-->

3/06/2020

Asiknya Palembang Walking Tour


Palembang Walking Tour

Cuma punya waktu  3 jam  untuk mengunjungi tempat wisata diPalembang? 
No need to worry kamu tetap bisa meluangkan waktu, untuk eksplor  spot - spot  poto di Palembang. Asiknya obyek wisata  berikut bisa kamu kunjungi, dengan walking tour sendiri atau bareng teman. Enggak usah khawatir nyasar, karena semua spot terlihat di googlemap.

jembatan ampera



Beberapa alasan kenapa Palembang walking tour,  aku rekom buat kalian yang  punya waktu terbatas.
  •   Spot to spot relatif dekat  
Obyek wisata  Kota Palembang, seperti Masjid Agung,Jembatan Ampera dan  Plaza Benteng Kuto Besak (BKB),berada di dalam satu kawasan. Jarak tempuh dari satu spot ke spot lain antara  10 – 15 menit dengan jalan kaki ( namanya juga walking tour).
  • Bisa dicapai dengan semua moda transportasi
Jikalau harus segera kembali ke hotel atau  bandara, bisa pesen ojek online, naik angkot, transmusi atau LRT dari salah satu landmark  terdekat.
  •   Waktu fleksible  
Selain Museum  Sultan Mahmud Badaruddin 2 (SMB 2) dan Museum Monpera semua obyek,  adalah  publik area alias buka 24/7. Kalaupun tidak bisa masuk ke dalam kedua museum itu, gak rugi – rugi amat sih. Soalnya  numpang eksis di depan bangunanya aja, udah kece banget.
Opsional pagi
Mulailah perjalanan  antara jam 8- 9 pagi ,disaat cuaca belum terlalu panas
Opsional Sore
Untuk jalan sore  selambat – lambatnya,  mulai melangkah  jam 3 sore. Aku sarankan  memulai perjalanan dari  Sungai Sekanak  dulu, dilanjutan ke BKB.
Bantaran Sungai ini minim penerangan, jadi gak bisa maksimal potonya. Sementara  BKB dan jembatan Ampera, semakin meriah dimalam hari..

peta wisata palembang
Rute Palembang Walking Tour. Peta ini aku buat untuk memudahkan perjalanan.

  Do and Don't on Palembang Walking Tour  

Generally Kota Palembang  sangat ramah wisatawan.Tetapi mengingat  spot  yang akan kita kunjungi, berada diarea keramaian. Ada beberapa pernak – pernik yang harus diperhatikan
  • Pelajari dulu rute  yang akan ditempuh. Maksudnya gaes biar gak habisin waktu  de celingak – celinguk cari jalan.
  • Management waktu
Aku kasih clue,durasi kunjungan di tiap spot. Tujuanya biar gak terlalu lama  nongkrong di satu spot, akhirnya tidak cukup waktu untuk menyusuri semua loksi. Alhamdulilahnya beberapa spot, emang gak terlalu luas. Jadi bisa langsung lanjut, ke spot berikutnya.
  • Gunakan alas kaki yang aman dan nyaman untuk berjalan
  • Gunakan bodybag atau selempangkan  tas  dibagian depan badan. Simpan barang berharga  di hotel atau di dalam tas yang tidak terlihat dari luar.
  • Jangan sungkan untuk menolak sales kapal menuju Pulau Kemaro, pengamen dan penjual asongan. Tolaklah dengan sopan tetapi tegas.
  • Siapkan beberapa lembar uang pecahan seperti Rp.1000 – Rp.2000 untuk berjaga- jaga.

  Rute Palembang Walking Tour  

Start Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin  Palembang
Finish Kampung  Pempek 26 Ilir
Jarak tempuh  ±  3 Km, estimasi ini karena rute kita muter - muter.
Durasi  sekitar 3 Jam


  Masjid Agung Palembang  

2/17/2020

Ubi Cilembu Membuat Meneer Lupa Roti dan Keju


ubi cilembu
                                                              Ubi Cilembu Oven                                            dok.donasaurus


  Ubi Meneer Kumpeni  

Kuliner dan wisata itu, sudah seperti dua sisi mata uang. Zaman now kuliner atau pangan lokal yang unik bisa jadi alasan orang, untuk berkunjung kesuatu tempat. Makanan bisa  jadi menarik,  karena sejarahnya, cara penyajianya, atau bahan baku pembuatanya. Nih aku mau cerita tentang Ubi Cilembu makanan  ndeso, yang menarik karena rasa dan penyajianya. 

Nama latinnya  Ipomoea Batatas var.Cilembu,  sehari – hari biasa dipangil Ubi Cilembu. Nama Cilembu diambil dari nama  daerah, asal  budidaya ubi ini. Ibarat kata Mojang Priangan, manisnya Ubi Cilembu selalu membuat hati rindu.


peta kab sumedang
                           Peta Sumedang           dok.Bappeda Kab Sumedang

Cilembu merupakan sebuah desa, yang berada di wilayah Kecamatan Pamulihan Kabupaten  Sumedang, Jawa Barat. Desa seluas 352 hektare ini, terletak dikaki Gunung Kareumbi. Bentang alam desa Cilembu sangat ideal, untuk  lahan pertanian. Ubi jalar adalah salah satu tanaman, yang paling banyak ditaman di sini.

Budidaya ubi jalar telah dilakukan secara turun temurun, oleh masyarakat Cilembu. Ubi jalar relatif mudah tumbuh, tahan hama, produktivitasnya tinggi dengan harga jual yang relatif stabil. Bahkan sekarang Ubi Cilembu sudah menjadi, komoditi ekspor andalan  Jawa Barat.
Menurut  cerita dulu, ubi jalar Cilembu tidak dikenal, sebagai Ubi Cilembu. Masyarakat mengenal ubi unggulan desa mereka, dengan nama neerkum (nirkum).Ternyata penamaan nirkum ada sejarahanya loh.
Gini ceritanya di zaman kolonial,  Ubi Cilembu amat digemari tuan – tuan Belanda. Kalau sudah merasakan  Ubi Cilembu, meneer – meneer sampai lupa roti dan keju.
Nah masyarakat Sunda  menyebut kolonialis Belanda, dengan  sapaan meneer kumpeni. Akhirnya  petani Cilembu  menyebut  varietas ubi jalar favorit meneer kumpeni,  dengan nama ubi nirkum  - menir kumpeni.


fakta ubi cilembu
dok donasaurus.com
           

  Rahasia manisnya ubi cilembu  

Banyak yang nanya kenapa rasa dan tekstur Ubi Cilembu, berbeda dari ubi jalar lain? 
Beberapa sumber menyatakan kualitas ubi jalar sangat  dipengaruhi, oleh  faktor genetis  dan  faktor lingkungan tumbuh tanaman.

Faktor lingkungan seperti  suhu, kandungan unsur kalium, aerasi tanah, kelembaban tanah dan radiasi serta faktor interaksi genetis dengan lingkungan.
Faktor genetis dan lingkungan ini menyebabkan, perbedaan kualitas umbi yang ditanam dilokasi yang berbeda.

Keunikan Ubi Cilembu, juga mengundang rasa ingin tahu berbagai kalangan. Salah satunya Agustina Monalisa, yang melakukan penelitian untuk mengungkap  rahasia  rasa Ubi Cilembu. Fokus penelitiannya  pada  aspek mikrobiologis,  yang mempengaruhi unsur hara pada tanah Desa Cilembu.

Riset membuktikan adanya peran mikroba khususnya bakteri rizosfer dan endofit, yang banyak terdapat ditanah pertanian Cilembu.
Interaksi genetis dengan lingkungan tanam, yang mengandung kedua mikroba  tersebut  berperan, dalam pembentukan kualitas unggul Ubi Cilembu.

  3 varietas lokal ubi jalar Desa Cilembu  

ubi cilembu
                                                                                                                                                                       dok donasaurus.com
Desa Cilembu memiliki 3 varietas lokal -  genotipe ubi jalar. Tiga varietas tersebut, adalah  Nirkum, Menes, dan Eno. Ketiganya memiliki ciri – ciri yang hampir sama.

Bentuk ubi Cilembu  umumnya roundellictic,  bulat panjang. Kulit luar  (cortex) umbi tipis (1- 2 mm).Warna kulit utama krem sedikit lebih pucat, dari warna kulit ubi jalar pada umumnya.Warna umbi Ubi Cilembu mentah kream, warna akan menjadi  kuning terang saat umbi sudah matang.
kandungan gizi ubi cilembu
                                                                                                                                                                     dok donasaurus.com
Selain  serat, kalori dan antioksidan Ubi Cilembu, juga mengandung beberapa vitamin  dan mineral. Dalam 100gr umbi  Cilembu,  terdapat hingga  7100IU vitamin A.
Jumlah yang cukup tinggi, karena rata – rata  vitamin A yang terkandung dalam ubi – ubian, hanya sekitar 0,001 sampai 0,69mg/100gr  saja.

  Hak Indikasi Geografis Ubi Cilembu  

Dalam upaya  menjaga keaslian dan kekhasan produk  ubi  jalar dari Desa Cilembu,  petani Cilembu dan Pemda Kabupaten Sumedang,  mengajukan  klaim hak indikasi asal dan hak indikasi  geografis  Ubi Cilembu.

ubi cilembu
Logo resmi  Ubi Cilembu  
                                                                                                                                       dok.Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu 
Menurut Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  nomor 12 tahun 2019 tentang  Indikasi Geografis.  Indikasi Geografis adalah suatu tanda, yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk. Karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. 

Hak atas Indikasi Geografis adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemegang hak Indikasi Geografis yang terdaftar, selama reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan atas Indikasi Geografis tersebut masih ada.

Sedangkan difinisi  indikasi asal,adalah suatu tanda yang memenuhi ketentuan tanda indikasi geografis, yang tidak didaftarkan atau semata-mata menunjukan asal suatu barang atau jasa.

Pada tahun 2013  varietas Nirkum dan Eno telah mendapat perlindungan varietas dan identitas geografis (IG). Nama Ubi Jalar Cilembu juga ditetapkan dan dilepas, sebagai varietas unggul. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 124/Kpts/TP.240/2001, tentang Pelepasan Ubi Jalar Asal Desa Cilembu Kabupaten Sumedang sebagai varietas unggul dengan nama Cilembu (Keputusan Menteri Pertanian No. 124/Kpts/TP.240/2/2001).


dok.donasaurus.com

Sekarang nama Ubi Cilembu sudah berkekuatan hukum, sebagai merek dagang Ubi Cilembu. Nama dan logo Ubi Cilembu  hanya boleh digunakan, pemegang hak indikasi asal dan hak indikasi  geografisnya, yaitu Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu dan Pemda Kabupaten Sumedang.
Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu dan Pemda Kabupaten Sumedang  sebagai pemegang hak IG, selanjutnya bertanggung jawab menjaga kualitas, karakteristik dan reputasi ubi cilembu. 

   Manfaat perlindungan Indikasi Geografis  dan Indikasi Asal  
Perlindungan Indikasi Geografis dan Indikasi Asal tidak hanya bermanfaat, bagi produk dan petani. Dalam sekala yang lebih luas perlindungan Indikasi Geografis, bermanfaat bagi masyarakat  sebagai konsumen.
Perlindungan Indikasi Geografis dan Indikasi Asal, dapat menghindari praktek persaingan curang, serta memberikan perlindungan konsumen dari penyalah gunaan reputasi Indikasi Geografis.
Selain  perlindungan  hukum hak  Indikasi Geografis dan Indikasi Asal, juga memberikan dampak sosial budaya. Seperti memacu peningkatan produksi, mendorong kreativitas pengolahan hasil pertanian, sampai pelestarian dan pengembangan atraksi dan produk wisata di wilayah tersebut.

  Kuliner  Berbahan Baku Ubi Jalar  

Kode adsense

1/13/2020

Lampion:sejarah hingga festival


Lampion merah menjadi dekorasi wajib, menjelang perayaan tahun baru Imlek.Selain warna dan bentuknya yang cantik, lampion berwana merah dipercaya sebagai penangkal  Nian  Shou. Monster jahil yang suka mengangu anak – anak, tapi tidak suka kegaduhan dan warna merah
_______________

red lantern

Sejarah Lampion

Kata lampion  adalah adaptasi, dari  bahasa Italia  Lampione ( sumber :merriam-webster.com). Sementara di Republik Rakyat China (RRC)  pelita ini,disebut Deng Long.

Lampion – Deng Long  sudah  dibuat sejak masa  Dinasti Han Timur (25-220).  Selain sarana penerangan, lampion juga piranti ritual agama Budha.

Sejarawan berpendapat penggunaan lampion, sebagai dekorasi perayaan pesta rakyat, sudah dimulai pada Dinasti Tang (618–907 M).

Sampai sekarang  festival lampion selalu memeriahkan, pesta menyambut musim semi dan pesta panen (Mid-Autum Festival ) di RRC.

Dari sekadar  sarana penerangan lampion kemudian menjadi simbol perdamaian, kemakmuran, kekuasaan dan nasionalisme China.


lampion
Lampion gantung  sumber :Publicdomainpictures-pixabay

Jenis – jenis lampion

12/30/2019

Tabot dibuat dengan sepenuh hati


                                                     Tabot Bengkulu

Festival Tabot Bengkulu 

Annual event  paling hits di Kota Bengkulu,adalah Festival Tabot.Berlangsung selama satu bulan dan puncaknya pada tanggal 10 Muharram. Ritual dan meriahnya  Festival Tabot,udah banyak  dibahas.Kali ini aku mau ceritain sedikit,bagaimana proses the making of tabot. Perlu kordinasi dan dedikasi,untuk membuat tabot layak ditampilkan.Apalagi secara tersirat tabot mewakili, nama baik keluarga yang membuatnya
-----------------------


tabot Bengkulu
dok-media indonesia

Sebagai mukadimah di Kota Bengkulu ada 7 keluarga, yang  membuat tabot sakral. Tujuh keluarga ini merupakan keturunan dari Imam Senggolo (Syeh Burhanuddin).
Beliau  adalah sesepuh  para Sipai ( sebutan untuk keluarga tabot), komunitas yang kali pertama melakukan tradisi tabot di Bengkulu. Sekarang mereka tergabung dalam Kerukunan Keluarga Tabot (KKT).

Tabot sakral dinamai menurut lokasi pembuatan atau keluarga yang diwakilinya
  • Tabot Berkas
  • Tabot Imam
  • Tabot Bangsal
  • Tabot Panglima Kasan
  • Tabot Suka Merindu
  • Tabot Padang Jati
  Tabot Panglima Kasan  
Nurma teman sekolahku di Bengkulu, setiap tahun  rumah orangtuanya menjadi workshop pembuatan tabot. Waktu ke Bengkulu aku sempatin mampir ke sana.Pas banget mereka sedang menyelesaikan pembuatan tabot.
Keluarga Nurma membuat tabot Panglima Kasan,salah satu dari 7 tabot sakral. Nurma cerita saudara – saudaranya sudah mulai bekerja, setelah lebaran Idul Fitri (  bulanSyawal). Sekitar 3 bulan sebelum bulan Muharram.


You will like to read more about :
Ada kepercayaan bahwa orang yang keturunan Sipai,harus ikut terlibat dalam pembuatan dan ritual tabot. Bila tidak maka keluarga mereka,akan ditimpa musibah. Misalnya sakit yang  susah sembuh atau kerasukan arwah nenak moyang.

Masalahnya zaman now  sulit,untuk mengumpulkan mereka dalam satu waktu. Masing – masing punya pekerjaan dan keluarga yang harus diurus.

Maka dimulailah pembuatan tabot beberapa bulan, sebelum bulan Muharram. Diharapkan tangung jawab pada tradisi dan tanggung jawab pada keluarga, bisa berjalan beiringan.

tabot bengkulu
Tabot tahun 60an - dok KKT Bengkulu

Tabot asal katanya dari  Tabut - bahasa Israel,yang berarti kotak - peti kayu. Awalnya  tabot dibuat, sebagai  simbol peti mati.
Penampilanya sederhana saja, sebentuk punden berundak dengan hiasan ketas dan bunga.
Pergeseran makna dari ritual dukacita menjadi pesta rakyat, menuntut penampilan tabut lebih dari sekedar kotak biasa.

  Membuat Rangka Tabot  


12/23/2019

Jelajah Pantai Bengkulu: Dari monyet, ikan asin, cuba sampai galangan kapal



pembuatan kapal

Traveller zaman now biasanya nggak puas,cuma mampir ke obyek – obyek wisata mainstream.Kepo soal ini dan itu sama  ‘local people’  itu asik banget. Sekadar ngobrol - ngobrol  sama Akang penjual ketan uli di Lembang – Bandung.Tanya - tanya  dimana warung halal, sama penjaga toko souvenir di Kuta - Bali.Mengulik hal menarik, yang belum diulas dalam travel story orang lain
------------------------
Nih aku bagi cerita blusukan, sepanjang pantai Kota Bengkulu tahun lalu. Sapa tahu bisa jadi refrensi kamu, yang punya rencana liburan ke sana.


pantai panjang

 Pantai di Kota Bengkulu  

First of all Kota Bengkulu luasnya sedang – sedang saja. Jadi nggak khawatir bakal nyasar  atau kehilangan arah. Bisa dibilang semua yang ada plang nama di area ini, bisa ditemukan di google.
Alasan ke dua sebagai kota pesisir pastilah banyak hal – hal menarik, yang bisa ditelisik dari kehidupan tepin pantainya.
Yang ke tiga obyek wisata Kota Bengkulu bertebaran, tidak jauh dari pesisir pantai. Jikalau nggak ada juga yang menarik perhatian,aku bisa langsung mampir ke salah satu obyek wisata.
peta kota bengkulu
Peta pantai Bengkulu- google map
  Bermotor lebih praktis dan ekonomis  
Namanya blusukan enggak bisa diprediksi, sampe dimana atau berapa lama. Apalagi ambisiku kali ini, menyelusuri dari ujung ke ujung Pantai Panjang, Pantai Berkas, Pantai Malabero, Tapak paderi  sampai  Pantai Jakat.
Jadi lebih praktis dan ekonomis, kalau motor – motoran aja. Jadilah aku bertualang bersama motor Astrea jadul,boleh minjem dari kakak ipar.

  Hutan Mangrove - Pantai Panjang  



hutan mangrove bengkulu
Gerbang Hutan mangrove Pantai Panjang
Mampir pertama  di konservasi mangrove,Kuala Alam - Pantai Panjang. Sekitar jam 9 pagi  aku tiba, di gerbang hutan mangrove. Petugas loket belum datang jangan salahkan , kalau diriku melipir masuk gratisan wk wk ckk ckk

hutan mangrove bengkulu
Tarif Retribusi Hutan Mangrove Bengkulu
Wilayah hutan mangrove ini menjadi habitat monyet ekor panjang ( Macaca Fascicularis),dan beberapa spesies unggas. Tapi saat kemari nggak ada seekor monyetpun, yang bersedia aku temui.


hutan mangrove bengkulu

Kamu yang baru pertama main ke sini,sebaiknya jangan datang sendiri. Yah sekadar berjaga – jaga, soalnya jalan setapak diantara pohon cemara jarum lumayan sepi.
Bisa jadi kamu enggak bakal ketemu satu manusiapun, sampai nanti di ujung kuala. Spot tongkrongan favorit,  para pemancing.

Pantai Pasir Putih Kuala Alam Bengkulu

Dari cerita seorang pemancing yang kebetulan ketemu, sekitar 4 tahun lalu warna air di kualo ini bening kehijau- hijauan.
Pembangunan tanggul dan wave breaker,membuat air laut di kuala seperti terkurung. Akhirnya air di Kuala Alam, sekarang menjadi butek.

Pantai Pasir Putih bengkulu

Tapi namanya pantai, tetap bisa  dinikmati suasananya. Setelah foto – foto sebentar, cap cus aku melanjutkan perjalanan.Dan petugas di loket tiket, belum juga datang.

bunga widuri
 Bunga Widuri yang tumbuh menyemak  disepanjang pantai
Dibanding pantai - pantai yang lain Pantai Panjang lebih dahulu dikenal,sebagai obyek wisata di Bengkulu. Cemara jarum yang menaungi  dan angin sepoi- sepoi, bikin kita betah berlama – lama di sini.
                                pantai panjang bengkulu

Sekitar 500m dari gerbang hutan mangrove,berbaris beberapa cottage, bar dan karaoke. Nggak cuma itu kalau bosen liat pantai, kamu bisa masuk Bengkulu Indah Mall atau nonton di bioskop XXL. Jarak pusat  belanja dan hiburan di sepanjang Pantai Panjang, cuma sekitar 200 meter dari bibir pantai.

pantai panjang

Yang lumayan mengangu, adalah penjual sayur- mayur. Lapak cabe - bawang bertebaran di sepanjang jalan.
Kebayang deh kalau nggak segera ditertibkan, nggak lama lagi  Pantai  Panjang  punya pasar sayur tradisional sendiri.

  Rental Sepeda  
Perjalanan aku lanjutkan sampai di depan Bengkulu sport center.  Mampir dulu untuk kepoin abang, yang jaga  rental sepeda.
Usaha rental ini dimulai tahun 2011, dengan modal awal 2 sepeda. Sekarang  Rental Sontang udah punya 3 cabang, dengan  seratusan unit sepeda.Waktu ditanya omsetnya si abang cuma bilang, yah lumayanlah.

rental sepeda pantai panjang
Yang mau ngerasain sensasi puter – puter pantai, sambil naik sepeda juga bisa . Tarif rental sepeda dari 15-30.000 rupiah, tergantung tipenya ( single atau tendem).

  Sate Ceker - Pantai Berkas  
Enggak ada rambu – rambu atau gerbang, yang menandai batas antar pantai. Cuma kebiasaan aja secara tradisional dari perempatan sini ke perempatan sono, namanya pantai apa gituh. Secara visual kita bisa ,merasakan perubahan  suasana di tiap pantai. Setiap pantai  punya habitat dan ekosistemnya sendiri.

taman pantai berkas
Taman Pantai Berkas - Bengkulu Bisnis

Sekarang ada taman yang menjadi penanda batas, Pantai Panjang dan Pantai Berkas.Taman ini punya anjungan ridging,dengan pemandangan ke arah pantai.
Memasuki wilayah Pantai Berkas, pohon cemara jarum mulai berkurang. Rumah penduduk mulai rapat dan  tenda payung penjual Sate  Ceker bermekaran di pantai.


Heran juga ini di tepi pantai, dan dekat kampung nelayan. Tapi kuliner yang ditawarkan, tidak ada sesuatu yang beraroma laut.
Ada segitu banyak kuliner khas Bengkulu, masa sih nggak ada satupun yang bisa dijual sebagai kuliner murah meriah dibanding ceker ayam.

  Pukat dan Cuba  


11/18/2019

Cagar Budaya Indonesia : Makam Inggris Mengungkap Sejarah Bengkulu

                                cagar budaya makam inggris

      Kolonisasi Inggris di Bengkulu         


Siapa kira Bencoolen – Bengkulu  kota kecil disudut Sumatera, ternyata  pernah jadi point penting  dalam politik global. Penanda tanganan  Traktaat London 17 Maret 1824,yang berisikan pertukaran daerah koloni antara Inggris dan Belanda.Tercantum, Bencoolen ( Bengkulu sekarang) diserahkan kepada Belanda oleh Inggris dan Belanda menyerahkan Singapura kepada Inggris. Pertukaran yang memberi dampak sosial, politik dan ekonomi, dalam sejarah modren Asia Tenggara.
----------------------------------

cagar budaya makam inggris
Muara  Bangkahulu 2018
Hubungan panjang  Bencoolen dengan kolonial Inggris, dimulai sejak tahun 1685. Dari laman Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman tercatat  perusahaan dagang Inggris ( East India Company – E I C)  pertama merapat di  muara Sungai Serut ( Muara Bangkahulu) pada tanggal 24 Juni 1685.

Ada yang bilang masuknya Inggris ke Bencoolen, karena kesalahan navigasi. Mereka seharusnya menuju Madras - India, tetapi salah arah dan masuk ke perairan Bencoolen.
Terlepas dari awalnya sengaja atau tidak sengaja,koloni Inggris  bertahan selama 140 tahun di Bengkulu.

Peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu tersebut, mempengaruhi  kondisi sosial dan budaya masyarakat  Bengkulu  sampai hari ini.

Dua ikon Kota Bengkulu yang erat kaitanya, dengan koloni Inggris.

   Tabot                                     
Sebagai informasi sebelum dipimpin seorang Gubernur Jendral,Bencoolen cukup lama menjadi daerah bawahan Residen Bengal – India. Saat itu pejabat Bencoolen wajib melapor, pada  Residen Bengal – India. 
                                
Untuk membangun  Benteng Marlborough (  1713 - 1719  ) Joseph Callet yang saat itu menjabat sebagai pimpinan EIC di Bencoolen, mendatangkan pekerja dari India.

Pekerja – pekerja India inilah yang kemudian mewariskan, tradisi Tabot pada masyarakat Bengkulu. Sekarang festival tabot sudah jadi event  unggulan  Kota Bengkulu.

    Bunga Rafflesia                         


bunga rafflesia
Bunga Rafflesia - Ilust.Liputan 6
Bengkulu menuai berkah dari perseteruan politik Inggris dan Prancis. Intrik politik yang  mewarnai klaim Inggris melawan Prancis, atas penemuan dan penamaan  bunga ini. Sampai sekarang bunga rafflesia tetap digunakan, sebagai maskot Provinsi Bengkulu.

  Sejarah Pemakaman Inggris Kota Bengkulu       

Inggris meninggalkan beberapa tempat, yang  bernilai sejarah bagi perjuangan rakyat Bengkulu . Salah satunya adalah komplek pemakaman, yang sekarang menjadi situs cagar budaya  Makam Inggris Jitra.

Eksistensi pemakaman Inggris ini sangat penting, dalam penelusuran  sejarah  Kota Bengkulu.  Penelusuran korespondensi dari beberapa nama yang tertera di nisan, membuka wawasan  tentang  kehidupan sosial politik Bencoolen saat itu.

cagar budaya makam inggris
Kebersihan makam sudah jauuuuuh lebih baik. Dulu disini suka jadi tempat ngumpul ABG yang bolos sekolah dan parkiran gerobak sampah.
Keberadaan makam ini mengikuti perkembangan populasi bangsa Eropa, yang bermukim di British Bencoolen  pada abad 16.
Alam dan orang Bengkulu tidak begitu ramah pada  kaum kolonial. Selama  berada di Bengkulu,  banyak  warga Inggris yang tewas .

Selain konflik dengan  penduduk asli  serangan penyakit  malaria  dan disentri dilaporkan, sebagai penyebab  utama  kematian warga  Inggris masa itu.


cagar budaya makam inggris
Memorial untuk Kapten  Thomas Tapson yang dari Nonah Jassmina

Sebagian besar  mereka di makamkan di Pemakaman Jitra, termasuk juga keempat  anak Thomas Stanford  Raffles  dan  Lady Sophia Hull.
Sangat disayangkan  sampai saat ini nisan ke empatnya belum, atau tidak akan pernah ditemukan lagi.  Makam jitra sudah porak poranda, karena pembangunan,vandalisme dan pembongkaran ilegal.

Harus diakui sedikit sekali,yang tersisa dari pemakaman Inggris. Wajar kalau situs cagar budaya ini,kurang dikenal . Tidak banyak hal menarik yang bisa mengundang masyarakat awam untuk berkunjung kemari.

cagar budaya makam inggris

Karena gerbang depan terkunci , aku  melipir masuk area makam dari pintu samping.  Suasananya sunyi , tidak ada petugas pemandu  atau karcis masuk. Sambutan selamat datang kudapat dari  jaring ikan yang  mengantung  manja, pada dahan  pohon Cemara Jarum.

     Sebagai Situs Cagar Budaya Indonesia  
Makam Jitra terletak di  Jalan Vetran  Kelurahan  Jitra - Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota sekitar  500 meter dari  Rumah Dinas Gubernur dan  15 menit berkendaraan dari Benteng Marlborough. Jalur transportasi umum juga  melintasi  makam ini.

makam inggris bengkulu
            Dari jauh  terlihat beberapa  pemuda,  duduk santai  di  atas  nisan.  Sepertinya  mereka  sedang  menanti  giliran dipangkas  rambutnya.

Makam Inggris Jitra ditetapkan sebagai, Situs Cagar Budaya  dengan SK Menteri NoPM91 / PW007 / MKP / 2011. Secara adminitrasi makam Jitra berada  dalam pengelolaan  Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Luas area makam pernah mencapai 4,5 hektar dengan sekitar 1000an makam di dalamnya. Belum  ditemukan bukti  tertulis tapi konon, makam  Jitra di kota Bengkulu ini adalah  komplek  pemakaman Inggris tertua dan terluas di  Asia Tenggara. 

Dalam luasan wilayah itu sekarang sudah berdiri sekolah, beberapa kantor, gereja dan  belasan rumah penduduk.Tersisa  kurang dari 53  nisan yang tersebar sporadis, dalam kondisi yang tidak orisinil lagi.


cagar budaya makam inggris

Setelah browsing sana – sini aku menemukan beberapa fakta menarik  tentang arsitektur , simbol dan orang yang dimakamkan di Jitra.
Dan....... hasilnya  asik untuk diceritakan lagi.

  Arsitektur Dan  Ragam Hias                   
                 

7/04/2019

Asiknya Belajar Bersama di Museum Sultan Mahmud Badaruddin ll Palembang

museum smb 2
Museum Sultan mahmud Badaruddin II Palembang

Ada 111 museum  provinsi dan  20  Taman Budaya, yang tersebar di seluruh Indonesia.Kesemuanya memerlukan biaya perawatan dan oprasional yang tidak sedikit.
Tiket masuk adalah  salah satu sumber dana yang diharapakan mampu, menutupi biaya oprasional museum.

Sunyi sepinya pengunjung museum ini, bahkan sudah jadi ‘masalah nasional’.
Untuk  memberi alasan masyarakat  kembali  berkunjung ke museum, Dirjen Kebudayaan ( Kemdikbud) sudah meluncurkan program, Museum  Dihatiku  dan  Belajar Bersama di Museum.

belajar fotografi
Mas Ade  kasih trik dan tips di kelas belajar bersama fotograpy

Kapan terakhir  kamu berkunjung ke salah satu museum di Indonesia?
Yang masih pelajar mungkin menjawab, dua tiga tahun lalu. Yang  sudah tamat belajar mungkin akan menjawab, seribu tahun lalu
 Pak Hilman Farid please maafkanlah mereka, yang tidak ingat lagi jalan menuju museum ( lebay gak seeeh ....)


"Visiting museum is a matter of going from void to void "                                                      Robert Smithson


  Belajar Bersama Museum  

Menjelang  Hari Museum nasional  pada 12 Oktober 2019 unit kerja (Sie)  Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan Palembang, mengadakan beberapa kegiatan Belajar Bersama di Museum.
Minggu 30 Juni 2019 kemarin diriku antusias banget mengikuti,  belajar bersama fotografi di Museum Sultan Mahmud Baddarudin.

  Belajar Fotografi   
Connect