bahwa orang yang keturunan Sipai,harus ikut terlibat dalam pembuatan dan ritual tabot. Bila tidak maka keluarga mereka,akan ditimpa musibah. Misalnya sakit yang  susah sembuh atau kerasukan arwah nenak moyang.

Masalahnya zaman now  sulit,untuk mengumpulkan mereka dalam satu waktu. Masing – masing punya pekerjaan dan keluarga yang harus diurus.

Maka dimulailah pembuatan tabot beberapa bulan, sebelum bulan Muharram. Diharapkan tangung jawab pada tradisi dan tanggung jawab pada keluarga, bisa berjalan beiringan.

tabot bengkulu
Tabot tahun 60an - dok KKT Bengkulu

Tabot asal katanya dari  Tabut - bahasa Israel,yang berarti kotak - peti kayu. Awalnya  tabot dibuat, sebagai  simbol peti mati.
Penampilanya sederhana saja, sebentuk punden berundak dengan hiasan ketas dan bunga.
Pergeseran makna dari ritual dukacita menjadi pesta rakyat, menuntut penampilan tabut lebih dari sekedar kotak biasa.

  Membuat Rangka Tabot  



Bahan rangka adalah kayu,bambu juga pelepah rumbia. Dibuat dalam tiga bagian terpisah,dengan tinggi  dan lebar  antara 1-2 meter. Setelah semua bagian lengkap, baru disusun menjadi satu.

tabot bengkulu

  Bagian - bagian utama Tabot Sakral  

Sebagai tabot sakral ukuran,bentuk dan dekorasi  tabot panglima,harus mengikuti tradisi. Sebagai bagian dari suatu tradisi, tabot kaya akan perlambang. 

  Puncak  
Berbentuk bulat seperti kubah. Ada  lubang dipuncaknya, untuk tongkat yang akan jadi puncak  kubah.

tabot bengkulu
  Badan  
Ada tiga bagian badan tabot ruang, untuk meletakan tanah dan  kuningan yang berbentuk telapak tangan( jari-jari).

  Dasar dan Kernis  
Bentuk dasar tabot biasanya segi enam. Sebenarnya tujuan pembuatan sudut-sudut ini, untuk menghindari  badan tabot saling bersengolan saat sedang diarak.
Sedangkan Kernis adalah semacam hiasan profil, berbentuk undak – undak tangga.

Bagian dalam tabot
Rangka tabot harus kuat karena setelah dihias,tinggi tabot bisa jadi  5-6 meter.Supaya mudah mobilisasinya karena setelah selesai,tabot akan dipindah ke atas gerobak.

Karena dua hari sebelum puncak acara festival, tabot akan didorong menuju beberapa titik pelaksanaan ritual. Jarak antara satu titik ke titik berikutnya antara 5- 10 km.Kebayang dong kalau nggak kuat, tabot bisa rontok di jalan.

Begitu rangka selesai dilanjutkan, dengan menutupinya. Penutupan menggunakan kertas hvs putih.Kecuali bagian puncak tabot, di tutup kertas timah/kertas mangis berwarna kuning emas
Pekerjaan menempel kertas ini dilakukan dengan amat teliti dan hati- hati.Setelah ditutup, sekilas rangka tabotjadi  mirip lampion.

tabot bengkulu
Kerte Pahek  - Kertas yang sudah di pahat
                       

  Membuat Pola dan Kerte Pahek  

Tabot Panglima adalah satu dari 7 tabot sakral, yang  memang dibuat sebagai bagian dari ritual tabot. Beda tabot beda pula bentuk dan dekorasi pelengkapnya.Tetapi ada beberapa ornamen ,yang harus  dalam setiap tabot sakral.

Kerte pahek – kertas pahat,adalah salah satu ornamen yang harus ada dalam tabot sakral. Tiap tinggkat tabot dihias, dengan motif yang berbeda.

dekoraso tabot

Waktu aku mampir Jamil - kakaknya Nurma sedang menjiplak pola, pada kertas timah.
Dia cerita beberapa tabot sakral, masih mengunaka motif kaligrafi.
Khawatir terjadi kesalahan dalam proses menjiplak atau memahat,yang mungkin akan merubah arti kaligrafi. Maka ia membuat sendiri ragam hias, yang tidak ada unsur huruf Arabnya. Tapi  dari jauh terlihat seperti kaligrafi.
                                     tabot bengkulu

Dizaman yang apa – apa bisa diprinting atau cetak gini, keluraga Nurma tetap melakukan seperti yang diajarkan nenek moyang mereka.

Akutuh sampe bengong waktu liat, keponakan Nurma memahat kertas. Kertas timah yang telah digambari pola,diletak di atas papan. Lalu dipahat mengunakan paku besar berujung pipih,yang digetok pake palu dari kayu. Persis seperti tehnik memahat kayu.

Setelah semua kertas pahat dan ornamen lain lengkap, dilanjutkan pekerjaan menghias tabot. Lampu hias kerlap – kerlip dan bunga plastik ditambahkan,untuk mempercantik penampilan tabot.

Nurma dan saudara – saudaranya harus pintar membagi waktu.Karena begitu memasuki tanggal 1 Muharram,mereka  sudah disibukan dengan mengikuti rangkaian ritual.

festival tabot
dok - autentic Indonesia
Tidak cuma tabot mereka juga harus menyiapkan,kelengkapan untuk mengarak tabot. Seperti payung,bendera,tombak bambu yang di bentuk seperti trisula.Tak kalah pentingnya, adalah tetabuhan pengiring.

Dua alat  wajib ada  dalam ritual tabot, adalah Dhol dan Tessa. Dhol adalah genderang bulat yang mirip beduk.Tessa bentunya mirip rebana, tetapi ukuranya sedikit lebih besar dari rebana biasa.

dhol tabot bengkulu
Dhol dan tessa adalah dua alat musik, yang lekat degan festival tabot. Irama yang dimainkan alat musik ini, akan mengikuti tahapan ritual tabot.

  Tabot dibuang  

Karena harus buru - buru pulang ke Palembang, aku nggak sempat menyaksikan puncak festival tabot.
Puncak acara Festival Tabot di tanggal 10 Muharram,adalah pembuangan tabot ini.
Tabot diarak dari  depan Balai Raya Semarak ( istana gubernur) Bengkulu, menuju ke kompleks pemakaman Imam Senggolo di Karbela – Kota Bengkulu.

Hasil kerja berbulan – bulan,akan ditinggalkan di  dalam lekukan tanah tak jauh dari pemakaman.
Tradisi tabot berhubungan, dengan hati dan kepercayaan. Sulit dinilai dan dijelaskan cuma bisa dirasakan oleh mereka – mereka yang terlibat langsung didalamnya***donasaurus

16 komentar:

  1. Cuma Bengkulu dan Pariaman (Sumatera Barat) yang masih konsisten melestarikan budata tabot/ tabuik, terlepas dari berbagai filosofi bahkan anggapan miring akan tradisi ini. Asik mba lihat foto-fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup kita menghargai kepercayaan mereka yang mengangap ritual ini penting

      Hapus
  2. Tadi aku langsung googling tuh mengenai tabot. Ini memang budaya dan tradisi asli Bengkulu ya, Kak? Setiap daerah pasti punya kekhasan masing-masing dan kita harus menghormati itu.

    Berharga banget lho bisa ikutan momen seperti ini. Pasti ada peristiwa yang bikin kita takjub. Contohnya aja pahatan tadi. Rapi banget hasilnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak asli bengkulu sih,tabot hasil adaptasi ritual syiah di Iran - Irak dengan budaya India di Malabar kemudian menyesuaikan diri dengan masyarakat Bengkulu

      Hapus
  3. Oo. Jadi ini namanya Tabot ya kak dona. Saya baru tau. Penting ya menjaga kebudayaan ini tetap ĺestari Biar gak dimakan zaman ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup sekarang udah jadi pesta rakyat Bengkulu

      Hapus
  4. Saya baru tahu soal Tabot ini, Mbak Dona. Makanya saya sangat suka blogwalking, karena banyak sekali hal-hal yang bisa menambah wawasan saya. Seperti tulisan Mbak Dona ini, soal tradisi Tabot, sampai membuatnya.
    Jadi pas nanti kalau ke Bengkulu, saya sudah paham. Apalagi sebelumnya, Mbak Dona sudah membahas wisata-wisata di Bengkulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup sesekali bolehlah mampir ke Bengkulu

      Hapus
    2. Wahh samaa. Saya juga suka blog walking.
      Nambah wawasan dan pengetahuan.

      Hapus
  5. Tradisi rakyat yang seperti ini menarik sekali didokumentasikan ya Mbak Dona,, secara kadang luput diblow up ke media oleh media² konvensional. Tabotnya unik-uniknya ya bentuknya

    BalasHapus
  6. Tabot ini juga diarak ya? Wah, ini kalau di Jogja mungkin seperti ogoh-ogoh ya..tapi kalau dijogja, ogoh-ogih berupa boneka raksasa yang terbuat dari kertas dan diarak menggunakan tandu dr bambu..

    BalasHapus
  7. Eh saya baru tahu lho istilah Tabot ini, hahahah. Gara gara baca postingannya mbak Dona. Duh saya...kemana aja selama ini~

    BalasHapus
  8. Ternyata bikinnya gak sebentar ya, disiapkan sejak lama. Tapi bersyukurnya masih ada yang melestarikan tabot ini ya mbak. Motifnya pun ternyata enggak sembarangan dan ada maknanya ya?

    BalasHapus
  9. Saya gak sempet ikutan arak2annya jauuh di Betungan meski anak2 pengen. Jadinya hanya bisa fotoin pas udah diletakkan di lapangan mana yak lupa pas acara Tabot yang terakhir. Anak2 sukanya cuma karena beli sesuatu disana bukan serangkaian acara Tabotnya hihihi

    BalasHapus
  10. Waw, aku baru tau loh tentang Tabot terutama cara membuatnya dari tulisan Mbak Dona ini. Ternyata serem juga ya kalau masih percaya jika ada keluarga ga ikutan bikin maka bakalan ada musibah dll hiiiii... Itu kalau udah jadi tingginya mencapai 6 m ya pantas aja berat dan ornamen2nya juga bervariasi.

    BalasHapus
  11. Wahhh festivalnya pasti seru banget yaa, apalagi diadakan setiap tahun... Dan aneka tabotnya juga beraneka ragam hiasanya... Ahhhh jadi pengen liat dan ikutan jugaa huhuw

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir