Maret 25, 2022

Masak Pindang Ala Kota VS Masak Pindang Ala Desa

 Sekilas Gastronomi Pindang Palembang


 Saat aku tiba di halaman rumah Boen Tjit yang luas. Sesi pertama acara Masak Di Pinggir Sungai  baru saja dimulai.Teras berlantai kayu  sedikit berderak ,saat sandal  jepit ku menapak naik.  

Meja dan kursi mungil  warna-wani , memenuhi  teras rumah disulap jadi caffee  dadakan. Pemuda dan pemudi  yang  sering aku temui,di event-event  budaya  sudah duduk manis.

 Lirik sana-sini  cuma  ada  satu kursi yang  tersisa. Bagian depan, paling pojok pula. Aku ngikik dalam hati.Indonesia  banget deh, biar  datang terlambat  pasti  dapet  duduk  depan.



Panci dan sederet   condiment  pindang  tersusun rapi. Di belakang meja  bertaplak kuning, sudah bersiap Yudhy  Syarofie. Budayawan dan  Staff Ahli Cagar Budaya Sumatera Selatan ini, siap unjuk kebolehan masak pindang.

Melihat dari bumbu yang  mudah didapat.Serta  proses memasaknya yang relatif  mudah. Sepertinya pindang sudah  dimasak nenek moyang  Wong Plembang selama ratusan tahun. Jadi gak heran  semua perempuan di Sumatera Selatan bisa masak pindang.

Tapi yang istimewa dari acara masak pindang kali ini karena juru masaknya adalah Yudhy  Syarofie.Yup, sebagai budayawan yang asli Pelembang. Beliau pasti punya banyak info seputar   gastronomi  pindang   Sumatera Selatan.

Bumbu Pindang Ala Sumatera Selatan

Asimilasi dan akulturasi  yang berkembang sejak zaman Sriwijaya.Turut mempengaruhi budaya kuliner  masyarakat Sumatera Selatan. Demikian juga cara memasak pindang .

Sekarang ada dua jenis pindang yang popular di Sumatera Selatan. Yaitu pindang  ikan dan pindang  tulang. Sebenarnya semua jenis  ikan dapat dimasak pindang.Tapi karena kondisi geografis  Sumatera Selatan yang  berada di daerah perairan darat. Maka yang paling sering dimasak pindang adalah  ikan air tawar.


Sahabat Cagar Budaya Palembang

BTW,pindang yang kita obrolin ini, bukan  ikan  pindang  gereh yang  dijual  dalam besek bambu kecil. Tapi pindang  gulai berempah  tanpa  santan kelapa.

Bumbu yang digunakan dalam dua pindang  ini pada dasarnya sama saja.  Seperti cabe, bawang Putih,bawang merah,kunyit,jahe,laos,daun salam,dau kemangi dan serai.

Asam-asaman yang digunakan untuk  masak pindang

Nah, untuk asam ada beberapa jenis  yang  biasa digunakan.Tergantung musim atau ketersedian saja. Misalnya tomat ceri , yang biasa disebut cung kediro.Kemudian ada  belimbing  wuluh atau belimbing besi.

Ada juga yang  menggunakan, asam kandis atau  asam gelugur. Berdasarkan pengalaman pribadi, kedua asam yang terakhir itu, memiliki rasa asam tingkat dewa.Semakin lama mereka berada di dalam kuah, maka rasa kuah  akan semakin asam. Jadi kalau dirasa asamya sudah pas,segera  singkirkan dari kuah.

Selain  garam, beberapa resep pindang menggunakan terasi, gula pasir atau gula merah sebagai penyedap rasa pindang. Dan ada  satu yang  khas dari pindang kami di Sumatera Selatan. Yaitu menambahkan  potongan  buah nanas  saat masak pindang.

Beda Masak Pindang Ala  Kota Dan Pindang  Ala Desa

Meskipun sudah lama  tahu, bahwa tiap daerah di Sumatera Selatan  memiliki pindang  versinya   sediri. Tapi  akutuh baru paham, setelah mendengar  penjelasan  Pak Yudhy .

Selain ketersedian bahan,ternyata keragaman  cara masak  pindang  ada hubunganya  dengan  kebiasaan penduduk di masing-masing  wilayah.

Misalnya dulu penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan  dengan aktivitas  berdagang atau  bekerja sebagai buruh. Mereka mengembangkan cara masak pindang  yang lebih praktis dari pada  masyarakat di pedesaan.

Semua bumbu pindang kota, akan digeprek  atau diiris-iris saja.Kemudian langsung dicemplungkan  ke dalam panci.  Sementara  orang desa  yang berprofesi sebagai petani atau nelayan biasanya lebih santai.Mereka punya waktu  luang, untuk menggiling semua bumbu sampai  halus.

Jadi ringkasnya pindang kota dan pindang desa itu berbeda pada  cara pengolahan bumbu.

Pindang  Serani Untuk Belanda

Siapa sangka, lamanya orang Belanda bermukim di Sumatera Selatan, turut andil melahirkan satu lagi varian  pindang. Walau orang Belanda yang bermukim di pesisir pantai, gemar makan ikan Harring mentah. Ternyata mereka tidak tahan amisnya kaldu ikan dalam kuah pindang.

Maka munculah ide,untuk  menggoreng dulu ikan  sebelum  diceburkan  kedalam  kuah pindang.Dan jadilah varian pindang baru dengan ikan goreng. Pindang  itu kemudian dikenal dengan nama pindang serani.

Walau  belum ada bukti pendukung asal muasal kata serani. Yudhy Sarofie  punya  teori ,menurutnya serani kemungkinan besar berasal dari kata Nasrani. Karena awalnya yang suka jenis pindang ini,adalah pemeluk  Nasrani .Orang Palembang kemudian menyebut  pindang varian baru itu sebagai Pindang  Serani.

Tak terasa sudah satu jam berlalu.Asik sekali mendengar cerita  Pak Yudhy seputar pindang. Acara dilanjutkan dengan makan bersama,lauk pindang tulang dan pindang patin masakan Pak Yudhy.

Hari sudah beguyur siang. Pada sesi ke dua acara masak di pinggir sungai ,ada Ibu Farida R Wargadalem  Ketua MSI (Masyarakat Sejarah  Indonesia) yang  akan ngulen Pempek  Sebagai  Identitas  Palembang.

Masalahnya,aku mulai gelisah.Kulihat air Sungai Musi sudah masuk ke halaman rumah Oeng Boen Tjit.  Sambil mikir apakah akan pulang atau terus mengikuti acar.Aku  lanjut ngobrol dengan Islamyah.Perempuan pengrajin lidi nipah,yang  buka lapak di teras rumah Boen Tjit.

Cerita  sebelumnya  Ngocek Rokok Nipah  di Lorong Yucing

Tags :

bm
Created by: Donasaurus

Feel free to connect with me on social media or leave me a comment lways be super happy to have a little chat about your ideas and opinions Love Dona

21 Comments

Yummyyy, sedap niaannn
aku selalu sukaaa kuliner ala Palembang
Baik itu pempek, tekwan, model, termasuk Pindang iniii

Hadeuhh, ngiler banget mupeng pindang patinnyaaaa

Reply

Waaah, aku tim pindang Serani nih, mbaa 😅

Reply

Waah, aku tim pindang Serani nih, mbaa, 😅
Aku emang kurang suka bau amis di kuahnya

Reply

Jadi bumbu buat pindang dan cara masaknya gimana kak?

Reply

Pindang adalah makanan kesukaan akuu..
Hehhee, soalnya kalau lagi malas masak, aku biasanya beli pindang suwir dan ini beneran juara banget rasanya.

Coba sesekali memasak pindang ala kota vs ala desa. Sambutan di keluargaku, maka yang disukai yaa..?

Reply

Jadi paham nih dunia pindang gara-gara baca tulisan mbak. Soalnya emang kadang beda persepsi tentang pindang di desa kakekku sama di kota ini. Ternyata begitu alasannya

Reply

Wah enaknya, jadi ingat temen saya orang palembang pinter banget masak pindang kuah begini. Saya pernah coba masak tapi rasanya beda jauh. Wkwk. Harus try again kayaknya..

Reply

Ada cerita di balik sebuah hidangan pindang ya kak

Reply

penasaran sama rasanya. sama kayak yang ada di jawa ngga ya?

Reply

Wah, baru tau nih ada berbagai macam jenis pindang.. Dan yg berkuah dan yg tidak berkuah ternyata juga namanya pindang ya.. Makasih informasinya, dapat ilmu baru nih :D

Reply

Wah, memang masyarakat perkotaan ingin serba praktis dan kadang membeli bumbu instan

Reply

Wah, berarti selama ini pindang yang saya masak itu pindang ala kota nih, karena bahan-bahannya diiris :D

Reply

Duuuuh kangeeen makan pindang patin Palembang 😄🤤. Trakhir kesana aku makan pindang patin dan udang . Kalo yg tulang blm coba. Tapi sempet juga makan di restoran lain di sana, nyobain pindang ikan belida. Beda banget Ama patin 😣, lebih amis. Ga doyaaan mba. Enakan pindang patin.

Pengen ih ke Palembang lagi, blm puas nyobain aneka kulinernya :)

Reply

Saya penyula berat masakan palembang, segar, pedas gurih, rerata begitu, ya kak? Akhir tahun lalu saya sempat kulineran di Palembang, dan makan pindang di sisi sungai, Palembang wong kito galo. Tahnkyou for sharing, ka.

Reply

Senangnya baca ini jadi tahu info seputar kuliner Pindang dari Palembang. Suamiku dulu laam tinggal di Bengkulu saat lajang, mainnya sering ke Sumsel..tahu deh makanan Pindang. Biasanya aku bikin memnag diiris bumbunya hahah, kota banget berati ya, memmang biar praaktis. Tapi memang seger Pindang ini ya, aku biasa pakai ikan Patin

Reply

mbak dona, kalau aku ke palembang harus makan pindang ini ah...tar ajak aku ya nyicip aja jangan masak wkwk

Reply

saya pernah coba masak pindang ala sumatera selatan, enak juga, waktu itu saya pakai blender aja, ga sanggup menghaluskan dnegan cara uleg, nah ini kategori pindang ala apa ya? kalau ala kota tadi kan diiris-iris aja

Reply

wah akupun suka menggoreng ikanpindang sebelum aku olah dalam bentuk kuah karena ini cara ibuku yang aku tiru untuk menguragi bau amis

Reply

Kalau aku di Surabaya, masakan pindang serani justru nggak pakai ikan
Tapi pakai daging mbak, bumbunya sama dan namanya pun juga pindang serani

Reply

Wuenaaakkk... masakan pindang itu kesukaanku. dan seru sekali masak di pinggir sungai Musi yaa meskipun hampir drama kebanjiran.

Reply

suikaaaa pindang ala desaaaa

Reply
Connect