Juli 01, 2022

Peran Ayah Dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak


apa saja yang harus dilakukan ayah untuk mendidik anak

Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi

Sepulang sekolah Tejo  (9 tahun)  terlihat senang bercampur bingung. Ini hari pertama  belajar di sekolah,setelah berbulan-bulan belajar online. Sambil makan  siang Tejo cerita. Ada banyak yang berubah,tak hanya suasana sekolah , tapi juga teman-temannya.

Anak  itu cekikikan waktu teringat, ia hampir tak mengenali  Farel. Teman sebangkunya  yang  tiba-tiba jadi lebih besar  dari terakhir  mereka bertemu. Ternyata  kurang  aktivitas fisik dan pola makan yang berubah, membuat  Farel  jadi obesitas.

Pembatasan sosial (  Social Distancing ) yang hampir dua tahun di berlakukan. Tidak  hanya membuat Tejo bingung dan Farel  kelebihan berat badan. Tapi  secara umum  juga  mempengaruhi  perkembangan  fisik dan psikologis anak-anak.

Sementara kita tahu, untuk  merangsang tumbuh kembang  optimal. Anak –anak memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan.

faktor yang mempegaruhi perkembangan sosial emosional anak

Terus, gimana dong  cara kita untuk mendukung  tumbuh kembang anak dimasa transisi setelah  pembatasan sosial?

Nah,dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional 2022,Danone Indonesia mengadakan webinar.Event  parenting bertema  Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi.

Pakar dan praktisi yang urun rembuk mengupas tema ini adalah dr. Irma Ardiana, MAPS Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, dan Ibu Inspiratif FounderJoyfulParenting 101 Cici Desri.

narasumber webinar nutrisi untuk nusa

Kalau ngobrolin soal kecerdasan sosial dan emosional,ternyata  gaya pengasuhan orangtua jadi faktor yang amat menentukan.Seperti yang diterangkan dr.Irma , bahwa  gaya  pengasuhan  mempengaruhi perkembangan kognitif,emosional,dan sosial  anak.

Setiap  tipe pola asuh,menghasilkan anak dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial yang berbeda.Karakter anak yang terbentuk dari pola asuh,akan terus melekat sampai anak dewasa.

Yang  sudah jadi orangtua pasti mengerti, sulitnya untuk konsisten  menerapkan pola asuh  yang ideal. Hambatan bisa disebabkan  tidak adanya komunikasi   antara ayah dan Ibu. Mengenai pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.

Nah,kalau selama ini karena kesibukan,Ayah jadi jarang berinteraksi dengan anak. Kebijakan Work From Home yang diberlakukan selama pandemic.Dapat dijadikan momen untuk memulai pola asuh kolaboratif. Ayah  dapat  aktif  berperan menciptakan suasana rumah, yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.

Tentu saja tidak ada ada lelaki, yang langsung  terampil mengasuh dan mendidik anak.Kompetensi  didapat,dengan bersedia meluangkan waktu  untuk  learning  by doing.

Langkah pertama untuk memulai  pola asuh kolaborasi,adalah mengetahui tahapan tumbuh kembang dan apa saja yang diperlukan dalam tiap tahapan.

Pahami  Proses  Tumbuh Kembang Anak

Masalah dan kerepotan dalam membesarkan anak pasti  terjadi.  Sebab itu Ayah memang harus  membekali diri, dengan pengetahuan  dasar  tumbuh kembang anak.Kabar baiknya,  informasi mengenai tahapan tumbuh kembang  anak, sangat mudah didapat.

Salah satu sumber  referensi   terpercaya adalah laman media sosial  Nutrisi  Untuk Bangsa atau kunjungi  website  Nutrisi Untuk Bangsa  

Tidak perlu khawatir dengan istilah medis yang  ruwet. Informasi yang disajikan Nutrisi Untuk Bangsa menggunakan bahasa sederhana  yang mudah dipahami.

Pola Asuh Kolaborasi

Menurut dr. Bernie  Ibu dan Ayah mempunyai peran yang berbeda dalam mengasuh anak.Jadi fokus utama pola asuh kolaborasi  adalah kerjasama yang saling melengkapi. Nah,berikut berapa  langkah untuk memulai peran ayah dalam optimalisasi tumbuh kembang anak

Menjadi  Contoh

Anak-anak  merupakan peniru ulung.Semakin besar anak,semakin besar pula  pengaruh lingkungan.Cara terbaik  mengurangi pengaruh buruk lingkungan. Ayah bisa mulai sedini mungkin memberi contoh,kebiasaan baik  yang ingin diterapkan dalam keluarga. Kesabaran dan konsistensi,sangat penting dalam proses pembentukan karakter.

Menjadi Teman

Sudah tidak zamanya mempertahankan imej  Ayah, sebagai sosok  yang menakutkan bagi  anak.Kembangkan  interaksi  yang akrab, membuat anak merasa aman dan nyaman bersama Ayah. Bangun komunikasi dua arah, terbuka, dan saling menghargai.

Koreksi dan Apresiasi

Ibu yang lemah lembut,biasanya tidak  tega melakukan ‘koreksi’ saat anak melakukan kesalahan. Ayah bisa  mengambil  peran ,untuk mengembalikan anak  ke jalurnya. Beritahu apa yang salah,dan bagaimana yang benar.Jangan lupa, segera berikan apresiasi,bila mereka sudah bersikap baik.

pola asuh yang diterapkan dalam keluarga

Quote Ki Hajar Dewantara, ‘Setiap Orang Menjadi Guru,Setiap Rumah Menjadi Sekolah’. Pas sekali  untuk mengambarkan, peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.Ayah dan Ibu adalah inisiator dalam menjadikan rumah, sebagai  tempat  belajar yang  ramah dan menyenangkan untuk anak*****donasaurus 2022

April 22, 2021

Bagaimana Mendampingi Anak Transgender

 

"team-support.jpg"

 Transgender dan Keluarga

Transgender sangat memerlukan keluarga, lebih dari anak - anak lain. Transgender yang mengikuti konseling  bersama dr.Renata dan Dr. Errol menyatakan, mereka akan kuat menghadapi segala cobaan, asalkan keluarga  menerima mereka. 

Sebelum melanjutkan obrolan, aku mau kasih tahu yang belum baca bagian pertama, biar gak gagal paham silakan mampir dulu ke sana

Cinta Tanpa Syarat

Dr.Renata menjelaskan, orangtua dan keluarga, adalah benteng bagi anak. Riset membuktikan remaja LGBT, yang mendapat support keluarga mempunyai kemungkinan lebih besar, untuk menjadi orang dewasa, yang bahagia,sukses dan sehat secara mental.

Kerjasama Antar Keluarga

Bukanya mau sok – sok baek atau gimana, tapi kamu pernah ngebayangin, bagaimana hidup kawan – kawan  transgender? 

Nyaris seumur hidup mereka, ditolak,dilecehkan,dibully,bahkan dikriminalisasi.

Kalau mereka bisa memilih,mereka juga enggak mau jadi transgender - Reggy Lawalata

Idealnya setiap orangtua,dengan anak transgendar menjadikan  rumah, sebagai tempat perlindungan paling aman.

Seperti yang dr Renata bilang,dukungan keluarga adalah, sumber semangat hidup mereka.

Ajaklah anggota keluarga, yang tinggal satu rumah  menjadi bagian dari team sukses.Kita tidak perlu sok jadi, dokter ,atau psykolog,atau ahli prilaku transgender. Yang mereka perlukan, hanya perlakuan yang sewajarnya.

Support  Untuk Transgender

Untuk menunjukan kamu peduli,Dr Errol menyarankan  bentuk dukungan berupa:

  • Hindari kata – kata,dengan konotasi mengejek. Misal memberi nickname bencong, banci, kaleng dan sejenisnya.

  • Jangan pula menyindir,perbedaan dan keterbatasan mereka.

  • Berikan mereka kesempatan yang sama, seperti adik atau kakaknya yang ‘normal’

  • Hargai usaha mereka dan bantu  mengembangkan bakat, yang mereka miliki. Transgender yang mandiri secara finansial, akan lebih dihargai masyarakat.

  • Berikan pembelaan dan perlindungan, saat  mereka minta ataupun tidak.

Reggy dan Mario Lawalata, adalah contoh baik keluarga yang full support.  Mereka berperan besar mendukung  Oscar, untuk mandiri dan percaya diri.

Reggy  sebagai ibu tidak menyerah begitu saja, pada stigma negatif transgender. Ia mengarahkan,mengakomodir,dan mengiringi,setiap keputusan yang diambil Oscar. Mario sebagai adik, yang notabene adalah lelaki normal, selalu berusaha  menguatkan, memberi semangat,dan melakukan pembelaan.

Indikasi  Sudah Terjadi  Bullying 

Transgender diseluruh dunia, adalah  sasaran bullying. Ada saja yang bisa, dijadikan olok – olok dari mereka. Bullying  dengan kata – kata, kontak fisik seperti pukulan, atau pelecehan, yang ditujukan secara sengaja, untuk menyakiti fisik dan mental.

Dr Errol dan dr Renata,merangkum hal – hal, yang dapat dijadikan petunjuk, bahwa anak sudah mengalami bullying.

  • Perubahan Prilaku

Misalnya Buyung yang selalu ceria, jadi murung dan males keluar rumah. Jadi lebih sensi,mudah marah.

  • Masalah disiplin dan Tingkah laku

Tiba- tiba dapet surat, atau dijapri bu guru. Buyung marah dan menonjok muka temanya.Mungkin itu tindakan bela diri, karena ejekan temannya sudah keterlaluan.

  • Prestasi Menurun Dan Bolos Sekolah

Jadi males belajar, males berangkat les, bahkan bolos sekolah. Jangan buru – buru marah, coba cari informasi. Ada  kejadian apa disekolah,yang bikin buyung trauma.

  • Menghindar dari temana atau tempat tertentu

Perhatikan  kalau mereka, seperti sengaja menjauh dari seseorang atau tempat tertentu. Sudah terjadi sesuatu, yang membuatnya merasa tidak nyaman .

"bullying.jpg"
Kumpulkan   informasi dan bukti perundungan

Curiga ada yang tidak beres, segera  tanya. Dengarkan penjelasan,  jangan tunjukan emosi yang berlebihan.  Beri support dengan pelukan , dan  kata – kata yang menenangkan.

Dokumentasikan  bila  menemukan, tanda kekerasan di badan. Komen – komen  tak berahlak di media sosial, juga termasuk kategori perundungan.

  •  Hubungi Guru

 Pada Lizia Djaprie . Psikolog Klinis  ( kanal  youtube  Orami)  Oscar  bercerita,  tentang  bullying  yang diterimanya di sekolah.

 Hari – hari pertama  naik kelas, atau pindah sekolah, adalah moment paling menegangkan. Ia cemas memikirkan  reaksi  orang,  yang baru dikenalnya. Oscar mengaku pernah berantem di sekolah. Anak yang lembut ini terbakar emosi, karena   perundungan  yang sudah sangat keterlaluan.

Begitu mendapat bukti, adanya perundungan. Jangan  pula ujuk - ujuk datang, dan marah - marah di sekolah. Sebagai orangtua, kita juga pernah  sekolah. Dari pengalaman  kita belajar, kadang  wali murid juga guru sering  lebay.

Masalah yang bisa diselesaikan dalam senyap, malah jadi heboh dan melebar kemana - mana. Sadar atau tidak ini  berakibat buruk, pada mental dan kehidupan sosial anak.

Saat datang  untuk mengadukan perundungan, idealnya sudah  ada bukti. Alat bukti, akan memudahkan guru bertindak. Ingatkan pihak sekolah, untuk bertindak sewajarnya.  Alih- alih menyelesaikan masalah, pengerundungan  malah makin menjadi.

Pada tahap ini, peran orang dewasa ( orangtua, keluarga dekat,guru) akan sangat vital. Respon kita akan  memberi dampak, jangka panjang pada mereka.  Bisa jadi lebih baik atau malah lebih buruk.

Siapkan  Mental Baja

Rela tak rela  bullying,  akan  terus  terulang  seumur hidup.  Anak  harus   bisa menjaga dirinya, saat di luar jangkauan orangtua. Secara bertahap, mulai menyiapkan mental mereka.

  • Katakan dengan  jujur, kalau mereka berbeda. Perbedaan yang  selalu, akan jadi  kontroversi. Cari moment yang pas, untuk berbincang soal  ini.

  • Belajar bersikap masa bodoh.Tidak semua ejakan, perlu ditanggapi.Tapi sesekali, perlu  melakukan perlawanan  keras, untuk membuat kapok para perundung. Support mereka, untuk ikut kelas bela diri.

  • Ingatkan mereka  untuk  mewaspadai orang – orang, yang mungkin  berniat mengambil keuntungan dari kondisi mereka.

Saling Menghargai

Menerima mereka  apa adanya, bukan berarti mereka bisa bertindak semau gue. 

 Oscar  bilang, tanpa  berdandan aneh – aneh  saja,  transgender  sudah menarik perhatian orang. Tingkah polah yang  lebay, akan memancing  reaksi negatif dari lingkungan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tata krama dan sopan – santun, tidak mengenal jenis kelamin.Tegaskan batasan – batasan, yang keluarga  inginkan.

Beri masukan, kapan dan dimana tempatyang aman  mengekspresikan diri. Buat kesepakatan, dikesempatan apa mereka harus menahan diri.

Jangan lupa berdoa

Jangan  jadikan  doktrin surga-neraka,untuk menakuti mereka. Dari pada berdebat soal pandangan agama  tentang transgender, lebih baik percaya semua bisa  terjadi, atas kehendak Tuhan. Tuhan juga mendengar doa transgender. Ajarkan dan ingatkan, untuk berdoa minta perlindungan,dan petunjuk  kepada Tuhan.

"oscarlawalata.jpg"

Pengalaman  Reggy  membesarkan Oscar, tidak semudah membalik telapak tangan. Ada masa penuh emosi dan air mata. Tapi apapun yang terjadi, jangan tinggalkan mereka. Dampingi mereka untuk  maju, berani dan kuat melewati semua rintangan.

Dokter Renata Sanders berpesan, perlu waktu, pengetahuan, dan kerendahan hati, orangtua  untuk membesarkan anak transgender. ***donasaurus.com

April 21, 2021

Belajar Transgender Parenting dari Reggy Lawalata

donasaurus
Dulu, seorang reporter infotaimen, meminta pendapat Reggy  Lawalata tentang Oscar yang berpenampilan berbeda.

Dengan  tegas  (dan agak keras )  menyatakan, dia  tidak ……sama sekali tidak menyesali ….. anak lelakinya, Oscar Lawalata  tumbuh menjadi  begitu feminim.

Dan.......dipenghujung  2020, media ramai memberitakan, Oscar  Lawalata memperkenalkan   nama  barunya - Asha Smara Darra.

Tidak ada  konfirmasi, tentang ganti kelamin. Hanya secara tersirat Mama Reggy mengkonfirmasi,  Oscar  telah menjadi  perempuan.

Keberanian  Reggy  dan Oscar, untuk bercerita di  kanal The Lawalatas – Untold Story (upload-  Agustus 2000), patut diacungi  jempol. 

Kamu yang pro, atau kontra,  atau  aku yang  enggak  tahu,mesti bilang apa soal LGBT. Kita belajar bersama, tentang  transgender, dari  pengalaman  mereka.

Sebab peingkaran atas  eksistensi mereka di kemudian hari, akan jadi masalah personal dan sosial, bagi seluruh masyarakat.

Transgender Karena Faktor Biologis

Salut, beneran   salut  sama Mama Reggy. Dengan segala keterbatasan, perempuan ini selalu  all out  mendukung   anak. 

Kita belajar dari Mama Reggy,  bagaimana bersikap  bodo amat ama omongan  orang. Energinya fokus pada, bagaimana membesarkan anak transgender,  yang bahagia dan sukses.

Difinisi  transgender  :Transgender merujuk pada orang-orang, yang identitas gendernya berbeda, dengan alat kelamin, yang mereka dapatkan saat lahir. Identitas gender, adalah perasaan internal dan pribadi seseorang, tentang menjadi pria atau wanita. Hal ini meliputi perilaku, ekspresi,dan segala hal yang menyangkut identitas seseorang.

Mendengar  cerita perjuangan  keluarga Lawalata, aku jadi tertarik untuk tahu lebih banyak, tentang  transgender. Mencari jawaban kenapa  kita, sering gagal paham tentang mereka.

Setelah  brozing sana - sini, aku ngumpulin banyak info menarik, seputar parenting transgender. Salah satunya berjudul Tips for Parent of  LGBT  Youth. Ditulis  Dr. Renata Arrington  dan Dr. Errol Field , di laman  hopkinsmedicine.org. Karena lumayan panjang, aku bagi menjadi dua artikel.

Menurut  dr Renata dan dr.Errol, sangat jarang ( hampir mustahil), anak pra remaja  dan remaja mengakui, kalau mereka merasa berbeda.

Seperti pengalaman  Reggy, yang  galau melihat Oscar terlihat  beda. Anak sulung itu, lebih kemayu, dari  adiknya - Mario.  Dalam kegalauannya Reggy,  sempat melakukan berbagai cara,untuk  ‘meluruskan’ Oscar.

Bertahun – tahun  mengingkari dan mencoba, mengubah Oscar  jadi lelaki sejati. Semua zhonk, Oscar  tidak  berubah sedikitpun.

Dalam kesal dan kecewa, Reggy  sempat marah besar . Perang dingin, yang berujung  tangis – tangisan. Reggy  tak kuasa menahan air mata, waktu  Oscar bertanya, Mama kenapa  aku berbeda?  

Pertanyaan  yang tidak mudah dijawab, oleh orangtua manapun.

Perbedaan Transgender Dengan Perempuan

Ada banyak teori mengenai, bagaimana  terjadinya transgender. Kali ini  kita ngobrolin  transgender, karena  faktor  biologis. Biar jelas , aku  kutip sedikit  artikel  dari laman Halodoc.com, soal  kromsom Y dan X.   

Lelaki normal hanya memiliki  satu kromosom  X  dan satu  kromsom Y. Nah  pada kasus  transgender, mereka  terlahir  sebagai  lelaki, tapi memiliki  dua kromsom X.

Kondisi  genetik menyebabkan seseorang secara  jasmani  lelaki, tetapi secara rohani  ia merasa  dirinya perempuan.  Analogi yang sering digunakan, adalah mereka   perempuan yang  terjebak dalam tubuh laki – laki.

donasaurus.com
Pemeriksaan kromsome dapat dilakukan, untuk memastikan gejala yang terlihat

Menyadari Anak Lelaki Yang Feminim

Orang tua dan keluarga  sering,  jadi yang  paling akhir ‘sadar’,  bahwa  ada bibit transgender,  dalam lingkaran mereka.

Bisa jadi , lantaran  tinggal serumah, membuat keluarga  kurang  peka. Baru ribut,setelah ada  kejadian, yang  bikin heboh.

Sebagai  awam,  kita  tidak punya pengetahuan, untuk  memahami pertanda awal, bahwa mereka  berbeda. Pengalaman Reggy  yang masih  belum sadar, bahkan setelah mendapat  kode keras dari Oscar.

Seperti  Oscar Lawalata, yang  mempertanyakan jati dirinya.  Waktu kecil mereka,  yang  kelebihan  kromsom X , juga belum  tahu  apa, yang terjadi pada dirinya.

Aku  masih ingat  3 kawan lelaki , yang  terlihat kemayu  sejak sekolah dasar. Yup,mereka terlihat lebih nyaman bermain, bersama  kawan perempuan.

Gesture dan  tutur katanya, cewek banget. Parahnya, mereka  sudah  bergelar  bencong, sebelum hatam SD.

  • Dengarkan  Cerita Mereka

Sama seperti tips parenting lainya, komunikasi menjadi kunci. Orangtua disarankan, untuk membagun komunikasi, yang sehat dengan anak sejak kecil.

Dimulai dengan pertanyaan sederhana, misal :

Tadi main apa?

Tadi main sama siapa?

Di sekolah tadi belajar apa?

Di sekolah  lagi musim mainan apa?

Aktif bertanya, tapi jadilah pendengar yang baik. Dengarkan dengan seksama, jawaban mereka. Karena bisa jadi petunjuk, ke arah yang luar biasa.

  • Memahami Situasi dan Kondisi Real Time

Ada Ayah yang emosi,liat ucok  main boneka. Ada juga Mamak yang jadi galau, ngeliat Buyung lebih seneng main,sama anak perempuan.

Wait, kalau ada tanda – tanda yang tidak biasa,jangan buru – buru panik. Perhatikan sebenarnya, apa yang sudah terjadi. 

donasaurus.com

Bisa saja,setelah diperhatikan,sama sekali enggak ada hubunganya, dengan soal transgender.

Boneka adalah satu – satunya mainan, yang Ucok punya. Coba kalau ada mobil atau robot – robotan, dia akan meninggalkan bonekanya.

Haduh,ternyata  temen-temen Buyung, yang lelaki pada nakal dan sering memukul.Pantesan,Buyung enggak suka, main sama mereka.

Jikalau itu dan ini sudah dicoba,tapi prilaku mereka semakin berbeda gimana dong?

Dokter Renata mengerti,banyak orangtua yang salahpaham, tentang transgender dan orientasi seksual.Setelah menyadari,kemungkinan ada transgender dalam keluarga. Baiknya ayah dan ibu, melakukan konsolidasi.

Dari pengalamanya memberikan konseling bagi orang tua, dan anak transgender,dr Renata membuat panduan. 

Memulai Transgender Parenting

  • Terima kenyataan,ini bukan sementara. Mereka akan selalu jadi berbeda, sepanjang hidupnya.
  • Transgender(karena faktor biologis) bukan penyakit. Karena sudah dari’sononya’tidak ada,yang perlu diobati.
  • Stop,mencari – cari siapa yang salah.Terimalah mereka,apa adanya.

Hei masih banyak tips, yang penting untuk orangtua transgeder.Seperti bagaimana mencegah dan menghadapi, perundungan pada  remaja transgender. Kita lanjutin obrolan di bagian ke dua artikel ini ***donasaurus.com

Juni 27, 2020

Tips Menghadapi Menstruasi Pertama

Menstruasi Pertama

Kebayang gak sih  ngobrolin soal menstruasi pertama sama anak ?
Ya ampun rasanya baru kemarin beliin dia  diapers, eh hari ini udah  minta beliin pembalut.

  Before and After Menstruasi Pertama   

Riset yang dilakukan Karin Michels (ScD, PhD), dari Harvard Medical School (Boston, USA) menyimpulkan, earlier menstrual periods dapat dipengaruhi oleh pola makan
Snack  dengan pemanis buatan dan  makanan  kaya lemak jenuh, amat disukai anak – anak. Siapa kira  hal ini, mempengaruhi produksi hormon mereka.
Walhasil  orangtua zaman now,  harus bersiap mengadhapi menstruasi  pertama  anaknya diumur  10 tahun.
menstruasi pertama
Pic Comfreak- Pixabay
Dulu sih baru kepikiran soal menstruasi, setelah tamat sekolah dasar. Yup rata – rata  perempuan  tahun 80an – 90an, mendapat  menstruasi pertama  antara umur 12 – 14 tahun. Umur segitu  biasanya anak sudah panjang akalnya, segera bisa mengatasi situasi darurat.

Nah kebayang dong riwehnya, anak umur 10  tahun, tiba – tiba harus ngurusin pembalut dan celana dalamnya sendiri. Apalagi menstruasi pertama bisa terjadi, kapan saja dan dimana saja.
Berikan mereka  informasi yang benar, dan sedikit trik  menghadapi situasi darurat. Ini penting,  untuk menghindari kepanikan.

   Bahasa yang lugas dan sederhana  

Positive  thinking  ya  gaes, ngobrol seputar menstruasi bukan hal jorok. Gak seserem yang dibayangkan. 
Generasi – generasi sebelum kita gak mengangap penting, untuk memberi informasi seputar  menstruasi pertama.
Rasa risih dan malu menyebut menstuasi,melahirkan banyak istilah. Datang bulan, lagi dapet, palang merah, adalah kata  ganti paling sering digunakan. 
Kita membuka wawasan baru membicarakan menstruasi. Hal ini sebagai sesuatu yang  wajar, dan bagian dari keseharian. Sama seperti mengajarkan cuci tangan sebelum makan, atau sikat gigi sebelum tidur.
Supaya  gak  misinformasi baiknya gunakan langsung, kata mens atau haids. Istilah yang penuh metapora dan kata bersayap, menghambat sampainya informasi.
   Kapan Memulai   
Mengutip    dr Frida Soesanti  (IDAI)  dilaman Pop Mama, yang menyatakan jumlah anak perempuan Indonesia, yang mengalami menstruasi dini mengalami peningkatan.
Semakin banyak ditemui anak perempuan di Indonesia, yang mendapat menstruasi pertama sebelum berumur 10 tahun.
Beberapa  tanda - tanda  menjelang menstruasi, yang  umum terlihat pada anak perempuan  1 – 2 tahun menjelang menstruasi pertama.
  • Pertumbuhan fisik yang pesat
  • Payudara mulai muncul
  • Mulai mengalami masalah bau badan
Tapi aneh jugakan kalau tanpa mukadimah, langsung ngobrolin soal menstruasi.
Yup yang ada anak jadi takut atau malu, terus gak mau lagi dengerin kita. Terus gimana dong cara mendidik anak perempuan kita agar siap mental menjelang menstruasi pertama.
   Warmingup  
Sesekali ajak mereka  menemani mama belanja  pembalut.  Mulai obrolan santai tentang  apa fungsi pembalut, atau kenapa  mama beli pembalut.
Setelah anak mulai akrab dengan kata menstruasi dan pembalut, obrolan bisa diperjelas. Misalnya dimana,darah mentruasi itu akan terlihat.
 
Sekilas cerita lucu  kasus anak, yang gagal paham.Waktu itu bulan puasa, teman sepermainanku   Susi,  jarinya terluka. Lukanya tidak besar, tapi  mengeluarkan darah.
 Eh Susi buru – buru lapor Ibunya ‘Mak… Mak aku  berdarah …banyak … puasa aku batal  gak !’  Emaknya  Susi mungkin  pernah bilang, dia lagi  gak puasa karena  mengeluarkan darah. Tapi lupa bilang, darahnya keluar dari mana.
    The Big Days   
Menstruasi  bisa terjadi, kapan saja dan dimana saja. Beberapa orang mengalami beberapa gejala, sebelum mestruasi. Tanda mestruasi itu bisa sakit perut yang melilit, kram sampai pusing. Banyak juga yang tidak mengalami, gejala apapun.

 Sering dong kita dengar cerita, anak  yang dibully  temankarena rok atau celananya bernoda darah. Bullying ini bisa jadi trauma loh !
Normal aja sih kalau anak  kaget,  saat pertama ngeliat bercak darah di celana dalamnya (CD). Supaya anak tahua pa yang harus dilakukan, orangtua harus kasih info jauh - jauh hari.
Trik sederhana yang  bisa diajarkan dalam menghadapi situasi darurat misalnya
  • Dalam keadaan darurat  tissu atau saputangan  bisa digunakan sebagai pembalut.
  • Tas dan jaket  bisa digunakan, untuk menutupi  bagian  belakang rok  yang bernoda.
  • Segera pulang ke rumah, dan lapor sama  Mama atau Papa.
Yup Papa juga harus  cepat tanggap,kekalau  diperlukan bantuan.
Wait  jadi ingat  aku pernah baca, pengalaman  Ikang Fawzi. Ikang sempat harus  buru – buru mampir ke minimarket, untuk  beli pembalut. Karena  salah satu dari gadisnya, mendapat menstruasi  pertama. Saat itu Marisa Haque , sedang kuliah di USA. Ikang Fawzi aja  bisa, masa sih Papa yang bukan selebritis gak berani ye khan.

   Dukungan keluarga   
Pengalamanku  menstruasi pertama,  saat duduk kelas  1 SMP. Panik, gak percaya diri, males ke sekolah, takut ngikutin pelajaran olahraga, takut main ke luar rumah. Ih banyak takutnya deh. Rata – rata perempuan, yang baru  pertama menstruasi perasaanya begitu.

Dukungan moral dari  orang tua, kakak,adik  dan semua yang ada di rumah akan sangat membantu. Dibeberapa negara, ada tradisi  untuk menyambut menstruasi pertama.

Ibu - ibu di Jepang menyajikan  nasi kacang merah - Sekihan, sebagai tanda  anak gadis mereka mendapat menstruasi pertama. Sementara di Italy, anak perempuan yang mendapat menstruasi pertama, mulai dipanggil senorina ( nona).

Tradisi ini mungkin sengaja dibuat, untuk memberikan dukungan. Mengurangi rasa  malu atau takut, setelah mendapat menstruasi.
Jadi hindarkan membully atau menyindir seolah – olah menstruasi, adalah  hal yang memalukan. Kalau semua woles, maka  iapun akan merasa nyaman untuk melakukan  aktivitas  seperti biasa.
   Bekal tambahan  ke sekolah    
menstruasi pertama pada anak perempuan
Pic Public Domain - Pixabay


Sadar gak sadar, akan ada perubahan kebiasaan gadis kita. Sekarang  gadis kecil kita  harus membiasakan diri, dengan rutinitas  bulanan, yang kadang merepotkan. Beberapa hal perlu diajarkan, dan sering – sering diingatkan.
  • Bawa  pembalut  dan  CD cadangan.
  • Siapkan kantong plastik, untuk menyimpan pembalut yang kotor.
   Bersih – bersih  saat menstruasi 
Memisahkan  pakaian yang  terkena noda, dan  membiasakan mencuci  pakaian dalamnya sendiri. Sebaiknya membersihkan dulu pembalut, sebelum dibuang ke tempat sampah.

dukungan keluarga sangat penting dalam mendidik anak perempuan
Add caption
Well itu tadi  sekilas  pengalaman dan tips menghadapi menstruasi pertama. Ternyata ada banyak ilmu, yang harus diwariskan pada anak perempuan kita. Kamu bisa tambahkan sendiri, dari pengalaman pribadi.

Beberapa bulan pertama  pastilah, terjadi drama dan kebocoran disana – sini. Sabar ya mak  dan teruslah  upgrade, skill anak  gadis. Akhirnya  hari  - hari luar biasa ini, akan  menjadi biasa saja ****** donasaurus.com
PS:
Please lanjutkan dengan membaca komen dari teman - teman ,yang berbagi pengalaman tentang menstruasi pertama. Semoga memberi ispirasi.

Connect