Sabtu, 29 Desember 2018

Resep Praktis Membuat Tempoyak Durian

Buah Durian

Diriku termasuk,yang plin -plan soal Durian (Durio zibethinus). Benci tidak , cinta mati juga kagak. Bukan  karena pelit,tapi diriku  cuma makan durian kalau gratisan.
Belum lama, tetangga yang baik hati datang bertandang. Dengan kata pengantar, oleh - oleh dari dusun. Bersama itu,duren diserahkan.

Enaknya tinggal di Kota Palembang,kalau musim duku atau duren biasanya suka ada tetangga yang mudik ke dusun.Mengingat menimbang,akhirnya memutuskan  durian yang cuma sebuah ini dibuat tempoyak saja.
                                            
Awalnya olahan ini sebagai upaya, mengawetkan durian saat panen melimpah. Akhirnya tempoyak menjadi signature ingredient  masakan Melayu. Fermentasi durian ini,dengan nama yang berbeda – beda dapat kita temui di sepanjang Malaysia,Thailand,Vietnam dan negara Asia Tenggara lainyaKalau disimpan dengan benar,tempoyak dapat bertahan sampai dua tiga bulan  bahkan lebih.

Gulai Patin Tempoyak

Tempoyak menjadi salah satu bahan tambahan dalam beberapa masakan khas daerah. Ikan Patin masak tempoyak, kegemaran Ibunda biduan Siti Nurhaliza dari Malaysia. Sambel tempoyak  plus udang dan petai,juara di Bengkulu. Wong Plembang, punya resep pepes ikan yang kita sebut brengkes tempoyak.

Rasanya asam dan aroma durian, yang masih kuat.Semakin lama disimpan,semakin asam.Karena itu,kadang di tambahkan garam dan cabe rawit sebagai varian rasa.
Tempoyak
Membuat Tempoyak

                      Alat dan bahan

  1.     Buah durian yang sudah benar-benar matang
  2.     Toples/wadah bertutup
  3.     Garam halus secukupnya
  4.     Cabe rawit bila suka

Alat dan bahan membuat tempoyak

§  Pisahkan daging buah durian dari biji
§  Tambahkan garam halus dan cabe rawit
§  Lalu simpan dalam wadah/ toples tertutup sekitar 3-4 hari.
§  Wadah penyimpanan , harus tertutup rapat bersih dan kering.
   Untuk menghindari,tempoyak berjamur
§  Bila dirasa tingkat keasamanya sudah sesuai selera , tempoyak dapat segera dieksekusi sebagai campuran masakan.

Menyimpan tempoyak

Lempuk – sejenis dodol,selai dan tempoyak adalah olahan durian,yang bisa bertahan beberapa bulan setelah musim berlalu.
Produk olahan Durian
Daerahmu punya  resep masakan tempoyak super sedap?  Boleh dong bagi di komen***donasaurus

Jumat, 28 Desember 2018

Tips Liburan Aman Bareng Anak


Harus diberi rambu mana tindakan wajar dan mana yang nakal.Pic- Sasint

HARI Minggu (23/12)  lalu,diriku ada keperluan ke Indralaya. Perjalanan singkat saja,kalau lancar bisa ditempuh kurang dari 2 jam dari kota Palembang. 

Mengingat menimbang soal kemungkinan macet dan banjir, diriku memutuskan naik bus umum saja.

Ruang tunggu pol bus, sudah penuh.Ini masa libur sekolah,anak-anak dari 0-10 tahun terlihat mendominasi ruangan.

Sambil duduk (tidak begitu ) manis, menyaksikan beberapa drama orangtua dan anak-anak.

Dua anak lelaki saling pukul, mereka tidak sepakat tentang sesuatu. Nenek yang pusing melihat ulah mereka, langsung buka dompet.  Keributan kakak dan adik didamaikan,masing-masing dapat satu cup es Oyen.

Baby X  yang umurnya sekitar 9 bulanan menangis. Mungkin bosen, atau tergangu dengan asap rokok, atau kepanasan.
Mama- papa  baby X , punya cara aneh untuk mendiamkan anaknya.

Sambil melirik padaku, mama baby x bilang ‘asal dia diam‘.

Bergantian mereka  memungut botol kosong, yang dilempar  baby X berulang-ulang  ke lantai.  

Di kursi lain beberapa anak, duduk diam gak banyak tingkah. Kulihat ada gawai di tangan mereka.

Sekarang keliatanya gawai sudah jadi, alat bantu mengasuh anak.

Chaos Season

Drama anak ini sering tayang, di musim liburan. Waktu yang sering dipilih, untuk melakukan perjalanan sekeluarga.

Diriku jadi tertarik, mengamati reaksi para orangtua terhadap anak yang misbehaves di ruang publik.

Bayi dan balita,mungkin gak bisa dinilai  karena belum mengerti komando.

Yang suka bikin sirik itu,anak-anak umur  6+, yang sewajarnya sudah bisa diajak kordinasi.

Dari hasil larak-lirik di ruang tunggu, diriku membagi orangtua dalam tiga kelompok


Permen  sering dijadikan "sajen"pada anak yang rewel - Pic.Daria Yokovleva

Kelompok pertama 
Gawai  is the best
Ini tipikal mamah dan papah muda zaman now. Dari rumah,anak sudah di bekali gawai. Mereka jadi kehilangan minat,melakukan eksplorasi lingkungan.

Kelompok kedua 
Money talk
Biasanya dimulai dengan omelan plus  keluhan, anak yang bandel atau  minta duit terus. Akhirnya buka juga  dompet. Menyuruh anak jajan, untuk membuat mereka tenang.Yang ini model-model emak – bapak tahun 80-90an.

Kelompok ketiga 
Emang gue pikirin
Saat anak mulai melakukan hal-hal yang mengangu  keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan. Orang tua EGP ini,suka pura-pura tidak tahu.

Tidak mencegah apalagi membantu, mengatasi masalah yang disebabkan anak mereka.Kadang malah balas menghardik, orang yang menegur anaknya.

Dalam musim libur,ketiga kelompok orangtua itu bisa kita temukan bersamaan dalam satu lokasi. 

Penasaran gak sih, kenapa reaksi orangtua bisa begitu berbeda terhadap aksi anak.


Kordinasi yang baik  ibu dan anak angsa.Pic Pixel 2013

Reaksi-reaksi atas tingkah anak, keliatanya untuk menutupi rasa malu.
Pandangan masyarakat, biasanya menyalahkan orangtua untuk kelakuan anak yang tidak patut.

Meskipun terlihat sok gak peduli gitu,hakul yakin dalam hati emak-bapak itu terbersit rasa malu.
Lalu mulailah muncul berbagai dalih, ah namanya juga anak-anak atau kan ada petugas kebersihan de el el. 
Semakin besar usia anak, semakin susah dikoreksi karena semua kesalahan dibenarkan orangtua

Mengutip  Judith Myers-Walls, PhD, profesor perkembangan anak dan studi keluarga University Lafayette – Indiana USA,orangtua idealnya mulai mengajarka soal prilaku pada anak itu sejak bayi. 
Memberi batasan, hal yang boleh dan tidak. Mencontohkan,prilaku baik.
Mencegah dan mengingatkan,bila anak mulai berprilaku tidak pantas. Tentu saja disesuiakan, dengan  fase perkembangan anak.

Nancy S.Buck,Ph.D,RN seorang psikolog perkembangan yang berpengalaman dalam motivasi dan prilaku anak pada laman psychology today memberi beberapa tips DO and DON’T meminimalisir drama anak di muka umum.

1.Menetapkan aturan
Beberapa hari sebelum berangkat, buatlah kesepekatan bersama.Kesepakatan  yang harus dipatuhi, semua anggota keluarga. Yang simpel-simpel saja, ini MOU untuk  mengajar anak membedakan rasa ingin tahu VS  mengangu ketertiban. Bukan tata tertib karyawan, instalasi militer.

Bagaimana menjaga, kebersihan diri dan lingkungan
Jaga bicara
Tidak menaiki atau bermain-main dengan alat-alat  kerja petugas.
Tidak mengangu pengujung dan petugas disana

Kesepakatan dapat disesuaikan dengan, sikon tempat yang akan dikujungi.Kalau liburan ke pantai, sepakati sejauh mana anak boleh berenang. Kesepakatan, bisa juga berdasarkan pengalaman liburan bersama  sebelumnya. Jangan ulangi pernak-pernik kecil yang bikin, tensi mama-papa naik tahun lalu.
pixabay
2.Rencana
Ngobrol-ngobrol dulu,tentang tempat yang akan dikunjungi. Mungkin ini pertama kali mereka, ke stasiun kereta atau bandara.Ceritakan, apa saja yang akan dilakukan setiba disana.

Merencanakan apa yang bisa, dilakukan disana. Misalnya saat papa-mama lagi ngantri check in. Mereka bisa duduk manis,sambil  membuat video pendek aktivitas bandara atau duduk manis mewarnai gambar.

Tentu saja semua aktivitas tidak mengangu, atau merusak fasilitas umum.Jangan lupa untuk mengingatkan lagi,kesepakatan dan rencana yang sudah dibuat ini dalam perjalanan menuju ke sana.


Bagaimana kalau tidak ada hal menarik yang bisa dilakukannya di sana ?

Diriku berbagi pengalaman,dulu pernah delay beberapa jam di bandara Soekarno Hatta – Jakarta. Lama menunggu, ananda mulai rewel.

Akupun mulai bosan,dengan janji palsu jam berangkat yang molor.Iseng mengajak ananda, keliling ruang tunggu. Tour ruang tunggu, berbagai maskapai.

Duduk sebentar,bersama penumpang dari  Indonesia timur. Diluar dugaan  ternyata mengamati orang baru, itu mengasikan untuk anak umur 8 tahun. logat mereka bicara, megamati ciri fisik berbagai suku bangsa Indonesia.

Ananda banyak senyam-senyum sendiri. Pertama kali bertemu langsung,dengan orang Papua yang dia bilang mirip mirip Afro.

 3.Minta pendapat anak
Selama  liburan, ada beberapa hal yang bikin  anak lepas kontrol.Bosan,lelah,lapar atau tidak tertarik dengan obyek kunjungan yang dipilih orangtua.

Jauh - jauh hari tanyakan kemana, mereka ingin menghabiskan liburan.Biarkan mereka mengemukakan alasan,mengapa ke sana.
Apa yang membuatnya tertarik ke sana.Jangan langsung memutuskan,pikirkan lagi pendapatnya.

Kalaupun nanti dirimu,punya keputusan berbeda. Kemukakan alasan, yang bisa diterima akal anak. Disertai alternatif aktivitas, yang bisa dilakukan.

Seorang teman mengeluhkan anaknya, tidak mau diajak liburan ke rumah nenek. Alasanya di sana tidak ada sinyal Smartfren.Sehingga ia tidak bisa bertukar cerita,dengan temannya yang liburan di kota lain.

Menjelaskan mempberi peringatan dan mendisiplikan anak.pic Natya geep

Pelanggaran dan Tindakan Disiplin

Suasana dan keramaian, kadang membuat anak lupa aturan main.Bawa anak menjauh, dari TKP. Beberapa anak,biasanya jadi tambah bertingkah kalau diomelin di depan orang.
Tanyakan apakah dia merasa lapar,sedikit pusing atau cuma bosan saja.

Ingatkan peraturan dan rencana, yang dibuat bersama.Alihkan perhatian,dengan mengajaknya melakukan hal lain.

Budi pekerti
Aih  kalo pake istilah budi pekerti, kok rasanya  dalemmm banget.
Tapi gitu deh,anak tidak tiba-tiba saja jadi pecicilan.

Mudah sekali mengakui kalau anak sopan dan  berprestasi, adalah jerih payah orangtua mendidik mereka.

Bagaimana kalau sebaliknya? Inilah mak,romantika jadi orangtua.

Kita masih percaya bahwa tingkah anak itu, refleksi lingkungan. Ada andil sekolah, teman sepermainan dan tentu saja keluarga dalam pembentukan karakter anak.

Zaman sekarang, banyak anak yang menghabiskan waktu lebih lama di sekolah dibanding bersama keluarga di rumah.Ibarat  mengirim baju ke loundry.

Tiba di rumah,sudah disetrika rapi. Bersih,bebas noda dan wangi.Tidak terlalu peduli, cairan kimia yang digunakan atau bagaimana proses cuci-kering dilakukan.

Jeeeng....jeeeng tau-tau anak sudah punya value sendiri. Yang mungkin beda banget, dari apa yang biasa mama-papa terapkan  di rumah.
Enzo dan Key Liburan Ke Kebun Teh .Dok donasaurus


Perjalanan liburan keluarga, saat yang tepat untuk mengevaluasi pola asuh yang sudah dan sedang berjalan. Bagian mana yang kita masih minus,apakah soal sopan satun,kebersihan,atau disiplin.
Cari inspirasi, perhatikan lingkungan.
Bagaimana reaksi orangtua lain, pada anak mereka dalam sikon tertentu.

Hoke,selamat berlibur.Punya pengalaman menarik soal drama anak-ortu selama liburan.Cerita-cerita dikomen dong***donasaurus

Senin, 24 Desember 2018

Resolusi Tahun Baru - Jangan Lupa Bahagia


sumber:pixabay

Tagar resolusi tahun baru mulai berseliweran.Pertanda, tahun baru segera tiba.
Sebaiknya dirimu juga, membuat resolusi tahun baru.New year resolusion,punya daya magis. Membuat  sel-sel otak bekerja. Merancang strategi,mencari jalan untuk mencapai tujuan.
Zaman now, resolusi tahun baru jadi semacam trend.Tolak ukur, atau  goal pribadi. Gak heran wish  list tahun baru,dipenuhi harapan-harapan yang sangat subjektif.Tergantung keperluan masing-masing.
Hidup tak selalu sesuai rencana tapi cobalah untuk melihat sisi baiknya

Waktu umur 20an, resolusi tahun baruku bisa sepanjang jalan kenangan.Tambah umur,eh makin pendek saja daftar.

Sudah banyak  yang tercoret di wish list resolusi tahun baru.Entah  yang sudah tercapai, atau yang  karena diriku secara emosional sudah makin waras wkkk.

Sudah tersadar kalau dalam hidup ini, ada saja yang memang tidak ditakdirkan untuk ku miliki (halah-halah).

Survei YouGov  untuk  resolusi tahun baru 2018  yang paling populer adalah :
 💣Makan lebih sehat
 💣 Lebih rajin olahraga
 💣Berhemat
 💣Menjaga diri dengan baik (contohnya cukup tidur)
 💣Baca lebih banyak buku
 💣Belajar hal baru
 💣 Mendapat pekerjaan baru
 💣Mendapatkan teman baru
 💣Memiliki hobi baru
 💣Tampil lebih menarik

Sounds familiar ?
Sementara artikel ini ditulis, belum tayang data riset resolusi  tahun  baru 2019.
No need to worry selain  #2019 gantipresiden dan  #2019duapriode, resolusi tahun baru biasanya muter disitu-situ aja.
Lah iya,pasti  selalu ada yang resolusinya salah satu dari yang tersebut diatas.Tul gak cuy ?

Well mak,diriku sempat  blog walking kebeberapa teman yang lagi ikut 30days bloger challenge dari  Blogger Perempuan Network.

Mbak Rita-ritasamara.com  tahun 2019 pengen lebih sering  traveling berdua dengan huby dan meneruskan hobi bercocok tanam almarhum bunda.

sumber: ritaasmara.com

Moly-molzania.com mewakili suara hati,perempuan single Indonesia.Selain pengen punya kamera mirrorless,blogger yang giat menulis ini  juga pengen nikah tahun 2019.
Sementara Bu guru Grant-glowinggrant.com dan Mama Nina-bonadapa.com bilang,let  it flow aja deh  tahun 2019.

Daftar panjang  resolusi tahun baru itu,mengerucut  disatu titik.Demi satu rasa, bahagia dan kepuasan. Entah itu untuk diri sendiri, atau orang disekitar.

Aristotle –filsuf  Yunani berargumen,kebahagian adalah tujuan dari  eksistensi manusia.

Perasaan bahagia itu,tidak akan ujuk-ujuk datang kehatimu.Perlu alasan, untuk  merasa bahagia.Gak usah repot mikir gimana ngukurnya  mak.Pada bagian ini,apa yang dirasa sebagai bahagia itu relatif banget.
Susah kalau  bahagia itu harus diukur, dengan  timbangan  yang sama.Yang penting, apa yang dilakukan perasaan itu pada manusia.Rasa bahagia,berdampak pada lingkungan.
Energi baik yang menularkan,optimisme juga altruisme. Bahagia itu mengerakan,peradaban dunia.

sumber:pixabay

Mengutip Jessica Beltran, MS dari laman psychcentral.com, secara psikologis ada hal-hal mendasar yang diperlukan manusia untuk mencapai rasa bahagia dan sejahtera.
Otonomi💥
Hak untuk bertanggung  jawab dan mengelola perasaan sendiri.Mendorong  pemikiran yang bijak. Bahagia itu pilihan,hak prerogatif sebagai manusia.

Otonomi yang kita miliki,sebagai manusia merdeka.Maksudnya  pak,harus memberdayakan diri.Memilih dan menjalani hidup dengan cara, yang kita anggap memberi arti dan memuaskan rasa.

Pada bagian ini,ego,motivasi dan emosi berperan sebagai pembenar tindakan.Hak otonomi untuk merasa bahagia, tidak serta merta menjadikan diri diktator pada perasaan orang lain. 

Menjadi  hati yang bahagia secara otonom, kita juga perlu merasa terhubung.
Merasa didukung dan dicintai oleh lingkungan. 

Perlu merasa diperhatikan,dilihat dan didengar ditengah hiruk pikuk dunia.Tanpa kita sadari, point ini biasanya menuntut suatu kecakapan.
Kompetensi💥
Merasa kompeten – mampu, memberi kepercayaan diri. Mempercayai kemampuan diri, adalah motivasi yang kuat untuk mencapai apapun yang kita pikirkan.
Pada bagian ini,harus benar-benar jujur.

Membuat goal,yang realistik.Memantaskan diri, untuk menyelesaikan tantangan yang kita buat sendiri. Philip Clarke, dosen Psikologi dari Universitas Derby punya  pesan menarik , soal new year resolusion.

Resolusi tahun baru itu harus dilengkapi dengan mengembangkan rencana aksi. Strategi, langkah-langkah untuk mencapainya.

sumber:pixabay

💥Misal resolusi tahun ini,ingin tampil lebih menarik. Mengingat  juga menimbang dirimu, punya tampang pas-pasan. Kamu mulai nih grelia  tips  untuk tampil menarik. Lalu coba-coba,mengikuti trend mode atau warna yang membuatmu merasa  lebih menarik.

💥Sebagai dosen,tahun ini ingin tampil lebih menarik di depan kelas. Cari-cari tips, public speaking.Bagaimana menarik minat mahasiswa, pada mata kuliah yang ngebosenin.

Semakin kompeten,makin besar kemungkinan kamu untuk  bahagia tahun depan. Kenapa?  Karena resolusi tahun baru,untuk tampil lebih menarik  tercapai.

Upgrade kemampuan, dengan baca buku, ikuti kelas, atau tanya mbah google.Intinya mak, usaha keras. Jadilah penulis, untuk kisahmu sendiri.
sumber:pixabay
Keterkaitan💥
Relatedness-  keterkaitan. Jangan lupa,manusia mahluk sosial.Butuh partisipasi  orang lain, dalam banyak situasi.

Tanpa mengangu otonomi bahagia,kita perlu bersosialisasi dengan lingkungan. menjadi bagian dari, keluarga besar atau komunitas.Bagian dari sesuatu yang besar, menimbulkan rasa aman dan kuat.

Bergaul,berinteraksi dengan berbagai macam manusia dengan warna-warni latar belakang mempertajam sisi humanis.

Melihat orang yang lebih sukses, memberi motivasi untuk mengejar cita-cita. Bertemu dengan yang belum beruntung, menjadi pengingat bahwa Tuhan sudah memberi kita lebih banyak alasan untuk bahagia***

sumber:pixabay

Jangan lupa bahagia
Well gak peduli seberapa panjang list resolusi tahun baru mu jangan lupa,sisipkan bahagia pada awal dan akhirnya.***donasaurus

Senin, 17 Desember 2018

Jiwa Yang Sehat

Masa Puncak Stress adalah di musim ujian sekolah
sumber :pixabay

Malam minggu yang lalu,sehabis magrib ananda langsung ngajak jalan.Melihat sikon,diriku tahu nih anak lagi stress karena ujian  semesteran.Cap cus, segera  meluncur  menuju Sudirman Walk.
Kita nongkrong-nongkrong aja di pinggir jalan.Sambil minum free drink coffee dari Kapal Api dan nonton  atraksi  hiburan rakyat. Selesai ananda cerita itu-ini,diriku berkesimpulan. Dia lagi BT dengan sistem belajar-mengajar,yang diterapkan sekolahnya. Ananda  sudah kelas 3 SMA, bentar lagi mau ujian  kelulusan.

Diriku tiada bosannya,mengulang “pidato politik” tentang pendidikan padanya.Mencari ilmu nak, jangan cuma di buku.
Pertama jangan sombong,cari teman sebanyak-banyaknya. Banyak teman=banyak rezeki. Berguru pada kesulitan yang kita alami,atau orang lain alami.Perhatikan bagaimana,orang menyelesaikan, masalah kecil dan besar yang ditemui.
Terakhir jangan lupa,bahagia.Itulah nak, hakikat life skills yang diajarkan di sekolah-sekolah mahal itu (ananda sekolah di SMA negeri biasa).


Lets it flow
Gak ada kalimat,harus masuk kelas IPA. Nilai harus segini - segitu,biar nanti masuk universitas anu.Lulus harus  cum laude, biar mudah dapat kerja, dsb.
Wkkk ibu-ibu,pada berkerut keningnya. Anak macam apakah yang tercipta dari pola pemikiran seperti itu.
 FYI.Sejak SD nilai ananda,termasuk paling baik sesekolah. Di SMA dia terpilih sebagai, duta intelegensia. Ikut ekstra kurikuler Paskibraka dan Pencak Silat (wkkk episode sombong).
                                      
Wah aman dong,gak ada masalah kalau begitu !
Siapa bilang !

Diriku pernah membaca( lupa dimana) tentang orang-orang dengan intelegensia lebih.Katanya mereka ini jadi cendrung baperan (mudah terbawa perasaan).Takut mengecewakan orang tua, kalau nilai turun.

Takut mengecewakan guru dan sekolah,kalau kalah dalam lomba. Pokoknya, yang gitu-gitu deh.Mereka gak bisa santai,merasa dibebani harapan orang lain.Kondisi ini, bisa menjadi berbahaya.


Bagi remaja, yang belum matang berpikir dan orang dewasa dengan suicide risk factorsAku gak mau,ananda over loaded.

Pengasuh jangan macam petugas  introgasi,yang cari-cari kelemahan.Atau event organizer, yang mengatur tiap detik kehidupan anak.
Beban mental anak zaman now, itu sudah berat.Tapi  tunggu dulu, tentu saja idak juga dilepas begitu saja.Pola pengawasanya,mengikuti perkembangan umur dan zaman. 

Begitu dia masuk SMA, diriku mulai khawatir. Gak tahu  kenapa ya, kok ujian sekolah zaman now itu stressfull  banget.
Suka parnononton berita, tentang anak yang stress sehabis ujian SMA.Beberapa bahkan, ada yang sampe bunuh diri.

                                      

Lah kok bisa merasa ,gak ada gunanya hidup lagi. Terus kepikiran bunuh diri,CUMA KARENA gagal menyelesaikan soal Matematika.

Jadi aku mulai meninjau ulang, jargon pembangkit semangat yang bunyinya’ kalau dia bisa, aku juga bisa’.
Kekuatan mental,menghadapi masalah dan tekanan lingkungan tiap orang berbeda.

Sederhananya begini mak, muatan truk Tronton pasti lebih banyak dari kapasitas motor Kaisar. Ada anak yang gak lulus SMA,masih bisa cengar-cengir tapi ada yang cuma gak bisa mengerjakan soal Matematika langsung bunuh diri.

Masalahnya kita bukan psikolog,yang bisa menerawang pikiran orang.
Kekira ada gak sih,clues yang bisa orang awam amati kalau jiwa seseorang itu lagi gak tenang?

Akhirnya,setelah sibuk kasak-kusuk mencari info. Mendapat pencerahan dari, dr.Ezra Ebenezer,SpKJ pada Seminar Kesehatan Awam yang berlangsung di RK. Charitas - Palembang (15/12/2018)

Alasan Mengakhiri Hidup
Sebab- sebab yang membuat orang nekat bunuh diri.Sumber:hallosehat.com
                                                                                                                                          

Dr.Ezra memulai seminar dengan mengatakan,setiap orang itu punya kapasitas mental yang tidak sama. Terbukti alasan yang menurut  orang  kok sepele amat, bisa bikin yang lain bunuh diri. 
Perlu diingat-ingat bunuh diri,tidak memandang gender dan ras. Semakin tahun,semakin muda saja, umur orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri.



Infografik Kasusu bunuh diri di Indonesia .Sumber Hello Sehat
                                         
Menurut dr.Ezra apapun yang jadi pemicunya,tapi penyebab dorongan bunuh diri ada 3 hal:

1.Adanya penyakit jiwa
2.Adanya potensi genetic (impulsivitas Tinggi)
3.Kepribadian yang kurang matang

Percobaan bunuh diri kemungkinan dilakukan beberapa kali.Sumber Hello Sehat
                                          
                                                                                                                                                                                                                        
1.Adanya Penyakit Jiwa
Keadaan yang terkait dengan, penyakit jiwa dan ganguan mental yang sering menimbulkan ide bunuh diri.
Diantaranya:
·         Bipolar
·         Depresi
·         Skizofrenia
·         Ganguan kecemasan
·         Ganguan kepribadian
·         Post traumatic stress disorder
·         Penyalah gunaan zat ( temasuk napza)
Lebih lanjut mengenai,ganguan mental dapat dibaca di Hello Sehat 

2. Adanya Potensi Genetic
                                                      
Tahun 1996 lalu,sempat baca majalah tentang pesan terakhir Margaux Hemingway.Cucu perempuan penulis Ernest Hemingway yang tewas OD obat.
Model dan actress cantik ini titip pesan, minta tolong diteliti kenapa ada kecendrungan untuk bunuh diri dalam keluarganya.
                
Margaux Hamingway model dan  actres

FYI, kakek Hamingway tewas dengan menembak diri sendiri. Sampai kemarin,diriku masih mengira pesan itu kok lebay amat. Sekadar sensasi  selebrity. Eh ternyata, potensi genetic itu termasuk salah satu factor X. Lebih lanjut soal potensi genetic untuk kasus bunuh diri silakan baca di Wikipedia

3.Keperibadian Yang Kurang Matang
Kadang umur tidak bisa jadi ukuran,kematangan psikologis manusia. Pada kasus bunuh diri remaja, kepribadian yang belum matang mudah emosi dan tidak pikir panjang bisa  menjadi trieger.

Ada perbedaan ciri dan  peyebab  depresi, berdasarkan kelompok umur  yang dijelaskan dr.Ezra. Untuk artikel ini diriku,membatasi menulis pada bagian depresi  remaja saja.
Alasanya,banyak orang tua yang kurang perhatian  pada kesehatan jiwa anak-anak. Dianggap semua akan berlalu,seiring pertambahan umur anak.
Depresi, aku ganti pake stress aja. Karena untuk dikategorikan depresi, perlu test khusus dengan pengawasan psikolog/ psikaiater.Sedangkan kita,
hanya melihat gejala yang kasat mata saja.

Stress pada teenager umumnya dipicu :
·         Faktor keluarga
·         Pola belajar- mengajar di  sekolah
·         Lingkungan, termasuk juga media sosial
·         Gabungan dari semuanya.

Beberapa indikasi tingkah anak, yang mungkin tidak dikatakanya tetapi terbukti menjadi pertanda stress.
Masing-masing punya’gaya stress’nya sendiri.
Stress pribadi extrovert dan introvert, tentu berbeda.Tapi secara umun  dua atau tiga hal berikut dapat dijadikan pertanda:
                                                                   Sumber :hallosehat.com

Gejala Yang Terlihat

Perubahan emosional

· Mudah tersinggung, yang menyebabka masalah dengan teman dan keluarga.
·         Terlihat murung,sedih dan kadang menangis tersedu tanpa sebab.
·         Frustasi, mudah marah untuk hal-hal yang remeh temeh
·         Tidak percaya diri, malas untuk berkumpul,bergaul
·         Sering mengeluh merasa diri tidak berguna
·         Susah move on dari kegagalan yang lalu
·         Mulai kesulitan berpikir,tidak fokus,dan jadi pelupa,
·         Merasa putus asah,menyalahkan diri  dan merasa hampa
·         Tidak tertarik lagi, melakukan hal-hal yang biasanya disukai.
·         Sering ngomong soal kematian atau masalah bunuh diri.

Gejala Yang Dirasakan
                    
                                                                                                                                                                                                     Sumber: verywellmind.com



Perubahan Tingkah  Laku
·         Sering  lelah  dan kehabisan energi
·         Susah tidur atau malah tidur melulu
·         Susah makan atau malah makan melulu
·         Ketahuan minum atau menggunakan obat-obatan
·         Susah diam misalnya, mondar mandir, tangan bersedekap mirip orang kedinginan.
·         Sering sekali mengeluh sakit kepala
·         Tidak peduli lagi pada penampilan dan kebersihan diri
·         Mengamuk disertai  tindakan merusak sesuatu
·         Merencanakan dan sudah mencoba bunuh diri dengan melukai diri

Halah kok banyak banget, tanda-tandanya. Iya bro, kita jadi beralasan semua ABG tingkahnya begitu . Kita  mengangapnya biasa saja, dan baru sadar setelah  mereka melakukan tindakan yang terakhir.
                                                                                                                                                                                                Sumber Pixabay

Bagaimana Bersikap ?
Pada sesi terakhir, dr.Ezra menyarankan kita,untuk  meluangkan waktu memberi perhatian.

·Kalau melihat  keluarga atau  teman  mulai menunjukan perubahan emosi dan prilaku. Karena perubahan itu, jeritan minta tolong dalam bentuk lain.
Pengabaian, menyebabkan angka bunuh diri di Indonesia semakin tinggi
·Untuk orang tua, jangan bebani anak dengan ambisi pribadi.
·Introspeksi diri. Apakah kita memasang target, yang terlalu tinggi untuk anak raih. Akhirnya menjadi beban yang tak tahan mereka pikul.
·Idealnya  pola asuh, berkembang  sesuai  dengan pase perkembangan kejiwaan anak. Pola  asuh anak SMA,sudah berbeda dengan saat mereka masih SD.
· Stop membandingkan pencapaian  anak, dengan saudara atau teman-teman lainya
· Beri dukungan,agar anak mengembangkan diri sesuai dengan kapasitasnya sendiri.

Narasumber  Dr.Ezra Ebenez
                                         
Pada beberapa kasus dimana sudah ada ancaman atau  pernah terjadi percobaan bunuh diri.Keluarga dan teman dianjurkan untuk :
·     Menjadi pendengar, yang baik. Biarkan mereka meluapkan perasaanya tanpa banyak tanya dan komentar.Tunjukan dukungan dan simpati.
·    Menyatakan diri siap dihubungi kapan saja, kalau mereka memerlukan bantuan atau sekedar teman ngobrol.
·    Jangan memperburuk kondisi jiwa mereka, dengan menantang,mengejek atau secara langsung  menunjukan sikap tak senang terhadap percobaan bunuh diri itu.
·  Menjauhkan dan mengawasi keberadaan benda-benda yang mungkin dijadikan alat.Untuk percobaan selanjutnya, atau  yang memancing prilaku distruktif mereka.
·  Mengalihkan pikiran dan perhatian dengan mengajak melakukan kegiatan yang membuat mereka senang.
·       Menawarkan diri untuk menemani mereka mengunjungi psikolog.

                     
                                                                                                                                                                                                                     sumber :pixabay

Minta bantuan profesional
Pada banyak kasus, kondisi membaik seiring dengan waktu dan perubahan suasana.
Tetapi, bila gejala berlanjut bahkan memburuk dr. Ezra menyarankan minta bantuan profesional. Segera bawa mereka,ke klinik jiwa.
Setelah dilakukan pemeriksaan,akan diputuskan bantuan yang diperlukan dari psikolog atau dari psikiater juga.Meskipun sama-sama dokter jiwa, ada sedikit perbedaan dalam SOP kerja mereka. Bedanya di sini

Peduli kesehatan jiwa
Kalau cerita-cerita soal masalah psikologi, ada saja hal-hal baru yang bikin kita kaget.
Karena kurangnya informasi mengenai macam-macam ganguan jiwa.Bikin orang awam, salah persepsi kalau datang ke psikolog itu sudah pasti orang gila.
Pada hal,dizaman yang semakin berat ini,masalah-masalah kejiwaan sudah jadi masalah sosial.
Hal - hal yang kita anggap sepele ternyata bisa bikin hati orang lain galaw
                           
Bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar kedua di kalangan usia 15-29 tahun namun banyak yang belum bersedia membahasnya secara terbuka.
Indonesia termasuk yang amat rendah tingkat kesadaran,mengenai penyakit-penyakit mental.Masyarakat kita enggan ke psikolog,karena takut langsung dicap gila.

Di negara-negara maju, sudah dianggap biasa kalau kita secara rutin mengunjungi psikolog atau psikiater untuk berkonsultasi.Untuk gejala-gejala penyakit,yang tidak terbukti secara medis diidap yang bersangkutan.
Misal kasus sesak nafas atau sakit kepala yang terlalu sering,tapi tidak ada indikasi sakit apapun biasanya langsung dirujuk ke dokter jiwa.
Dr.Ezra, berharap penanganan yang tidak hanya mempertimbangkan penyakit fisik tapi juga mental ini , perlu diterapkan dengan segera di Indonesia. Untuk menghindari salah diagnosa, keracunan obat dan hal-hal lain yang bisa membahayakan hidup pasien.💓💓

Puji setiap pencapaian anak katakan apapun yang terjadia dia tetap istimewa buat anda
                                                   
Ada yang punya pengalaman percobaan atau punya saudara yang  mengalami perubahan sikap mendadak? Yuk cerita-cerita di komen.