Minggu, 23 Juni 2019

Kerjasama Team Dimulai Dari Rumah



Ibu dan anak bekerja bersama membersihka kulit kayu Gelam.dok pri


 To Train Your  Dragon  Junior

Belum lama saya unggah foto sebuah keluarga di media sosial. Foto ibu dan dua anak,sedang membersihkan kayu kulit  Gelam.

Captionnya  tentang  ibu, yang jadi team maker dan manager dalam keluarga.
Seorang kawan komen menyatakan, kenapa anak – anak harus ikut bekerja  ia sedih mendengarnya.

Oh em ji tentu saja yang saya maksud ‘kerja’ pada caption,adalah pekerjaan sederhana.

Anak membatu orangtua, menyelesaikan pekerjaan mereka. 

Bukan anak-anak yang jadi buruh dipabrik atau kerja jadi kuli angkut di pasar.

Keluhan  tentang anak  muda yang selfish,seharian cuma nongkrong megang  gawai.
Tidak  bisa melakukan pekerjaan rumah tangga paling sederhana dan tidak peduli lingkungan  sudah jadi isue  ‘nasional’.

kerjasama dalam keluarga .Anemone

Perubahan budaya kerja dari  masyarakat petani dan nelayan menjadi masyarakat  industri  dan jasa. Nampaknyamempengaruhi persepsi  anak  tentang kata bekerja.

Anak  pak tani dalam usia yang sangat muda, sudah  dilibatkan dalam pekerjaan orang tua mereka. 

Mendapat  tugas mencabuti gulma, mengusir  burung, memetik hasil ladang  atau mengembala ternak.

Sementara anak nelayan  akan membantu  ayah mereka, memperbaiki  jaring, membersihkan perahu atau membantu ibu menyiapkan  bekal untuk melaut.
Karena orang tua tak selamanya ada dan anak tak selamanya kecil
Kalau tiba masanya nanti anak – anak ini bisa langsung, mengambil alih pekerjaan tanpa banyak cing – cong.Pak Tani dan Pak Nelayan  menerapkan konsep, learning by doing  pada anak – anak mereka.

Mamah dan Papah  zaman now,bisa memodifikasi tugas – tugas rumah tangga  sebagai media learning by doing untuk anak mereka. 

Melatih dan membiasakan anak  ‘bertugas’  punya andil membentuk  sikap mental mereka saat dewasa.

Mandiri

Masih ingat episode tali sepatu Sponge Bob 

Pelajaran menjadi mandiri dimulai dengan menugaskan anak,untuk menyelesaikan sendiri masalah sederhana yang mereka hadapi.

Bertanggung Jawab
Terlalu pagi untuk ngobrolin soal kewajiban dan tanggung jawab pada anak.

Dalil berlembar - lembar itu,bisa dipahami dengan mendelegasikan satu tugas pada anak.

Memahami apa yang diharapkan pemberi tugas menjadikan anak siap, menjadi orang yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menghargai Proses Dan Hasil  Kerja
Tidak seperti dalam dongeng, semua bisa terjadi dalam sekejap.Dalam dunia nyata ada proses, hingga tercipta sesuatu.

Ada proses belanja,memetik sayuran, mencuci , menyiapkan bumbu dan memasak sebelum sayur Kangkung siap disantap.

Dengan mengetahui panjangnya proses, timbul rasa bangga, hormat dan menghargai jerih payah orangtua.

Mempererat  Solidaritas dan Rasa Kekeluargaan
Melakukan suatu pekerjaan bersama,mempererat ikatan batin antara anggota keluarga.

Tolong menolong dalam menyelesaikan masalah dan rasa solidaritas ini akan bertahan seumur hidup.

Memupuk Rasa Percaya Diri
Perasaan mampu menyelesaikan tugas, akan memberi rasa bangga. Lalu tumbuh rasa percaya diri.

Situasi yang membuat anak berani mencoba dan  belajar sesuatu yang baru.

Mengatur waktu - Tepat waktu  - Konsisten
Dari pagi sampai siang berada di sekolah, sore abis  sholat Asar  ikut  TPA. Lalu ada tugas harian mencuci piring dan menyiram bunga dari Mama.

Kira – kira gimana caranya, supaya hari ini  bisa ikut bermain sepeda sama teman?

Saat berpikir bagaimana mengatur waktu,kapan bermain dan kapan ‘bertugas’, mereka sudang mempelajari konsep Time management.

Rangkain kegiatan harian yang berurutan,membiasakan anak tepat waktu.
Terlambat mengerjakan satu tugas,berdampak pada keterlambatan tugas berikutnya.

Keteraturan dan  terus menerus ( konsisten) dilatih dengan rutinitas harian. Kalau bunga – bunga tidak disiram setiap hari,resikonya bisa layu dan mati.

Mengindentifikasi dan Menyelesikan  Masalah
Kedengeranya masih terlalu dini bicara soal tugas rumah tangga sama anak. Tapi ala bisa karena biasa.

Terbiasa melihat,menemukan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan rumah dan penghuninya menjadikan mereka cepat tanggap.

Nanti mereka bisa mengidentifikasi masalah, begitu melihat gejalanya.

Menjaga kebersihan dan ketertiban
Semua  senang melihat penampilan yang bersih rapih dan teratur. 

Beberapa bahkan menganalogikan hasil kerja dengan melihat penampilan fisik seseorang.

Kebersihan lingkungan,kerapihan dan keteraturan pribadi  ini tidak ujuk - ujuk (tiba- tiba) saja terjadi. Ada proses belajar dan pembiasaan  sejak kecil.

Pembagian Tugas dan Bekerja dalam team
Kalau baca iklan lowongan kerja, sering sekali menemukan point ‘dapat bekerja dalam team’. 

Mungkin ada yang mikir  apa susahnya sih kerja dalam team? Semua juga bisa.......
Oh tidak semudah itu Ferguso..........

Dalam sebuah team kerja, ada pembagian tugas yang disesuaikan dengan kompetensi tiap anggota.

Ada komunikasi yang menjelaskan hasil yang diharapkan.
Ada keterkaitan kerjasama yang menentukan, hasil akhir dari satu tugas yang diberikan.

Bahu membahu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,adalah bentuk sederhana dari bekerja dalam team.

Bagaimana memulainya


Menugaskan anak sesuai dengan umur.pixabay

Dimulai Sedini Mungkin
Eileen Kennedy-Moore Ph.D. dilaman Psychology to day  menyarankanuntuk mulai melakukan ‘penugasan’ sedini mungkin.

Alasannya semakin kecil mereka memulai,semakin cepat mejadi kebiasaan.
Ketika anak mulai memahami perintah, maka bisa dimulai.Tentu saja tidak bisa asal perintah harap disesuaikan, dengan kemampuan dan umur.

Dimulai dengan sesuatu yang sederhana misalnya setelah bermain, kembalikan mainan ke dalam kotak penyimpanan.

Berikan Contoh

Jangan asal perintah dong,berikan contoh dahulu bagaimana melakukanya.Ingat anak – anak itu ahli meniru.

Pastikan dirimu memberikan contoh dengan benar. 
Sambil mencontohkan, jelaskan hasil apa yang diharapkan dari penugasan itu.

Proses contek- mencontek ini, gak harus formal banget.
Saat sedang mengupas bawang atau mencabut ruput, panggil saja mereka untuk melihat dan mencoba.

Jangan berharap hasil yang sempurna dalam dua - tiga kali penugasan.
Tetap dampingi, bantu dan beri semangat untuk melakukannya lagi.

Rutinitas dan Bergilir
Rutinitas amat penting dalam proses pembiasaan.Buat daftar apa saja tugas harian dan mingguan. Jelaskan dan ingatkan, secara berkala.

Bentuk penugasan untuk anak - anak, utamakan sesuatu yang berhubungan  langsung dengan kegiatan mereka. Contoh merapikan tempat tidur, mencuci  tas sekolah, membersihkan kamar dll.

Kemudian secara bertahap ditambah penugasan, yang bersifat lebih umum.Penugasan yang dilakukan secara bergilir.Misalnya  bergantian mengepel rumah,menyapu,memasak,ke pasar dll.

Sedapat mungkin jangan ada diskriminasi gender dalam pembagian tugas.
Anak lelaki dan anak perempuan,  bergilir melakukan semua pekerjaan.Termasuk soal memasak, mencuci , menebas rumput atau kepasar.

Seiring perkembangan usia, kita pasti melihat minat dan bakat anak. Ada anak yang  kalau disuruh nyapu bersih banget tapi disuruh belanja ke pasar susah banget  atau malah sebaliknya.

Jangan patahkan semangat mereka, karena yang kita harapkan adalah basic life skill untuk masa depan mereka.

Menyuruh dengan sopan dan Jangan Lupa Pujian
Meskipun anak masih numpang hidup dari kita, tapi mereka bukan budak yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Sejak awal biasakan mengunakan kata tolong dan bahasa yang baik.
Ucapkan terima kasih dan puji hasil kerja mereka, koreksi dapat dilakukan pada tugas berikutnya.

Tentu saja hidup tak semudah omongan Mario Teguh ( apa kabar pak.... ) kita akan menemukan kendala di sana dan sini.

Penugasan akan mengalami perubahan seiring bertambahnya kegiatan luar rumah dari beberapa anggota keluarga.Bagaimana mengatasinya?

Dengankan dulu anak bicara, biasakan mereka mengemukakan pendapat disertai argumen. Pertimbangkan apakah alasan mereka bisa diterima.

Putuskan apakah sistem yang kita terapkan dalam management rumah tangga perlu disesuaikan dengan perkembangan kehidupan sosial anak – anak.***donasurus

Punya  pengalaman bagaimana membagi tugas atau yang bermasalah dengan tugas rumah tangga ? bagi dong dikomen.

 #parenting  

Selasa, 11 Juni 2019

Pertanyaan Beracun Vs Kamu Yang Terlalu Baper

Pertanyaan beracun yang bikin kamu baper - pic : PD pics


Hello jomblo how is  your lebaran? Hope you all survive from  that kapan nikah questions.
Jadi males ke kondangan - males silaturahmi- males ketemu sodara, gegera pertanyaan yang kita belum punya jawabannya.Pertanyaan yang dianggap wrong time - wrong place, bikin bad mood.
Terus kenapa juga orang suka bertanya, hal – hal yang pribadi begitu.

Ice Breaker
Baru kenal  jadi gak tau, mau ngobrolin apa. Kita memulai percakapan, dengan pertanyaan umum. Udah berkeluarga belum – kerja dimana – tinggal dimana – anak berapa.
Perkara pertanyaan itu bikin kamu beper, sama sekali diluar rencana mereka.

Gak sopan dong baru ketemu langsung bertanya..........eh mbak berat dan tinggi badannya berapa ?.... mas ... mas  obat kuat pria paling tokcer apa ya ?

Bukan jawaban tapi bisa jadi tabokan yang didapat.

Matchmaker
Pertanyaan udah nikah belum ? Itu bagian dari suatu misi. Kali aja kamu yang masih jomblo berjodoh, dengan sanak familinya.

Warning
Pertanyaan kapan nikah ?  Itu mungkin suatu pertanda.
  • Faktor umur  udah pantes menyandang status istri atau suami
  • Kamu dianggap alay, bisa jadi mereka meragukan orientasi sexual kamu
  • Gaya pacaran kalian  sedikit vulgar, lebih aman kalau segera dihalalkan saja.
Gak ada maksud cuma iseng aja
Haru-biru dan galaw hatimu, karena pertanyaan iseng yang asal nyablak aja.Pertanyaan sekadar untuk mengoda, karena tahu betapa kamu sebel kalau ditanya begitu. Jadi emang kamu aja, yang terlalu sensi.

Pertanyaan iseng kalau ketemu  - kapan nikah ?
pic:RonBerg
Jawabnya?..............
Sebelum lebaran kemarin banyak, yang kasih saran jawaban iseng. Apakah ada yang sudah mencoba dan bagaimana hasilnya ? Belum ada yang update.

Saran jawaban atas pertanyaan juga bisa macem – macem. Dari yang argumentatif,retorika (membalas pertanyaan dengan pertanyaan),sampai yang dibawa bercanda aja.

Positif Thinking 
Sebelum terlanjur baper, kita positif thinking aja deh.Kadang pertanyaan 'kapan nikah?, cuma sekadar basa-basi.
Gak ada perlu dan pentingnya buat mereka, dengan siapa atau kapan kamu menikah ( kecuali kalo kamu pacaran dengan anaknya).Cuma buat ngobrol iseng doang.

Jangan pula terbawa emosi,ngotot membuat pernyataan.Bahwasanya nikah gak nikah itu hak azazi manusia.
Salah – salah nanti malah muncul pernyataan ‘aih pantes aja belum nikah ... kelakuanya aja gituhh!’

Berprasangka baik, lapang dada dan woles aja. Selagi kamu hepi dan gak ngerugikan orang, maka semuanya baik – baik saja.***donasaurus.com

Kamis, 06 Juni 2019

Optimis Melalui masa Sulit Dengan Berdoa


 
Berdoa membuat kita merasa optimis
As ordinary people banyak kali aku mengantungkan, harapan pada kekuatan doa.Keyakinan  bahwa tidak ada yang tidak mungkin,kalau Allah sudah berkehendak.
Sometimes when I'm almost to surrender then I stop and I remember I have you to save my day – I have You (Carpenter)
Prof Quraish Shihab bilang,doa itu menimbulkan perasaan optimis pada diri seseorang.Ada usaha,yang mengikuti doa itu.Ada keyakinan bahwa Allah, mendukung niat baik kita. Menimbulkan harapan doa, akan dikabulkan.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “(QS: Al-Baqarah: 186)
Khusyu - Merendahkan Hati - Penuh Harap
Kebiasaan manusia zaman now, berdoa di media sosial.Menulis doa dengan kata bersayap,lalu berharap like dan komen yang meng ‘amin’ni. Dikabulkan atau tidak, sudah gak  penting banget.

Berdoa itu sesuatu yang pribadi. Doa itu ibarat kata kita sedang inbox pesan, diaccount Allah.Harus tahu triknya,supaya pesan kita dibaca.

Dikutip dari laman Hidayatullah,ada beberapa tips agar doa kita pantas dikabulkan.
  • Suara yang tenang,tidak membentak tidak pula berbisik-bisik.
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)
  • Berprasangka Baik
Sempat ngerasa kok kayaknya Tuhan lupa deh pernah menciptakan gue? Soalnya semua usaha dan kerja keras gue,gak ada hasilnya.
Ibarat anak  yang  manja kelewatan, kita itu maksa.Semua doa harus terkabul, as soon as posible.
Sampai pada dead line doa tidak terkabulkan, maka kita akan bersumpah serapah.Tuhan tidak adil.
Padahal kita gak tahu sesuatu, yang buruk akan terjadi kalau doa tadi dikabulkan.
  • Di antara bentuk yakin ketika berdoa,adalah sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani)
Coba deh flasback,kemasa masa sulit dulu.Sekarang setelah semua berlalu,mungkin baru kepikiran.Jadi berprasangka baiklah pada Tuhan,karena Tuhan maha tahu.  
  • Berdoa untuk hal – hal yang baik
Inget dong beberapa bulan terakhir,media sosial kita dipenuhi doa-doa ( tepatnya sumpah - serapah). Tabiat manusia yang begini, emang bikin emosi.Allah secara khusus menegur mereka, yang punya kebiasaan tidak sopan itu.
“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud) 
Kalau semua usaha sudah dikerahkan, biasanya yang terakhir kita lakuakan adalah berdoa.Gimana kalau dibalik sekarang kita berdoa, sebelum memulai sesuatu.

Jangan malas, mengulang – ulang doa.Mungkin pada doa yang kesekian, Allah menilai doa kita sudah layak dikabulkan. ****donasaurus.com

#30hariKebaikanBPN
#BloggerPerempuan
#doadanharapan

Selasa, 04 Juni 2019

My Ramadan Best Moment: Ketemu Maestro Content Creator



Bersama @inijie Maestro Food Photograpy Indonesia
Setiap ramadan selalu punya cerita. Ada tentang pengalaman spiritual,yang cuma bisa dirasakan tapi sulit diceritakan.
Ramadan kali ini aku gagal, ketemu Lailatul qodar. Sebagai gantinya,aku jadikan pertemuan,dengan para maestro content media sosial sebagai moment terbaik ramadan ini.

Salah satu resolusi tahun baruku, adalah menjadi pejuang content bermutu. Aku sudah kepoin blognya bloger – bloger ternama.

Periksa - periksa instagram para influencer, sampe nonton cara ngedit foto di youtube.Semua demi kamu.....( hadewwwwwww)

Belajar jadi content creator bersama para maestro

Aih seneng banget waktu diajak ke event,#AuotoGampang Jadi Content Kreator Handal.
Acara yang  berlangsung pada 19 Mei 2019 ini, disponsori Grab Palembang di Batiqa Hotel.

Hadirin adalah blogger dan media massa.Pembicaranya adalah nama - nama yang sudah jadi legend di media sosial. Mereka itu Inijie, dr.Tirta dan I Wayan Wahyu Mahendra.

I Wayan Wahyu Mahendra

Coba deh kepoin  instagram@iw.wm dan bersiaplah terpesona.
Komposisi warna dan sudut pengambilan gambarnya  keren banget.
Blie Wahyu yang  baru berumur 24 tahun, tapi sudah dapet client sekelas Disney World Jepang.

Menjadi orisinil bukan berarti tidak boleh meniru. Kita tuh harus rajin berkunjung, ke medsos influencer.
@iw.wm sedang bagi - bagi tips mengedit foto
Perhatikan dan temukan ke khasan mereka.Entah itu dari editing warna, proporsi atau obyek–obyek tertentu.

Setelah tiru sana sedikit dan sini sedikit, akhirnya akan menemukan orisinalitas karya sendiri.

Dr.Tirta
Pangilan sayangnya Cipeng.Lebih terkenal sebagai pengusaha jasa pembersihan sepatu,dari pada dokter.
Agak kaget juga, karena beda banget dengan penampilanya dengan di TV. Kalau ketemu  langsung, dirinya lugas sekali kalau bicara.

Cipeng yang sudah pinter sejak lahir ini kasih tips,bagaimana memanfaatkan media sosial untuk bisnis.
Gak cuma bagaimana berpromosi, tapi juga bagaimana menghadapi komen negatif.
Seriuslah menampilkan foto produk atau tempat usaha kita.

Bila kemudian ada komen negatif, maka dengan sendirinya content foto tadi bisa dijadikan bukti.

Tips pengambilan foto sejajar mata dari @inijie
Jiewa Vieri
Diriku sudah lama terpukau,dengan hasil jepretanya di account @inijie. 

Arek Suroboyo  pemenang Influence Asia 2015,punya spesialisasi food  photography.

Dengan ramah Koko Jie memberikan tips – tips menata obyek dan mengedit foto.Sayang banget,karena acara terlambat dimulai.
Gak banyak tips dan ilmu yang bisa kami dapat dari Koko Jie.Bahkan sesi pertanyaan juga gak ada.

Sebagai gantinya Koko Jie, mengadakan sesi praktek langsung.
Sesi praktek ini berbarengan, dengan berkumandangnya azan magrib.
Kosentrasi peserta terpecah antara melanjutkan belajar dengan menyerbu hidangan berbuka.

Contoh tata letak yang apik dari @inijie
Semoga lainkali bisa bertemu dan menuntut ilmu, dengan  maestro yang lain.
*** donasaurus.com

#30HariKebaikanBPN
#momentterbaikramadan
#bloggerperempuan

Senin, 03 Juni 2019

Jajanan Lebaran Wong Plembang

Kue Lapan jam 


Hari – hari besar selalu punya hidangan khasnya sendiri. Setiap daerah punya gulai dan jajanan lebaran, yang dijadikan hidangan istimewa.

Kalau di Palembang hampir tiap rumah menyajikan olahan ikan,berupa empek – empek atau tekwan juga kerupuk dan kemplang.

Selain itu barisan kue basah yang manis manja akan dijumpai disetiap rumah. Seperti Maksubah,Lapan Jam,Engkak Ketan,Lapis Legit,Lapis Kojo.
Selain itu ada beberapa kue dan hidangan palembang yang semakin jarang dilihat saat lebaran.

Manisan Gula Asem
Pernah makan permen asem Haw Flakes, yang  bulat dan tipis berwara kemerahan?
Nah kue satu asem ini, rasa dan aromanya pesisi permen itu.
Dahulu dibuat dari  adonan gula halus,yang dibasahi air asam keranji.Adonan diibentuk dalam cetakan kayu, lalu dikeringkan di oven.
Lantaran asam keranji semakin mahal sekarang pada pakai asam jawa, yang diberi pewarna merah.

Manisan ini populer juga disebut kue satu asem.Karena dicetak dalam cetakan kayu,yang biasa dipakai untuk mencetak kue satu. Kamu juga bisa pesan Manisan Gula Asam itu di link  caption foto ya

Kue Satu Sagu
Sagu yang sudah disangrai ditambah gula dan parutan kelapa.Dicetak dan dipangang. Kue ini jadi alternatif, kalau bosen makan kue bermentega.

Kue Gandus
Mirip kue talam, tetapi gurih.Bahan utamanya teping beras dan santan.Dihidangkan dengan toping ebi(udang kering),bawang goreng dan daun kucai. Penasaran dengan kue gandus? Resepnya klik deh  caption foto.

Lontong Kuah Ikan
Lontong biasanya dibuat dari beras yang direbus. Lontong Palembang ini terbuat dari, tepung beras yang ditanak.Dibungkus dengan daun pisang,kemudian  dikukus lagi untuk memadatkanya.

Lontong Palembang dihidangkan, dengan kuah santan ikan giling. Bumbu khas pada kuahnya adalah temu poh..Tumbuhan rimpang ini, beraroma mangga muda.Di Palembang lebih popoler dengan nama temu mangga.

Sudah lama sekali diriku tidak mencicipi, lontong Palembang ini.Sejak Emak meninggal tidak ada, yang cukup telaten untuk membuat lontong tepung dan kuah ikan.

Es Kacang Merah
Es Kacang Merah
Isinya minimalis banget cuma rebusan kacang merah,ditambah santan atau susu trus dikasih es.Yang bikin ribet adalah,kacang merahnya.

Dulu sekali jauh sebelum zaman pop ice dan es kepal milo, kacang merah segar mudah dijumpai di pasar tradisional Palembang. Sekarang kacang yang mirip biji buncis ini, biasanya dijual sudah kering.

Perlu direndam satu malam, lalu direbus pake presto 1 jam baru bisa lembut. Daya upaya yang sedemikian besar cuma untuk makan es,yang bisa dibeli dengan harga 7-10 ribu /gelas. Akhirnya es kacang  sekarang,jadi menu di warung makan dan warung  empek – empek saja.

Pergaulan dan  perkembangan zaman,mempengaruhi juga hidangan lebaran.Seperti juga beberapa tradisi dan budaya tak benda lain, hidangan tradisional mulai surut. Ribet dan memakan waktu, jadi alasan kita malas membuatnya.Akhirnya kita cuma bisa cerita saja ‘eh dulu  Nenek kamu  kalau lebaran suka masak ini loh......’ ***donasaurus.com

#30HariKebaikanBPN
#BloggerPerempuan
#jajananlebaran
#jajananpalembang

Minggu, 02 Juni 2019

Tradisi Lebaran Aku Dan Kawan - Kawan



Waktu kecil lebaran itu, adalah hari yang dinanti sepanjang tahun. Hati gembira dan penuh semangat. Rasanya gak sabar pengen cobain, semua kue yang di masak ibu. Tiap daerah bahkan tiap kampung punya tradisi lebaran.Waktu kecil  saya dan teman – teman juga punya, tradisi lebaran sendiri.

Takbiran Keliling
Mengisi hari - hari terakhir ramadan, dengan menyiapkan obor untuk pawai takbiran. Bersama - sama mencari bambu, dulu di sekitar kampung kami  masih banyak rumpun bambu. Dilanjutkan begotong royong memotong dan membuatnya jadi obor.
Pawai obor  dilakukan selepas sholat Isya dimalam lebaran. Sebelum berangkat, rute sudah disepakai dulu. Saking asiknya  kadang berjalan melewati batas, yang sudah disepakati.

Berburu Angpaw
Anak – anak  kampung sudah hapal siapa saja,yang biasanya kasih salam tempel.Ada satu rumah di jalan Manunggal Kota Palembang yang  lumayan lejen.Rumah ini milik keluarga Almarhum Pak dan Bu Ngadiran.Pemilik Rumah Makan Yakin,di perempatan Jalan Rambutan Kota Palembang.

Mulai dari pukul enam pagi , berduyun - duyun anak yang datang. Anak – anak  yang datang dari sekitar wilayah Kemang Manis, Makrayu Tanjung Burung ( Palembang).Saking banyaknya supaya gak dobel, tangan anak yang sudah dapet dikasih stempel.

Mereka ngantri untuk dapet satu kantong snack dan uang, yang tahun lalu satu anak dapat Rp.10.000. Setiap tahun keluarga ngadiran menyiapkan tak kurang dari 100 bingkisan dan angpao.Tradisi bagi – bagi ini sudah di mulai sejak akhir tahun 80an.

Gak cuma anak – anak yang senang orang dewasa juga senang.Bu Ngadiran juga ngadain open house, selama dua hari lebaran.Siapa saja boleh datang dan makan suka- suka.Bu Ngadiran akan menyapa semua yang datang ( kenal gak kenal ) dengan ramah.
Setelah dewasa mungkin duit Rp.10.000 itu kagak ada artinye.Tapi bagi anak –anak  keriuhan saat ngantri bareng teman itu sesuatu.

Tukar – tukaran  kueh
Pada hari ke dua atau ke tiga lebaran, diriku dan beberapa teman kecil  akan tukran kue. Kami jalan – jalan ( tapi gak jauh) lalu membuka bekal kue – kue kering, yang kami bawa dari rumah.Tinggal di kampung yang warganya kelas menengah ke bawah, tentulah kuehnya juga biasa – biasa aja. Tapi senang sekali rasanya, mencicipi kueh – kueh jadul itu bersama- sama.

Tradisi lebaran sederhan kelas rakyat jelata, tidak mewah tapi berkesan.Kebersamaan, saling berbagi dan tolong – menolong ***donasaurus.com

#tradisilebaran
#BloggerPerempuan
#30HariKebaikanBPN

Sabtu, 01 Juni 2019

Ramadan yang ramai lancar

Mengisi waktu di bulan  ramadan dengan menyelesaikan tantangan menulis .pic Rawpixel


Dibanding bulan – bulan lain,kegiatan ramadanku termasuk yang ramai lancar.Selain urusan kerjaan dan urusan ibadah,ada beberapa kegiatan yang  juga meramaikan ramadanku.
Tadarus dan Tarawih
Sebagian besar malam ramadanku, diisi dengan kegiatan ini. Biasanya tarawih di masjid, tadarus sendiri di rumah. Kalau berbuka bersam di luar, pulangnya selalu menyempatkan diri untuk sholat tarawih dan tadarus. Kalau udah capek banget aku tidur dulu,dan bangun sahur lebih awal untuk tadarus.
Bersih - bersih rumah
Setiap hari menyapu halaman dan mengepel rumah, ternyata belum cukup. Setiap ramadan kerjaan beres- beres ditambah dengan cuci horden, bersih karpet dan mengecat pagar dan rumah.Belum lagi urusan tebas rumput dan bunga.Kerjaan  ini gak bisa dilakukan sendiri,emang mesti kerja sama tim yang solid. Dengan gotong royong, segalanya lebih mudah dan ringan.
Mix and Match Pakaian
Wkkk beneran loh biasanya aku bongkarin lemari pakaian. Padu-padanin baju, celana dan jilbab kemudian disusun menurut paketnya masing – masing. Biar gak ribet dan lama mikir, saat akan pergi bersilaturahmi.Waitttt belum selesai sampai disono, setelah itu masih ada segment mengosok pakaian dan memperbaiki bagian yang rusak.
Masak – memasak
Tau sendirikan tradisi hari raya kita, gak jauh - jauh dari makanan.Meskipun semua bisa di beli jadi atau pesen. Tapi ada beberapa masakan, yang kayaknya mesti dimasak sendiri. Nah bagian ini, yang juga cukup menyita waktu. Satu hari khusus ke pasar, dan beberapa hari khusus masak – memasak.
Segment ini, biasanya diselingi dengan bersih - bersih toples dan piring untuk menghidangkan makanan di hari raya.
Menyelesaikan tantangan menulis
Khusus ramadan 2019 ini, diriku menyediakan waktu,untuk menulis satu artikel tiap hari selama 30 hari. Sengaja ikut tantangan ini, biar terbiasa nulis setiap hari. Sadar diriku ini masih awam banget, soal tulis – menulis di blog. Perlu pembiasaan, untuk bisa produktif setiap hari.Walaupun sebenernya keteteran juga, tapi tetap lanjut.

Beberapa orang mungkin ramadannya, lebih seibuk dari aku.Semoga ramai lancar semua, sampai nanti kita tiba diakhir ramadan.***donasaurus.com

#30HarikebaikanBPN
#BloggerPerempuan
#kegiatanramadan